Real Madrid Segera Resmikan Massimiliano Allegri Pekan Depan

BabakTambahan – Kabar kepergian Zinedine Zidane dengan Real Madrid sudah mulai tercium publik. Raksasa La Liga itu bertekad untuk menggelar upacara perpisahan dengan sang pelatih sekaligus mengumumkan Massimiliano Allegri sebagai penggantinya pekan depan.

Jam terbang Zidane bersama Real Madrid patut diacungi jempol. Sebab pria asal Prancis itu sukses memberikan 11 trofi bergengsi di semua ajang kompetisi. Yang paling berkesan yaitu mengantarkan Los Galacticos meraih Hattrick UCL sejak musim 2015 silam.

Di akhir musim 2018, pelatih berkepala plontos itu mundur sebagai pelatih Real Madrid. Akan tetapi, 1 musim berikutnya Ia pun kembali pulang lantaran Julen Lopetegui yang menggantikan posisinya tidak mampu memberikan yang terbaik.

Musim Paling Sulit

Dan kini Zidane pun akan menyudahi karirnya bersama Real Madrid lantaran gagal memberikan trofi di musim ini. Pencapaian klub tersebut merupakan sejarah pahit sejak 11 musim lalu.

Tercatat bahwa pelatih 48 tahun itu hanya mampu mengantarkan timnya berlaga hingga babak semifinal UCL. Mereka takluk atas Chelsea. Di pentas La Liga, mereka pun gagal mengkudeta posisi Atletico Madrid dengan hanya finish di urutan kedua.

Football Espana mengklaim bahwa Zidane telah mengalami musim yang sangat pahit di Santiago Bernabeu. Sebelumnya Ia pun berjanji untuk meninggalkan klub apabila nihil gelar di musim ini.

Tentunya kabar tersebut masih semakin menguat hingga kini. Sementara pihak klub hanya ingin mendapatkan yang terbaik. Salah satunya yaitu menarik pelatih lain demi masa kejayaan Los Galacticos.

Resmi Tunjuk Allegri

Real Madrid yang tak ingin berlarut – larut dalam kepedihan, sangat ingin membangun nama baik klub di musim depan. Mereka telah memutuskan Allegri sebagai kandidat pelatih terkuat yang mampu menggeser posisi Zidane.

Sebelumnya nama pelatih Timnas Jerman, Joachim Loew telah masuk radar transfer klub. Namun kedekatan antara keduanya masih belum juga tercium media. Sehingga Los Blancos menunjuk mantan pelatih Juventus itu.

Bersama Juventus, Allegri telah banyak memberikan segudang trofi. Namun dirinya memilih keluar sejak musim 2019 lantaran gagal merebut trofi UCL.

Kesulitan di Barcelona, Chelsea Selamatkan Karir Miralem Pjanic

BabakTambahan – Gelandang serang Barcelona, Miralem Pjanic terlihat kesulitan dalam memulai karirnya dalam pentas sepak bola Spanyol. Terbukti bahwa kepindahannya dari Juventus musim lalu tidak mampu memberikan sejumlah arti besar terhadap pribadinya.

Barcelona menebus Miralem Pjanic dengan mahar transfer 60 Juta Euro. Sejatinya pemain 31 tahun itu menjadi andalan utama pelatih Ronald Koeman. Namun kenyataannya Ia pun kerap memanaskan bangku cadangan.

Seperti diketahui, performa Miralem Pjanic tidak semulus seperti saat berlaga dengan Bianconeri. Gelandang asal Bosnia itu tidak sesuai dengan ekspektasi klub. Sehingga Ia pun diturunkan sebanyak 6 kali sebagai starter.

Mundo Deportivo mengklaim bahwa El Barca bersiap untuk melepasnya di bursa transfer Juli mendatang. Salah satu raksasa EPL, Chelsea pun bertekad untuk menyelamatkan karirnya.

Tanggapan Sang Pemain

Di Juventus, Miralem Pjanic merupakan andalan utama sejak era kepelatihan Massimiliano Allegri hingga Maurizio Sarri. Namun ketika berseragam Barcelona, penampilannya pun berubah drastis. Sebab itu tidak mampu mengimbangi filosofi klub.

Nahasnya, Pjanic pun lebih sering duduk di pinggir lapangan. Tak hanya itu, Ia pun kerap diturunkan sebagai pemain pengganti ketika timnya dalam keadaan sulit.

Pjanic pun menuliskan kicauan pada akun Twitter pribadinya. Ia berkata bahwa kostum klub layak dihargai, begitu pula dengan semua tim. Semuanya berhak mendapatkan yang terbaik dalam karirnya.

“Saya telah berjuang keras untuk mendapatkan pengalaman bermain yang lebih baik. Sejak pertama kali gabung, saya pun memberikan semuanya secara maksimal. Ini merupakan kondisi yang benar – benar pahit bagi saya,” kicau Pjanic.

Chelsea Siap Hadir

Kicauan Miralem Pjanic pun mengarah pada sindiran terhadap kebijakan sang pelatih. Sejatinya apabila Koeman masih bertahan di Camp Nou, maka eks pemain AS Roma itu pun tak kan pernah masuk skuad inti.

Sebelumnya, Chelsea pun sempat mengincar Pjanic sejak berseragam Juventus. Namun mereka kalah saing dengan Tim Catalan.

Dan kini, beberapa pilar utama Thomas Tuchel akan keluar dari Stamford Bridge. Hal itu bakal membuka peluang emas bagi sang pemain untuk menjajaki pentas EPL musim depan.

