Arsenal Mulai Pertimbangkan Lepas Alexandre Lacazette

BabakTambahan – Salah satu klub papan atas Liga Inggris, Arsenal dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk segera menjual bintang veterannya, Alexandre Lacazette di bursa transfer Januari mendatang.

Kabar tersebut bukan merupakan berita baru, melainkan sudah membasahi Transfer Window musim lalu. Dimana Alexandre Lacazette diyakini akan dibuang The Gunners lantaran mengalami penurunan performa.

Berdasarkan detail kontrak, masa bakti Alexandre Lacazette di Emirates Stadium akan kadaluarsa pada akhir musim depan. Jika Arsenal tidak melepasnya di paruh musim mendatang, mereka tak kan mendapatkan apa – apa atas kepergiannya.

Sebab pemain 30 tahun itu akan berstatus sebagai Free Agent. Dan tentunya hal tersebut akan merugikan pihak klub.

Temukan Calon Pengganti

Alexandre Lacazette mungkin sudah tidak menemukan masa depan lagi jika masih berdiam diri di Emirates Stadium. Sebab pihak klub telah menemukan calon pengganti yang tepat untuk dijadikan predator haus gol di musim depan.

Seperti yang dilaporkan The Sun, The Gunners mulai memantau jam terbang Striker Everton, Dominic Calvert-Lewin.

Tak hanya tampil sebagai penerus Laca, pria berdarah Inggris itu pula diyakini akan menggusur posisi Pierre-Emerick Aubameyang.

Diketahui bahwa Auba sudah mulai tua dan terbukti jarang memberikan sumbangan gol serta permainan terbaiknya sejak musim lalu.

Bisa Jadi Gagal Total

Upaya Arsenal untuk mendapatkan tanda tangan Calvert-Lewin bisa jadi gagal total. Sebab Striker Everton itu masih memiliki kontrak jangka panjang hingga musim 2025 mendatang.

Menurut laporan yang sama, mereka pun juga memiliki kandidat lain yang siap menduduki posisi Alexandre Lacazette. Pemain tersebut penyerang Aston Villa, Ollie Watkins.

The Gunners menilai bahwa Watkins memiliki jam terbang dan pengalaman yang cukup bagus dalam merusak tembok pertahanan lawan. Akan tetapi, penyerang tersebut juga terikat kontrak panjang dengan The Lions.

Kemungkinan besar bahwa mereka tak kan berhasil merekrut pemain incarannya. Dan hanya ada satu pilihan jika mega proyek tersebut gagal, yaitu tetap mempertahankan Laca hingga akhir musim atau mencari pemain lain yang diyakini mampu memberikan penampilan sesuai ekspektasi klub.

Cari Pengganti Varane, Real Madrid Tunjuk Pau Torres

BabakTambahan – Klub raksasa Spanyol, Real Madrid tengah mengalami krisis lini belakang di musim 2021-2022. Pasalnya mereka belum menemukan pengganti yang sepadan setelah melepas Raphael Varane ke Manchester United. Namun belakangan ini muncul kabar bahwa mereka tengah menunjuk bek Villarreal, Pau Torres sebagai target utama.

Diketahui bahwa kapten Los Galacticos, Sergio Ramos telah berpisah sebelum akhirnya disusul Varane. Kedua bek tangguh tersebut merupakan tembok pertahanan El Real sejak beberapa musim lalu. Namun musim ini lini belakang mereka dinilai mulai keropos.

Sempat mendatangkan bek Bayern Munchen, David Alaba. Namun pria tersebut kurang memberikan penampilan optimal. Pada akhirnya nama Pau Torres telah dijadikan pemain utama yang harus diangkut pada bursa transfer Januari mendatang.

Seperti yang dilaporkan Marca, Pau Torres dikabarkan siap meninggalkan Estadio de la Ceramica. Sebab bek 24 tahun itu ingin menjadi bagian dari salah satu klub terbaik Eropa.

