Resmi, Liverpool Ucap Salam Perpisahan Pada Xherdan Shaqiri

BabakTambahan – Masa depan bintang Liverpool, Xherdan Shaqiri kini mulai tampak. Pemain 29 tahun itu pada akhirnya berlabuh ke klub kaya raya asal Prancis, Olympique Lyonnais.

Bersama The Reds, Xherdan Shaqiri telah mengembang tugas yang cukup berat selama 3 musim. Pria asal Swiss itu pun mampu menjadi tandem terbaik trio Roberto Firmino, Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Dalam karirnya di Anfield Stadium, Xherdan Shaqiri hanya mencatatkan 8 gol dalam 63 laga di semua ajang kompetisi. Akan tetapi musim lalu merupakan musim yang paling sulit, pasalnya pelatih Jurgen Klopp hanya menurunkannya sebanyak 11 laga.

Kondisi tersebut membuat Lyon merasa ingin mengamankan jasanya untuk beberapa musim ke depan. Menjelang masa penutupan bursa transfer, Les Gones berhasil mendapatkan tanda tangannya secara resmi.

Salam Perpisahan yang Dramatis

Liverpool boleh jadi berucap salam perpisahan yang cukup dramatis dalam melepas kepergian Xherdan Shaqiri. Pasalnya eks pemain Bayern Munchen itu memiliki jam terbang yang tinggi dalam posisi tengah dan sayap.

Pekan ini Shaqiri akan menjalankan serangkaian tes medis sebelum dipublikasikan secara resmi ke hadapan publik.

Berikutnya pihak klub akan merampungkan proses administrasi terhadap Liverpool. Namun hingga kini sang pemain belum jelas akan bertahan beberapa lama di Groupama Stadium.

Namun beberapa media mengatakan bahwa Ia akan mengabdikan dirinya hingga 3 musim ke depan.

Terlalu Murah

Sementara itu, Lyon masih bungkam tentang jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menebus klausul Xherdan Shaqiri. Namun seperti yang dilaporkan Jurnalis profesional asal Italia, Fabrizio Romano, nilai jual pemain terlalu murah.

Kabarnya pihak manajemen Lyon hanya perlu menyediakan kucuran dana tak lebih dari 12 Juta Euro.

“Proses transfer tersebut sudah mencapai titik terakhir. Kedua kubu hanya tinggal membahas detail transfer secara personal,” ungkap Romano.

“Shaqiri merupakan pemain hebat, sangat tidak wajar jika Ia mendapatkan jam bermain yang sangat minim. Walau begitu, Lyon pun mampu menjadikannya ujung tombak serangan berkat performa dan pengalaman yang dimilikinya,” tutupnya.