Namun upaya The Blues untuk meraih tanda tangannya terlihat sulit. Sebab mereka harus bersaing dengan klub lain seperti Bayern Munchen dan Paris Saint-Germain.

Deja Vu Luis Suarez, Mimpi Buruk Barcelona

BabakTambahan – Mantan penyerang Barcelona, Luis Suarez baru saja mengantarkan tim barunya, Atletico Madrid menjuarai La Liga musim 2020-2021.

Luis Suarez menjadi pemain penting dalam laga melawan Real Valladolid di stadion Nuevo Jose Zorrilla, Sabtu (22/05/2021). Los Colchoneros berhasil menang dengan skor tipis 2 – 1.

Sejatinya, Atletico tertinggal lebih dulu lewat gol Oscar Plano di menit ke-17. Namun pasukan Diego Simeone bangkit pada babak kedua. Angel Correa berhasil menyamakan kedudukan. Kemudahan Luis Suarez menjadi aktor penting dengan mencetak gol kemenangan.

Mimpi Buruk El Barca

Seperti diketahui, El Barca dengan sengaja melepas Luis Suarez ke klub rival dengan alasan yang tidak logis. Kasarannya, mereka tak lagi respect terhadap pria 33 tahun itu.

Padahal pemain asal Uruguay tersebut telah banyak berkontribusi besar dalam karirnya bersama Blaugrana. Namun sang mantan presiden, Josep Maria Bartomeu telah membuat keputusan yang salah.

Di musim ini, Suarez telah menjadi mimpi buruk El Barca. Terbukti bahwa Ia sukses membuktikan dirinya sebagai pemain top dunia. Terlebih Ia sukses mempersembahkan 1 gelar bergengsi atas tim barunya.

Terlalu Menyedihkan

Kepergian Luis Suarez dari Barcelona bisa dibilang terlalu menyedihkan. Sebab sang legenda Tim Catalan tersebut didepak tanpa apresiasi layaknya beberapa pilar penting sebelumnya.

Di satu sisi, pelatih baru Barca Ronald Koeman pun tidak mampu menggagalkan kepindahan sang pemain. Walaupun dirinya tidak memiliki masalah pribadi, namun pihak klub telah memutuskan kepergiannya.

“Saya paham bagaimana kondisinya sebagai pemain. Namun Ia tidak punya pilihan lain. Beruntunglah jika Ia mampu memberikan yang terbaik di musim ini,” ujar Koeman.

Tanggapan Suarez

Menurut laporan ESPN, Suarez menyebut bahwa Barca sangat tidak menghargainya sebagai pemain. Malahan mereka terlalu membuat keputusan yang singkat.

“Saya pun tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Karena bagi saya bermain dengan klub baru wajib memberikan performa terbaik. Saya beruntung bisa berada di Wanda Metropolitano,” kata Suarez.

“Di sini saya sudah nyaman, semua pemain dan jajaran klub sangat hormat. Saya pun ingin pensiun di klub ini,” tutupnya.

Fabrizio Romano Panaskan Kepindahan Sergio Aguero ke Barcelona

BabakTambahan – Jurnalis Sky Sport, Fabrizio Romano tengah memanaskan kepindahan pemain Manchester City, Sergio Aguero ke Barcelona. Kabar tersebut telah beredar sejak beberapa waktu lalu.

Berdasarkan kontrak bersama The Citizens, Sergio Aguero dipastikan hengkang pada bursa transfer Juli mendatang. Tim Catalan telah melakukan proses negosiasi secara individu terhadap sang pemain.

Romano mengklaim bahwa Sergio Aguero akan mengakhiri karir sepak bola profesionalnya bersama tim terbaik Eropa, Barcelona. Walau sempat ada kabar bahwa pemain asal Argentina itu akan berlabuh ke Chelsea.

Semakin Memanas

Romano telah mengunggah perkembangan terbaru terkait masa depan Sergio Aguero pada akun Twitter pribadinya, Sabtu (22/05/2021) dini hari WIB.

Kabar panas itu langsung Ia tuliskan seolah – olah Barca resmi merekrutnya dari Manchester City.

“Aguero akan berseragam Barcelona musim depan. Ia akan meneken kontrak 2 tahun. Sejumlah harga telah mencapai kesepakatan, dan itu termasuk bonus jika dirinya mampu mempersembahkan gelar UCL,” bunyi kicauan Romano.

Tak hanya itu, Romano pun memanaskan kepergian Winger Lyon, Memphis Depay. Ia juga ingin merapat ke Barcelona demi mendapatkan arahan terbaik dari pelatih senegaranya.

Masa Bakti Aguero

Romano telah mencantumkan detail kontrak Sergio Aguero bersama Barcelona. Mantan penyerang Atletico Madrid itu akan memperkuat El Barca hingga musim 2023.

Beberapa hari ke depan Aguero akan melakukan tes medis di Camp Nou. Sang pemain pun bersiap untuk menjalani pentas baru bersama tim terkuat Eropa.

Bagaimana Dengan Messi?

Kepindahan Aguero tak lepas dari rekan setimnya di Argentina, Lionel Messi. Keduanya sangat akrab sejak berkarir dalam pentas sepak bola amatir.

Messi merupakan daya tarik agar Aguero berlabuh ke Camp Nou. Namun ada kabar tak sedap tentang bintang Barcelona itu. Seperti diketahui, La Pulga bakal absen dalam memimpin timnya berlaga melawan Eibar, Sabtu (22/05/2021) malam.

Pemain 33 tahun itu telah meninggalkan Camp Nou sejak sesi latihan tim, Jumat (21/05/2021).

