Tolak Beberapa Klub Besar Eropa, Gianluigi Buffon Pilih Pulang ke Parma

BabakTambahan – Kabar masa depan kiper veteran Italia, Gianluigi Buffon mulai beredar ke berbagai media. Eks kiper utama Juventus itu telah memutuskan untuk kembali pulang ke klub lamanya, Parma.

Beberapa pekan lalu, Gianluigi Buffon mengejutkan para pendukung Bianconeri. Kiper 43 tahun itu enggan untuk menandatangani perpanjangan kontrak baru. Selain itu, Ia pun juga menolak tawaran besar dari beberapa klub besar Eropa.

Walau tak muda lagi, namun jam terbang Gianluigi Buffon dalam menjaga mistar gawang tidak bisa diragukan lagi. Faktanya Timnas Italia masih menyimpan namanya walau hanya sebagai kiper cadangan.

Bersama PSG di musim lalu, Ia pun langsung mempersembahkan gelar domestik. Sekembalinya ke Turin, Ia juga semakin menambah koleksi trofi bagi klub.

Kontrak Singkat

Tak seperti pemain veteran lainnya, Gianluigi Buffon mendapatkan kontrak singkat yang hanya berdurasi 2 tahun bersama Ducali.

Berdasarkan laporan pakar transfer Eropa Fabrizio Romano, kiper tangguh tersebut bakal membela Parma hingga akhir Juni 2023 mendatang.

Namun hingga detik ini, masih belum ada kepastian apakah dirinya akan diplot sebagai kiper utama atau tidak. Walau begitu, Ia dipercaya untuk memberikan motivasi bagi rekan setimnya, termasuk pemain muda.

Usung Misi

Keputusan Gianluigi Buffon lebih memilih gabung Parma bukan tanpa sebab. Ia tahu bahwa tim masa kecilnya itu terlempar ke Liga Italia Serie B.

Di musim depan, Ia telah mengusung misi untuk mengantarkan timnya kembali menembus Serie A.

Tak hanya itu, kesuksesan yang nantinya Ia rajut akan menjadi modal utama untuk menembus skuad utama Italia yang bakal berlaga di Piala Dunia 2022 mendatang.

Sudah Sepakat

Beberapa waktu lalu, Presiden Parma Kyle J. Krause sudah melakukan kesepakatan secara personal dengan sang kiper.

Kemudian Ia mencuit melalui akun twitter resmi pribadinya, Superman telah kembali ke Parma.

Bisa dibilang bahwa kedekatan keduanya sangat erat sejak kiper veteran tersebut mengabdikan dirinya di Ennio Tardini.

Walau Ia memutuskan hijrah ke klub rival sejak musim 2001 silam, namun mereka tetap menjalin komunikasi.