Bek Muda Berbakat

Menurut laporan tersebut, Pau Torres telah digadang – gadang sebagai salah satu bek muda berbakat. Terbukti bahwa pria kelahiran Spanyol itu telah tampil konsisten sejak bermain sebagai starter.

Bersama The Submarines, Torres telah memberikan penampilan yang luar biasa. Sebelumnya sempat ada klub Inggris yang mengincarnya. Namun sang pemain hanya ingin berdedikasi tinggi untuk tim yang telah membesarkan namanya.

Dan lain cerita jika kini telah muncul ketertarikan Real Madrid. Diyakini bahwa bek tersebut siap menjadi palang pintu terbaik di bawah asuhan Carlo Ancelotti.

Sangat Murah

Masih berdasarkan laporan yang sama, Real Madrid tampak beralasan mengapa mereka mengincar Pau Torres sebagai sosok penerus Varane. Itu karena harga jual sang bek tidak terlalu tinggi.

Kabarnya Torres hanya akan dijual dengan harga sekitar 50 Juta Euro. Nilai tersebut tidak memberatkan manajemen Madrid. Apalagi mereka telah menyimpan dana belanja sejak musim lalu.

Akan tetapi, duo raksasa Inggris, Tottenham Hotspur dan Manchester United mencoba untuk menggoda sang pemain. Namun semua itu tergantung keputusan Torres dan hasil negosiasi tim bersama Real Madrid.

Thomas Tuchel Tak Ingin Perpanjang Kekalahan Chelsea

BabakTambahan – Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel menegaskan bahwa dirinya tak ingin lagi melihat timnya menelan kekalahan pada laga berikutnya. Seperti diketahui, The Blues telah kehilangan poin penuh dalam 2 laga terakhirnya.

Yang pertama, Thomas Tuchel harus rela melihat Chelsea dikalahkan Manchester City dengan skor tipis 0 – 1 di Liga Domestik. Dan terbaru, mereka pun juga mengalami kekalahan yang sama saat berlaga melawan Juventus di pentas Liga Champions.

Sejatinya performa anak asuh Thomas Tuchel sudah cukup baik. Akan tetapi, dewi fortuna tidak memihak pada mereka.

Dari kekalahan itu, pelatih 48 tahun tersebut meyakini bahwa 2 laga kemarin merupakan pelajaran berharga gara timnya bisa tampil lebih baik ke depannya.

Masih Proses Adaptasi

Pelatih sekelas Thomas Tuchel tentu tidak bisa tenang ketika melihat timnya keok secara tak wajar. Namun Football Italia menyebut bahwa The Blues masih dalam tahap adaptasi.

Sebab di musim ini, mereka telah melepas beberapa pilar utamanya dan memasukkan sedikit wajah baru. Menariknya, mereka sukses memulangkan Romelu Lukaku dari Inter Milan yang diyakini sebagai ujung tombak serangan.

“Tidak mudah mengimbangi semua pemain dalam satu skuad. Terlebih saat berhadapan dengan Manchester City, mereka membuat kami kehilangan arah dan menyebabkan kami merelakan poin,” tandas Tuchel.

“Walau begitu kami akan terus berjuang sebelum akhir musim. Karena bagi kami, setiap kekalahan akan membuahkan hasil manis di penghujung Liga,” sambungnya.

Saatnya Untuk Bangkit

Hasil buruk pasca dikalahkan Juventus juga membuat Thomas Tuchel banyak belajar. Pelatih asal Jerman itu menilai bahwa timnya harus bangkit untuk kembali ke masa – masa kejayaan.

Laga berikutnya akan menjadi saksi bahwa mereka bisa memetik hasil positif. Jika tidak, Tuchel akan menambah porsi latihan demi menyeimbangkan atensi permainan.

“Diperlukan konsentrasi maksimal untuk menjalankan musim yang paling padat. Karena laga berikutnya sangat penuh tantangan,” seru Tuchel.