Namun Romano menampik kabar kepergian Messi. Dirinya meyakini bahwa sang pemain tetap bertahan hingga pensiun.

Inginkan Trofi, Harry Kane Minta Dijual Tottenham Hotspur

BabakTambahan – Bomber Tottenham Hotspur, Harry Kane nampaknya sudah bosan menjadi pemain profesional tanpa juara. Pria asal Inggris itu mendesak manajemen untuk segera menjualnya ke klub lain.

Beberapa bulan lalu, Harry Kane mulai merasakan ketidakbahagiaan bersama The Lilywhites. Terbukti bahwa Ia telah memberikan segalanya untuk tim. Namun sayangnya prestasi bersama klub masih tidak berjalan mulus seperti yang diinginkan.

Sempat ada kabar bahwa Manchester United ingin merekrut Harry Kane. Namun pihak klub masih memagarinya lantaran peran sang pemain masih belum tergantikan.

Menurut laporan The Overlap, Kane siap keluar dari Tottenham Hotspur Stadium untuk merasakan gelar juara.

“Saya pun tidak bisa berjanji untuk bertahan lama di Spurs. Karena semua pemain pasti ingin mengangkat sejumlah trofi bergengsi selam aktif berkarir,” tegas Kane.

Sangat Butuh Trofi

Wajar saja jika pemain sekelas Harry Kane sangat butuh trofi. Sebab beberapa klub terbaik Eropa pun melihat kapasitasnya selama bermain di lapangan.

Namun beberapa pihak meyakini bahwa Striker 27 tahun berada di klub yang salah. Seharusnya Ia menikmati keindahan dalam bermain sepak bola jika musim lalu memperkuat Manchester United.

Kane mengatakan, dirinya tak ingin pensiun tanpa gelar. Karena saat ini Ia sangat berpotensi untuk menembus skuad terbaik di salah satu klub papan atas Eropa.

“Saya masih kuat bermain hingga 8 tahun ke depan. Karena saya haus gelar,” ucap Kane.

“Target saya yaitu mempersembahkan lebih banyak trofi dan mengemas puluhan gol. Saya rasa itu bukan hal yang muluk – muluk bagi seorang Striker,” tandasnya.

Menanti Suatu Keputusan

Harry Kane menyadari bahwa keinginannya untuk pindah klub tak kan berjalan mulus. Sebab dirinya masih harus menanti suatu keputusan terhadap pihak klub.

“Saya akan melakukan segala cara agar manajemen bisa menjual saya pada klub yang lebih layak. Sebab tak ada gunanya jika saya menghabiskan karir tanpa mencicipi trofi,” kata Kane.

“Pihak klub telah melepas pelatih terbaik dalam karir saya, apakah saya tidak bisa sepertinya?” tutupnya.

Antonio Rudiger, Monster Paling Mengerikan Bagi Skuad Arsenal

BabakTambahan – Kiper utama Arsenal, Bernd Leno baru – baru ini buka suara tentang pemain yang paling mengerikan bagi timnya musim 2020-2021. Pria asal Jerman itu menyebut bahwa bek tangguh Chelsea, Antonio Rudiger merupakan sosok monster asal London.

Leno menegaskan, Antonio Rudiger telah menjadi bek paling ganas di pentas English Premier League musim ini. Pemain 28 tahun itu bergabung dengan The Blues di musim 2017. Faktanya Ia langsung memikat hati para pelatih tim sejak era Antonio Conte, Frank Lampard hingga Thomas Tuchel.

Sebelumnya, Antonio Rudiger sempat menepi beberapa laga lantaran mengalami penurunan performa. Namun di musim ini, Ia pun langsung mengisi skuad utama. Di era Thomas Tuchel, permainannya makin berkembang pesat.

Tak Mudah Dilewati

Antonio Rudiger terbilang memiliki segalanya yang dibutuhkan sebagai seorang bek tengah. Mantan pemain AS Roma itu dianugerahi fisik yang prima dan kuat dalam berduel satu lawan satu.

Seperti dilaporkan Football London, Leno menambahkan bahwa pemain tersebut merupakan sosok yang tidak mudah dilewati.

“Seluruh pemain Arsenal menyebut bahwa sangat tidak mudah untuk berhadapan dengan Rudiger. Ia sangat alot dalam segala hal. Saya rasa Ia sangat cocok bermain di pentas penuh drama lantaran selalu memberikan kontribusi besar terhadap tim,” tegas Leno.

“Tak hanya Rudiger saja, Timo Werner juga sering merepotkan jantung pertahanan lawan. Werner sangat bagus dalam menempatkan posisi sebelum menerima umpan manja. Tak heran jika mereka jarang tersentuh kekalahan pada beberapa laga terakhirnya,” sambungnya.

Dukungan Sang Pelatih

Perjalanan Antonio Rudiger tentu tidak semulus saat ini. Di era kepelatihan Frank Lampard, pemain berpaspor Jerman itu tersingkir dari skuad utama lantaran kalah saing dengan beberapa pemain.

Namun sejak Chelsea menunjuk Thomas Tuchel sebagai pelatih, Rudiger langsung tampil moncer. Sang pelatih pun terus mendukungnya untuk tetap bertahan di Stamford Bridge.

“Saya siap memberikan dukungan penuh terhadap sang pemain. Karena Ia merupakan sosok bek terbaik,” kata Tuchel.

“Chelsea bersyukur memiliki bek seperti dirinya. Tak hanya tangguh, Ia pun sangat berani mengambil keputusan penting selama pertandingan berjalan. Saya harap Ia akan memperpanjang kontrak untuk bertahana lebih lama bersama kami,” tutupnya.

