Serba 11, Inter Milan Bakal Juara Serie A 2020-2021

BabakTambahan – Sang pemuncak klasemen sementara Serie A, Inter Milan sukses mendapatkan 3 poin saat menjamu Cagliari di Giuseppe Meazza, Minggu (11/04/2021).

Inter Milan hanya mampu mencetak 1 gol berkat aksi Mateo Darmian di menit ke-76. Skor tipis tersebut tidak mudah bersarang ke gawang Rossoblu. Pasalnya, pasukan Antonio Conte telah melakukan sejumlah peluang emas sejak babak pertama. Namun hasil akhir tersebut merupakan hadiah yang layak mereka dapatkan.

Kemenangan itu telah mengunci posisi Inter Milan untuk menyegel gelar juara Serie A musim 2020-2021. Nantinya pun mereka perlu 11 poin lagi untuk mematahkan dominasi Juventus.

11 Kali Menang Beruntun

Ada hal yang menarik dari kemenangan Inter Milan. Dimana Nerazzurri sukses mencatatkan 11 kali menang beruntun dalam Liga Italia Serie A musim ini.

Torehan tersebut tidak mudah bagi pasukan Conte. Karena sebelumnya mereka sempat mengalami masa – masa buruk sebelum paruh musim.

Namun berkat kerja keras dan semangat tim, Nerazzurri pantas mendapatkan catatan tersebut.

Defisit 11 Poin

Poin penuh pada laga kemarin merupakan kabar baik bagi Inter Milan. Pasalnya, mereka masih mampu menjauh dari kejaran pesaing abadinya di posisi kedua, AC Milan.

Berdasarkan statistik klasemen sementara, Nerazzurri memiliki defisit 11 poin dari Rossoneri. Setidaknya dalam 10 laga sisa, mereka cukup mendapatkan 11 angka untuk segera mengangkat gelar Domestik.

Keunggulan tersebut merupakan keajaiban bagi mereka. Karena Juventus saja masih belum mampu mencatatkan rekor tersebut walau sering keluar sebagai juara.

11 Poin Lagi

Dan tentunya Inter cukup mendapatkan 11 poin lagi agar segera keluar sebagai jawara Serie A musim ini. Setidaknya Si Biru Hitam perlu memenangkan 4 laga tanpa kekalahan demi mendekati trofi tersebut.

Jika melihat dari performa Nerazzurri yang sekarang, bukan suatu kemustahilan bahwa mereka mampu mewujudkan semua itu.

Terlebih lagi dalam beberapa partai mendatang, Inter hanya akan berhadapan tim – tim papan tengah hingga bawah. Tentu saja Conte bisa bernapas lega tanpa perlu mengutak – atik strategi baru sebagai bekal pertandingan.