Terkuak, Juventus Sesali Gagalnya Perekrutan Erling Haaland

KandangTandang – Direktur Utama Juventus, Federico Cherubini mengaku bahwa timnya tampak menyesali atas kegagalan dalam perekrutan Erling Haaland. Seperti diketahui, pemain berdarah Norwegia itu sudah masuk rencana transfer Bianconeri sejak musim 2017 silam.

Dimana saat itu Erling Haaland masih memperkuat klub pertamanya di Norwegia, Molde saat berusia 17 tahun. Namun pihak Juve mengabaikan tanda tangan sang pemain lantaran mendapatkan beberapa pilar terbaik Eropa lainnya.

Selang beberapa tahun, Erling Haaland hijrah ke Red Bull Salzburg. Singkatnya Ia hanya mengabdikan dirinya selama 2 tahun, dan kemudian diboyong Borussia Dortmund untuk menggantikan posisi Robert Lewandowski.

Namanya pun tercium beberapa klub terbaik Eropa, termasuk Juventus. Akan tetapi tak satupun tawaran yang masuk berhasil mengeluarkannya dari Signal Iduna Park.

Penyesalan Terbesar Juventus

Saat ini Erling Haaland telah berusia 21 tahun. Walau begitu, atensi permainan sang Striker sudah sejajar dengan beberapa penyerang terbaik dunia.

Menurut laporan Tuttosport, Haaland bakal jauh lebih bersinar ketimbang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Karena kedua pemain tersebut telah menginjak kepala 3 dan berada di ambang – ambang pensiun.

Cherubini tak menampik rumor kalau Juventus telah mengalami penyesalan yang begitu besar. Sebab saat ini mereka kehilangan Ronaldo yang sebelumnya sebagai mesin gol utama Si Nyonya Tua.

“Tak ada bisa menyangkal bahwa kami telah mengabaikan calon pemain terbaik dunia. Tapi semuanya sudah terjadi, dan kami hanya bisa berharap agar bisa melakukan pendekatan di musim depan,” tegas Cherubini.

Alasan Utama Kegagalan Transfer Haaland

Lebih lanjut, Cherubini menerapkan apa alasan utama mengapa Juventus tidak berhasil mendatangkan Erling Haaland. Yang paling utama yaitu manajemen tim tidak meyakini bahwa sang pemain bisa masuk Starting XI lantaran terlalu muda.

Terlepas dari itu, Juve pun berniat untuk meminjamkannya pada klub lain jika Ia menjadi bagian dari tim.

“Semua proyek yang kami bangun bermula dari pemain U23. Dan nama Haaland masih terlalu jauh dari itu,” ungkap Cherubini.

“Dan kini kami pun harus merelakan sang pemain. Sebab Ia berpotensi untuk mengembangkan karirnya entah itu bersama Real Madrid Liverpool atau mungkin tim besar lainnya,” tutupnya.