Tampil Apik, Karim Benzema Masuk Daftar Skuad Timnas Prancis

BabakTambahan – Striker andalan Real Madrid, Karim Benzema akhirnya dipanggil Didier Deschamps untuk memperkuat Timnas Prancis pada Euro 2020 mendatang.

Sang pelatih pun sangat iba ketika Karim Benzema terlempar pada tim utama beberapa tahun lalu. Setelah melihat penampilannya bersama Los Blancos, Striker 33 tahun itu pun berhasil menyingkirkan 1 pemain inti Les Bleus, Anthony Martial.

Sebelumnya, Karim Benzema keluar dari skuad Prancis pada tahun 2015 lantaran mengalami konflik pribadi dengan Mathieu Valbuena. Namun belakangan ini Deschamps tak mau ambil pusing tentang kejadian tersebut.

Beberapa waktu lalu, pelatih 52 tahun itu langsung memanggilnya untuk bertandem dengan beberapa pilar terbaiknya demi meraih trofi bergengsi 4 tahunan sekali.

Pemain Penuh Pengalaman

Deschamps memiliki alasan tersendiri mengapa dirinya menunjuk Karim Benzema sebagai Target Man Timnas Prancis. Menurut laporan Marca, sang pelatih telah memahami kualitas dan gaya main Benzema. Ia pun percaya bahwa kehadirannya akan merubah permainan tim jadi lebih kuat.

“Sudah banyak situasi sulit yang saya hadapi. Namun Timnas Prancis milik semuanya. Saya ingin menjadikannya sebagai ujung tombak terbaik pada kompetisi mendatang,” ujar Deschamps.

“Namun Benzema akan mendapatkan persaingan ketat dari beberapa pemain, terutama Olivier Giroud. Adanya persaingan ini akan membuatnya semakin tajam di setiap pertandingan,” tandasnya.

Tandem Terbaik Mbappe

Karim Benzema akan mendapatkan ke untuk bermain bersama Striker lincah dan cepat sekelas Kylian Mbappe. Sejatinya pemain PSG itu sukses memberikan 1 trofi Piala Dunia untuk Prancis.

Di satu sisi juga ada nama Antoine Griezmann dan Ousmane Dembele yang siap menopang serangan dari segala sisi. Sang pelatih meyakini bahwa mereka bisa bekerja sama dengan baik untuk mengemas lebih banyak kemenangan.

“Mereka merupakan Striker kelas dunia yang kami miliki saat ini. Saya berharap agar mereka mampu berkolaborasi seperti bermain dengan klub,” seru Deschamps.

“Ada kabar buruk dengan mendatangkan Benzema ke dalam skuad utama. Martial harus keluar dari tim. Mengingat kondisinya yang kurang memungkinkan untuk berlaga,” tutupnya.

Gantikan Peran Cristiano Ronaldo, Juventus Incar Mauro Icardi

BabakTambahan – Raksasa Serie A, Juventus tengah dipusingkan terkait pengganti Cristiano Ronaldo yang akan hengkang di akhir musim ini. Kabarnya Striker Paris Saint-Germain, Mauro Icardi terpilih sebagai sosok yang tepat untuk mengawal barisan depan Bianconeri.

Ronaldo yang telah gagal mempersembahkan gelar Liga Champions terhadap timnya bertekad untuk pergi dari Turin. Situasi itu sangat pahit lantaran sang pemain selalu menjadi pilihan utama. Namun belakangan ini Si Nyonya Tua sangat yakin bahwa Mauro Icardi siap menjadi menggantikan perannya sebagai juru gedor.

Tak semudah itu kehilangan pemain terbaik dunia. Namun keputusan sang pemain mungkin sudah mutlak. Calciomercato mengklaim bahwa Mauro Icardi merupakan sosok yang tepat untuk merusak jantung pertahanan lawan.

Pemain asal Argentina itu telah mengenyam pentas Serie A sejak berseragam Inter Milan. Wajar saja jika Juve ingin memboyong jasanya di musim depan.

Naksir Berat

Musim lalu Juventus sempat memasukkan nama Mauro Icardi ke dalam daftar belanja klub. Akan tetapi pemain 28 tahun enggan keluar dari PSG lantaran ingin mempersembahkan trofi UCL.

Namun sayangnya impian itu harus musnah di tangan Manchester City pada babak semifinal. Icardi hanya bisa melihat timnya dihajar The Citizens dari bangku cadangan.

Melihat situasi itu, Juve memanfaatkan momentum ini agar sang pemain membuka peluang untuk berlabuh ke Turin.

Terbuka Lebar

Menurut laporan tersebut, Juventus semakin berpeluang lebar untuk mendapatkan tanda tangan Mauro Icardi. Sebab PSG sangat butuh suntikan dana besar demi mempertahankan pilar terbaiknya, Kylian Mbappe dan Neymar Junior.

Bianconeri hanya perlu melakukan negosiasi secara mulus dengan Les Parisiens agar penyerang tersebut siap pergi ke Parc des Princes.

Nilai Jual

Tentu tak semudah itu Juventus mengangkut Icardi dari pentas Ligue 1. Rumornya sang Striker memiliki nilai jual yang cukup tinggi lantaran masih menyisakan kontrak 2 musim.

PSG hanya akan menjualnya seharga 50 Juta Euro. Mahar transfer ini dinilai cukup tinggi. Mengingat kondisi keuangan Bianconeri masih belum sepenuhnya stabil.