“Kami sangat percaya bahwa tak kan ada yang mustahil ketika semuanya telah bersatu. Dan saya siap menghapus catatan buruk di kemudian hari,” tutupnya.

Rombak Skuad, Jose Mourinho Rencanakan Proyek Baru

BabakTambahan – Pelatih utama AS Roma, Jose Mourinho masih belum kelar dalam melakukan perombakan skuad utama I Giallorossi. Pada bursa transfer bulan lalu, pelatih asal Portugal itu telah melepas beberapa pemain bintangnya.

Terbaru, Jose Mourinho masih kurang puas setelah melihat performa timnya di awal musim 2021-2022. Menurut laporan Bola.net, pelatih 58 tahun itu telah mendepak Pedro Rodriguez, Edin Dzeko dan Alessandro Florenzi.

Tak cukup sampai di situ saja, Jose Mourinho pun telah melego skuad kelas menengah seperti Steven N’Zonzi, Juan Jesus, Bruno Perez, Pau Lopez, Javier Pastore, Justin Kluivert dan Cengiz Under.

Mereka dinilai kurang matang jika masih berada di Olimpico hingga akhir musim depan. Makanya eks pelatih Real Madrid itu hanya ingin yang terbaik untuk timnya.

Mega Proyek Baru

Seperti yang dikabarkan Football Italia, Jose Mourinho tengah merencanakan mega proyek baru pada awal bursa transfer paruh musim Januari mendatang.

Kabarnya Mou masih akan mengempiskan skuad utama dengan membuang bek muda. Salah satunya yakni bek asal Amerika Serikat, Bryan Reynolds. Pria 20 tahun itu dinilai kurang layak untuk mengisi skuad utama Tim Ibukota.

Dilaporkan bahwa The Spesial One itu lebih memilih untuk menurunkan Roger Ibanez. Sebab dirinya memiliki kelincahan dalam memproteksi serangan lawan.

Dan kabarnya Ibanez akan bertugas sebagai bek kanan. Padahal posisi inti pemain tersebut bertugas sebagai bek tengah.

2 pemain Lagi

Tak hanya Reynolds yang akan menjadi tumbal di jendela transfer Januari mendatang, Jose Mourinho juga akan melepas 2 gelandang terbaiknya seperti Amadou Diawara dan Gonzalo Villar.

Sejatinya kedua pemain tersebut selalu menjadi pilihan utama pada era kepelatihan Paulo Fonseca. Akan tetapi mereka tidak masuk rencana Mou di musim depan.

Terbukti bahwa keduanya jarang tampil sejak laga awal Serie A musim 2021-2022. Selama ini, Mou hanya menunjuk Ebrima Darboe dan Bryan Cristante yang selalu bertengger di posisi tengah.

Sementara itu, Jordan Veretout masih tetap dipertahankan sebelum nantinya Mou melakukan belanja besar – besaran.

Mulai Tersisih di Manchester United, Edinson Cavani Ingin Pindah

BabakTambahan – Penyerang tunggal Manchester United, Edinson Cavani mulai merasa tidak puas dengan formasi timnya di musim 2021-2022. Sebab pemain asal Uruguay itu telah kehilangan jam bermain secara reguler.

Musim panas lalu telah menjadi saksi bahwa Edinson Cavani selalu diturunkan sebagai starter. Bukan karena kekurangan pemain depan, namun manajemen The Red Devils melihat bahwa pemain 34 tahun itu memiliki kualitas tinggi dalam menggedor jala pertahanan lawan.

Namun beberapa bulan terakhir Edinson Cavani tidak terlihat di skuad Setan Merah. Selain faktor cedera yang dialaminya, Ia pun diyakini tak kan mudah menembus skuad utama setelah kembali dari masa – masa pemulihan.

Kedatangan Cristiano Ronaldo

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer boleh dibilang terlalu terobsesi juara di musim ini. Hal itu terjadi sejak manajemen MU mampu memulangkan Cristiano Ronaldo dari Juventus.

