Thomas Tuchel Tak Ingin Perpanjang Kekalahan Chelsea

BabakTambahan – Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel menegaskan bahwa dirinya tak ingin lagi melihat timnya menelan kekalahan pada laga berikutnya. Seperti diketahui, The Blues telah kehilangan poin penuh dalam 2 laga terakhirnya.

Yang pertama, Thomas Tuchel harus rela melihat Chelsea dikalahkan Manchester City dengan skor tipis 0 – 1 di Liga Domestik. Dan terbaru, mereka pun juga mengalami kekalahan yang sama saat berlaga melawan Juventus di pentas Liga Champions.

Sejatinya performa anak asuh Thomas Tuchel sudah cukup baik. Akan tetapi, dewi fortuna tidak memihak pada mereka.

Dari kekalahan itu, pelatih 48 tahun tersebut meyakini bahwa 2 laga kemarin merupakan pelajaran berharga gara timnya bisa tampil lebih baik ke depannya.

Masih Proses Adaptasi

Pelatih sekelas Thomas Tuchel tentu tidak bisa tenang ketika melihat timnya keok secara tak wajar. Namun Football Italia menyebut bahwa The Blues masih dalam tahap adaptasi.

Sebab di musim ini, mereka telah melepas beberapa pilar utamanya dan memasukkan sedikit wajah baru. Menariknya, mereka sukses memulangkan Romelu Lukaku dari Inter Milan yang diyakini sebagai ujung tombak serangan.

“Tidak mudah mengimbangi semua pemain dalam satu skuad. Terlebih saat berhadapan dengan Manchester City, mereka membuat kami kehilangan arah dan menyebabkan kami merelakan poin,” tandas Tuchel.

“Walau begitu kami akan terus berjuang sebelum akhir musim. Karena bagi kami, setiap kekalahan akan membuahkan hasil manis di penghujung Liga,” sambungnya.

Saatnya Untuk Bangkit

Hasil buruk pasca dikalahkan Juventus juga membuat Thomas Tuchel banyak belajar. Pelatih asal Jerman itu menilai bahwa timnya harus bangkit untuk kembali ke masa – masa kejayaan.

Laga berikutnya akan menjadi saksi bahwa mereka bisa memetik hasil positif. Jika tidak, Tuchel akan menambah porsi latihan demi menyeimbangkan atensi permainan.

“Diperlukan konsentrasi maksimal untuk menjalankan musim yang paling padat. Karena laga berikutnya sangat penuh tantangan,” seru Tuchel.

“Kami sangat percaya bahwa tak kan ada yang mustahil ketika semuanya telah bersatu. Dan saya siap menghapus catatan buruk di kemudian hari,” tutupnya.