Namun pihak manajemen akan berupaya keras agar sang pemain bisa hijrah ke Juventus sekalipun menyertakan barter pemain.

Gagal Menang Tas Celta Vigo, Pertanda Karir Akhir Lionel Messi di Barcelona

BabakTambahan – Striker Barcelona, Lionel Messi gagal membawa timnya menang atas tamunya, Celta Vigo di Camp Nou, Minggu (16/05/2021). Pada laga itu, Barcelona menyerah 1 – 2 atas tim tamu.

Sejatinya pekan ke-37 merupakan momentum yang sangat besar bagi Lionel Messi dan kolega. Sebab mereka masih berpeluang untuk menyegel gelar juara La Liga musim 2020-2021. Akan tetapi, harapan tersebut musnah ketika Celta tampil apik sejak awal babak pertama.

Lionel Messi sempat memimpin kemenangan atas timnya selama babak pertama. Namun sayangnya pasukan Eduardo Coudet mampu membalikkan keadaan berkat Brace Santi Mina di menit ke-37 dan 88.

Kisah Messi di Musim Ini

Lionel Messi telah memberikan yang terbaik pada laga tersebut. Terbukti bahwa Ia mampu mencetak gol melalui sundulan kepala. Hal itu merupakan momen paling langka bagi pemain bertubuh kecil.

Di musim ini, La Pulga mengemas 30 gol dalam pentas La Liga. Uniknya, pemain asal Argentina itu selalu menorehkan catatan tersebut mulai dari musim 2012.

Dalam sejarah La Liga, Messi menjadi Striker pertama yang membukukan 30 gol atau lebih selama 9 musim beruntun.

Karir Akhir Bersama Barcelona?

Barcelona berhak panik atas kekalahan yang dialami pada laga itu. Sebab beberapa rumor mengatakan bahwa Lionel Messi bakal mengakhiri karirnya di musim ini.

Di pertandingan akhir La Liga nanti, Barca akan berhadapan dengan Eibar. Kalah atau menang tak mempengaruhi posisi klasemen. Atletico Madrid hanya butuh 1 poin untuk menjadi juara La Liga musim 2020-2021.

Menurut kabar Marca, laga melawan Eibar akan menjadi saksi bahwa Messi bakal menginjakkan kaki terakhirnya di pentas Liga Spanyol.

Bisa Apa Tanpa Messi

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman sangat cemas mendengar kabar tersebut. Ia menyebut bahwa Messi merupakan jantung Barcelona.

Sejak masuk sebagai skuad senior, pria 33 tahun itu langsung menunjukkan aksi magisnya berkat bantuan Ronaldinho. Kemudian, Ia menjelma sebagai predator terbaik dunia dan hingga kini sukses mengemas 6 kali trofi Ballon d’Or dan sederet prestasi terbaik lainnya.

“Saya berharap Messi tetap bertahan di Camp Nou. Karena Ia merupakan pemain terbaik yang kami miliki saat ini,” terang Koeman.

Kontrak Habis, Arsenal Lepas David Luiz Secara Gratis

BabakTambahan – Masa depan bek veteran Arsenal, David Luiz kini sudah diputuskan. Menurut media Inggris, pemain asal Brazil itu enggan untuk memperpanjang kontrak di akhir musim ini.

Karir David Luiz di Emirates Stadium boleh dibilang cukup singkat. Sejatinya, pria 34 tahun itu berseragam The Gunners sejak musim 2019 dengan mahar transfer senilai 8 Juta Pounds.

Sejak bermain bersama Chelsea, David Luiz telah memberikan kontribusi yang sangat besar. Akan tetapi kualitasnya menurun sejak tiba ke klub London Utara. Terbukti bahwa bek tangguh tersebut acap kali melakukan blunder.

Di bawah kepelatihan Mikel Arteta, Ia mulai mengembalikan performa terbaiknya. Akan tetapi, pihak klub bakal melepasnya secara gratis pada jendela transfer Juli mendatang.

Tak Ada Proposal Perpanjangan Kontrak

Masa bakti David Luiz bersama Arsenal tak kan berlanjut. Karena faktanya kontrak sang pemain bakal berakhir Juni mendatang. Hingga kini, Arsenal tidak mengajukan proposal perpanjangan kontrak.

Menurut kabar Goal International, pihak manajemen telah melakukan pertemuan dengan Luiz. Hasilnya bek tersebut memutuskan untuk berpisah.

Sesuai kesepakatan, Arsenal tidak mendapatkan pemasukan atas kepergian sang pemain. Namun setidaknya mereka mampu meminimalisir pengeluaran berdasarkan gaji yang diberikan.

Laporan tersebut mengklaim bahwa Luiz sangat tertarik untuk menjajal pentas Liga Portugal. Ia ingin sekali memperkuat Benfica. Namun hingga kini masih belum ada tawaran resmi terkait masa depan sang pemain.

Dapatkan Bek Baru

Kepergian David Luiz tentu tidak membuat Arsenal terpukul. Sebab klub London tersebut tengah mengincar sosok pengganti yang lebih layak darinya.

Selama ini, filosofi Arsenal mulai goyah selepas kepergian pelatih Arsene Wenger. Di musim lalu, mereka mendapatkan pemain muda berbakat seperti Kieran Tierney, Emile Smith Rowe dan Bukayo Saka.

Dan musim depan, mereka akan memulangkan bek terbaik OGC Nice, William Saliba. Sebab sebelumnya, pemain asal Prancis itu diterjunkan ke Ligue 1 untuk mendapatkan pengalaman di Liga profesional.

Sosok pemain 20 tahun itu sudah mulai memberikan penampilan terbaiknya. Tercatat bahwa Ia telah mengemas 16 pertandingan bersama Les Aiglons.

Mulai Panas, Sadio Mane Tolak Jabat Tangan Jurgen Klopp

BabakTambahan – Beredar kabar tak sedap pasca Liverpool menang atas Manchester United di Old Trafford, Jumat (14/05/2021). Dimana sang Striker The Reds, Sadio Mane menolak jabat tangan dengan sang pelatih, Jurgen Klopp.

Pada laga itu, Liverpool menang telak dengan skor akhir 4 – 2. Walau begitu, Sadio Mane tampak tidak senang dengan kepuasan yang diberikan pelatih asal Jerman itu.

Terbukti bahwa pemain asal senegal itu tidak dimasukkan ke dalam skuad utama. Seperti apa situasi keduanya saat ini? Berikut ulasan lengkapnya!

Sangat Marah

Seperti yang dilaporkan BBC Sport, Sadio Mane terlihat sangat marah lantaran Klopp tidak menurunkannya sejak babak pertama. Ironisnya, posisi pria 29 tahun itu diisi Diogo Jota.

Mane masuk sebagai pengganti Jota di menit ke-73. Seusai laga, eks penyerang Southampton itu enggan menjabat tangan sang pelatih. Malah Ia melewatinya begitu saja seraya menggelengkan kepala.

Tanggapan Sang Manajer

Laporan tersebut mengklaim bahwa telah terjadi kesalahpahaman antara keduanya. Klopp tidak sempat memberikan penjelasan mengapa dirinya mencadangkan Sadio Mane.

“Saya sangat lupa untuk memberikan arahan terhadap para pemain, terutama Mane. Biasanya hal tersebut selalu saya lakukan seusai latihan,” tegas Klopp.

“Telah banyak perubahan yang dilakukan dalam sesi latihan. Namun saya tidak terpikirkan untuk memberikan penjelasan tentang perubahan komposisi pemain,” tambahnya.

Terlalu Arogan

Pandit sepak bola Inggris, Graeme Souness menyebut bahwa sikap Sadio Mane terlalu arogan. Tak sewajarnya seorang pemain berbuat seperti itu terhadap pelatih.

“Jika saya pelatihnya, tentu saya akan merasa terpukul,” ucap Souness.

“Sejatinya Ia tidak begitu banyak berkontribusi di musim ini. Mengapa Ia tidak hormat, itu di luar dugaan saya. Setidaknya Ia wajib bersikap seperti pemain profesional pada umumnya,” tandasnya.

Emosi Berlebihan

Eks pemain Liverpool, Jamie Redknapp pun merasa heran mengapa ada pemain yang berani melakukan hal tersebut terhadap Klopp. Padahal sebelumnya, eks pelatih Borussia Dortmund itu disegani oleh para pemain profesional.

“Saya rasa emosi Mane sangat berlebihan. Baru kali ini momen tersebut terjadi pada pelatih top Eropa. Semoga Ia mendapatkan pelajaran berharga atas sikap yang dilakukannya,” seru Redknapp kepada BBC Sport.

Tak Lama Lagi, Juventus Bakal Pecat Andrea Pirlo

BabakTambahan – Kabar tentang pemecatan pelatih Juventus, Andrea Pirlo kini telah menyebar luas. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa pelatih asal Italia itu masih memiliki 2 laga sisa bersama timnya sebelum pergi dari Turin.

Juventus sedang dalam masa – masa sulit di musim ini. Terbukti bahwa gelar Scudetto kali ini mendatangi saingan terberatnya, Inter Milan. Parahnya lagi, pelatih Inter saat ini merupakan mantan juru racik Bianconeri beberapa tahun lalu.

Mendatangkan Andrea Pirlo sebagai pengganti Massimiliano Allegri rupanya tidak seindah ekspektasi awal. Dimana pria 41 tahun itu bakal segera dipecat dalam waktu dekat.

Ironisnya, pasukan Andrea Pirlo akan terancam berlaga di pentas Liga Champions musim depan. Itu bukan karena skandal European Super League, melainkan posisi mereka saat ini bertengger di urutan kelima.

Jika dalam pekan ini mereka tidak mampu mendapatkan 3 poin, maka harapan untuk bermain di Liga Eropa akan sirna. Namun mereka masih berkesempatan untuk meramaikan pentas Liga Europa.

Siapkan Rencana Pemecatan

Banyak publik maupun fans yang menyemarakkan nama Andrea Pirlo harus segera keluar. Sebab kabar tersebut telah santer terdengar ketika dirinya gagal memberikan yang terbaik di musim perdananya.

Di akhir musim ini, Pirlo masih mendapatkan PR untuk memberikan gelar lain seperti Coppa Italia dan Supercoppa Italia. Namun trofi tersebut tidak terlalu berarti dibandingkan dengan Scudetto dan UCL.

Menurut laporan Corriele della Sera, manajemen klub telah menyiapkan rencana pemecatan sang pelatih. Presiden klub, Andrea Agnelli segera mengumumkan momen tersebut setelah Pirlo merampungkan tugasnya hingga akhir musim.

Nama Kandidat Baru

Nampaknya meskipun Andrea Pirlo sukses memberikan gelar juara terhadap dua kompetisi itu. Namun pihak klub tetap akan memecatnya, sekalipun Ia berhasil membuat timnya finish di posisi 4 besar.

Agnelli telah memiliki beberapa nama pelatih yang merupakan kandidat terkuat sebagai penerus Pirlo. Yang pertama yaitu Zinedine Zidane. Pelatih Real Madrid ini juga diambang pintu keluar pasca kegagalannya dalam Liga Champions.

Sementara itu, ada nama Massimiliano Allegri yang bakal bereuni dengan Agnelli. Keduanya merupakan insan yang saling melengkapi. Bisa jadi pelatih 53 tahun itu yang seharusnya dipilih sebagai pelatih baru.

Edinson Cavani Resmi Bertahan di Manchester United

BabakTambahan – Masa depan striker veteran Manchester United, Edinson Cavani telah terdengar ke publik. Eks penyerang Paris Saint-Germain itu memutuskan untuk tetap bertahan di Old Trafford hingga musim depan.

Awalnya Edinson Cavani bakal cabut dari MU untuk berlaga di salah satu klub Amerika Selatan lantaran faktor keluarga. Namun setelah melakukan pembicaraan secara intern, pihak manajemen akhirnya resmi menyodorkan kontrak baru terhadap sang pemain.

Mulanya Edinson Cavani merupakan pemain yang berstatus free transfer musim 2020-2021. Sementara Manchester yang tertarik padanya langsung mengeluarkannya dari Parc des Princes.

Debut perdananya masih belum terlihat. Namun belakangan ini, penampilannya sangat gemilang. Bersama Paul Pogba dan Bruno Fernandes, pria 34 tahun itu menjelma sebagai Striker paling buas di depan muka gawang.

Hanya Satu Musim

Beberapa waktu lalu, ayah Edinson Cavani telah mengkonfirmasi bahwa sang pemain bakal pergi ke klub lain. Namun Ia telah memutuskan untuk melanjutkan karirnya bersama Setan Merah satu musim ke depan.

“Keinginan saya untuk angkat kaki dari Manchester United nyaris terjadi. Namun saya melihat bahwa dukungan dari sejumlah pihak terutama para fans menyadarkan saya untuk tetap bertahan,” tegas Cavani seperti yang dilaporkan Goal International.

“Dan mungkin ini waktu yang tepat untuk tampil lebih baik lagi agar mampu memberikan sejumlah gelar bergengsi terhadap klub,” tandasnya.

Harapan Sang Pelatih

Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer sangat bangga lantaran Edinson Cavani tidak jadi pergi di musim depan. Ia pun sangat berharap bahwa sang pemain mampu mematahkan semua ekspektasi klub yang hingga kini terpendam.

“Sering kali saya bicara dengan Cavani. Sebetulnya keputusannya untuk pergi di musim ini telah mencapai final. Namun entah mengapa Ia merubahnya. Saya melihat bahwa Ia ingin meninggalkan klub setelah berhasil memberikan gelar,” ucap Solskjaer.

“Saya tahu bagaimana karakter yang dimilikinya saat bermain di lapangan. Kehadirannya sungguh sangat luar biasa dalam beberapa laga sebelumnya. Karena itulah saya terus membujuknya untuk bermain lebih lama agar sama – sama berkesempatan untuk memajukan prestasi klub,” tutupnya.

AC Milan Bantai Juventus di Markas Sendiri, Fabio Capello: Sangat Memalukan!

BabakTambahan – AC Milan terlalu perkasa bagi Juventus dalam laga sisa. Bukitnya, Rossoneri sukses menyarangkan 3 gol tanpa balas ke gawang Bianconeri dalam lanjutan Liga Italia Serie A pekan ke-35 di Allianz Stadium, Senin (10/05/2021) dini hari WIB.

Eks pelatih AC Milan, Fabio Capello menyebut bahwa penampilan tuan rumah pada laga tersebut sangat memalukan. Faktanya, mereka tak biasanya bermain seperti itu di markas sendiri. Terlebih harus mengalami kekalahan tanpa gol balasan.

Sesuai statistik, 3 gol kemenangan Milan dicetak oleh Fikayo Tomori, Ante Rebic dan Brahim Diaz. Sementara permainan tuan rumah sama sekali tidak menegangkan sejak awal babak pertama.

Fabio Capello menambahkan, era kejayaan Juventus mungkin telah berakhir. Sebab itu mereka harus rela jika kehilangan asa untuk berlaga di Liga Champions musim depan.

Tak Habis Pikir

Pasca pertandingan, Fabio Capello menilai hasil buruk yang dialami oleh tim besutan Andrea Pirlo. Pria 74 tahun itu tak habis pikir melihat mantan timnya dipermalukan di markas sendiri.

“Saya tidak melihat permainan mereka selama babak pertama. Mereka tidak mampu memecah kebuntuan seperti pada pertandingan terakhirnya,” ucap Capello pada Sky Sport Italia.

Kurang Ganas Lagi

Fabio Capello pun mengklaim bahwa performa Milan masih kurang ganas lagi. Meskipun menang telak, namun setidaknya mereka masih memiliki peluang untuk menambah kredit gol.

“Milan sangat bermain lepas, namun masih banyak celah yang harus mereka benahi. Secara keseluruhan, mereka telah memberikan yang terbaik agar mampu finish pada 4 besar klasemen akhir,” seru Capello.

Bukan Kandidat ESL

Fabio Capello juga menyiasati penampilan antara kedua tim yang kabarnya mereka termasuk calon tim penghuni European Super League (ESL). Secara terang – terangan pria asal Italia itu mengatakan bahwa keduanya bukan kandidat Liga super.

“Mereka telah melakukan kesalahan selama paruh pertama. Salah umpan, salah penempatan dan kesalahan lainnya. Saya pun juga heran mengapa mereka menjadi bagian dari Liga tersebut,” tandas Capello.

“Apakah mereka layak main di Liga penuh gengsi? Saya pun tak yakin akan hal itu,” tutupnya.

Sisi Menarik Jelang Duel Barcelona vs Atletico Madrid

BabakTambahan – Penentuan juara utama La Liga sudah mulai tercium. Pada partai lanjutan Jornada ke-35, Barcelona akan menjamu Atletico Madrid di Camp Nou, Sabtu (08/05/2021).

Barcelona wajib menang pada laga itu. Sebab saat ini pasukan Ronald Koeman berada di urutan ketiga dengan mengoleksi 74 poin. Sementara Atletico tetap bertahan di puncak klasemen dengan raihan 76 poin.

Banyak sekali sisi menarik menjelang laga tersebut. Menurut beberapa laporan, keduanya tak kan membiarkan celah kosong untuk para lawan mencetak gol. Dan beberapa situasi tersebut telah digambarkan seperti beberapa uraian di bawah ini.

Barca Menang, Atletico Madrid Gagal Juara

Atletico merupakan penantang terberat Barcelona sejak beberapa musim lalu, tepatnya ketika mereka menunjuk Diego Simeone sebagai pelatih utama.

Dulunya Barca hanya memiliki 1 rival yaitu Real Madrid. Namun Los Colchoneros hadir untuk mempersengit perburuan gelar Liga domestik. Jika Barca menang pada laga nanti, otomatis Atletico tidak memiliki harapan juara.

Kalah Head to Head

Berdasarkan statistik La Liga musim ini, Barcelona kalah Head to Head atas Atletico Madrid. Pada pertandingan pertama, El Barca tertinggal 0 – 1 atas Los Colchoneros.

Apabila hingga musim berakhir kedua tim memiliki poin yang sama, maka Barca tidak layak dicap sebagai juara. Sebab mereka tertinggal jumlah gol. Dan menyikapi hal tersebut, Lionel Messi dan kolega wajib menang setidaknya dengan jumlah defisit 2 gol.

No Margin for Error

Ungkapan ini sangat tidak asing lagi dalam dunia sepakbola. Biasanya julukan “No Margin for Error” sering muncul pada babak semifinal di semua ajang kompetisi. Uniknya, laga antara Barcelona vs Atletico Madrid nanti layaknya semifinal lantaran menjadi penentu siapa yang akan menjadi juara utama.

Sejatinya mereka masih akan menyisakan 3 pertandingan, namun semuanya akan ditentukan dalam pekan ini. Kondisi Barca saat ini sedang dalam performa bagus. Sementara kubu tim tamu, mereka pun juga akan bermain dengan skuad full team.

Menurut beberapa laporan Spanyol, laga tersebut akan berjalan sengit lantaran baru saja terjadi dalam sejarah La Liga Santander.

Villarreal Gagalkan Pertemuan All English Final di Pentas Eropa

BabakTambahan – Salah satu tim terbaik La Liga, Villarreal baru saja mengubur mimpi Arsenal untuk berlaga di partai final UEFA Europa League musim 2020-2021. Sebab pasukan Unai Emery berhasil meraih hasil imbang 0 – 0 pada Jumat (07/05/2021) dini hari WIB.

Secara otomatis Villarreal berhak lolos untuk menantang Manchester United di partai final setelah mengantongi agregate 2 – 1. Mereka akan berlaga di Gdansk Arena, Polandia, Kamis (27/05/2021).

Ada sisi menarik dari kemenangan Villarreal. Dimana The Submarines sukses menggagalkan pertemuan perdana All English Final di pentas Eropa.

Telah diketahui bahwa partai final Liga Champions musim ini akan mempertemukan 2 wakil Inggris antara Manchester City vs Chelsea.

Kepuasan Pelatih dan Tim

Villarreal merupakan tim yang sudah menjadi pelanggan setia berlaga di pentas Liga Europa. Jadi tak heran ketika mereka mampu membuat Arsenal tak berdaya di depan publik sendiri.

Emery yang merupakan mantan pelatih Arsenal sangat kehabisan kata – kata pasca laga tersebut. Menurutnya, hasil itu memang layak terjadi. Karena sepak bola merupakan ladang drama bagi semua pihak.

“Menggagalkan dominasi Inggris dalam Liga Eropa merupakan hal yang sangat istimewa. Sebelumnya kami pun sempat ragu apakah Arsenal mampu mencetak gol kemenangan. Tapi nyatanya mereka gagal membuat gol balasan,” tegas Emery.

“Kami semua sangat puas dengan hasil ini. Namun keputusan itu tak kan berarti jika tidak mampu memulangkan trofi pada laga final,” sambungnya.

Arsenal Banjir Hujatan

Melihat keberhasilan Villarreal saat menggagalkan Arsenal melaju ke partai final, serbuan para netizen dan sejumlah wartawan lokal Inggris melontarkan hujatan terhadap The Gunners.

Tak sedikit dari mereka yang merasa bahwa permainan Tim Meriam sangat bapuk. Mereka sama sekali tidak membahayakan gawang lawan sejak menit – menit awal.

Di sisi lain, salah satu penyiar TV asal Inggris, Piers Morgan mengatakan bahwa masa bakti Mikel Arteta telah berakhir. Sudah waktunya mereka ganti pelatih dengan yang lebih baik.

Cibiran tersebut tengah santer hingga saat ini. Namun manajemen Arsenal masih belum melakukan tindakan lebih lanjut terkait masalah tersebut.