Terbukti bahwa pemain asal Portugal itu telah menyumbangkan 4 gol dalam 3 laga di musim ini. Dan tentunya masa depan Edinson Cavani di Old Trafford tak kan bertahan lama.

Di tambah lagi perebutan jersey bernomor punggung 7 yang kental dengan diri Ronaldo. Seakan – akan Solskjaer menganakemaskan Ronaldo untuk merebutnya dari Cavani.

Terbukti bahwa eks pemain Real Madrid itu sukses mengenakan jersey nomor 7 di pentas Liga Champions. Namun hal itu tidak berlaku pada saat berlaga di Liga Primer.

Minta Pindah ke Barcelona

Menurut kabar The Daily Star, Edinson Cavani sangat tertarik untuk segera cabut dari The Theater of Dreams. Sebab peluang untuk menjadi pilihan utama dinilai menipis.

Terbaru, eks pemain PSG itu dirumorkan ingin pindah ke salah satu raksasa La Liga, Barcelona. Karena baginya, klub tersebut merupakan destinasi yang tepat untuk memutuskan gantung sepatu sebelum memberikan gelar bergengsi.

Lagipula, Barca akan melepas Memphis Depay lantaran ingin mendapatkan tanda tangan bek tangguh Juventus, Matthijs de Ligt.

Tentunya peluang Cavani untuk merapat ke Camp Nou semakin terbuka lebar. Hal itu bisa saja terjadi lantaran masa baktinya di Old Trafford hanya tersisa satu musim.

Barcelona Bakal Menumbalkan Dua Bintangnya Demi Matthijs de Ligt

BabakTambahan – Klub terbaik La Liga, Barcelona dilaporkan akan menumbalkan Memphis Depay dan Marc Andre ter-Stegen hanya untuk mendapatkan jasa pemain Juventus, Matthijs de Ligt.

Diketahui bahwa nama de Ligt bukan lagi berita asing bagi El Barca. Pria asal belanda tersebut telah menjadi incaran utama saat membela Ajax Amsterdam.

Akan tetapi, Blaugrana kalah saing dengan Juventus lantaran de Ligt ingin menimba ilmu dari pemain veteran Bianconeri, Leonardo Bonucci.

Namun pada bursa transfer kemarin, nama pemain 22 tahun itu tak lagi terdengar lantaran pihak klub terkendala masalah finansial.

Target Utama

Sejatinya ter-Stegen dan Depay merupakan pemain kunci Barcelona di musim ini. Berkat keduanya, tim besutan Ronald Koeman masih belum merasakan kekalahan perdana.

Namun pihak klub telah menjadikan de Ligt sebagai target utama yang wajib didapatkan pada bursa transfer akhir musim panas nanti.

Seperti yang dilaporkan Calciomercato, mendatangkan eks pemain Ajax itu tentu tidak mudah. Apalagi Ia sudah meneken kontrak jangka panjang di Turin.

Terbaru, mereka pun telah mengeluarkan Lionel Messi secara gratis. Bukan tidak mungkin akan ada pemain lain yang siap menjadi tumbal bila kondisi finansial klub masih belum stabil di akhir musim nanti.

Chelsea Tak Tinggal Diam

Boleh jadi Barcelona bisa mendapatkan de Ligt dengan mudah apabila mereka telah memiliki dana segar serta kesepakatan secara personal dengan sang pemain.

Akan tetapi, laporan tersebut mengatakan bahwa Chelsea tak tinggal diam melihat situasi ini. The Blues pun bersiap untuk mengamankan jasanya untuk memperkokoh lini belakang untuk bekal musim depan.

Pelatih utama Chelsea, Thomas Tuchel menilai bahwa pemain tersebut hanya muda dalam usia namun tua dalam pengalaman.

Tak heran jika Ia mengemban ban kapten selama membela de Godenzonen. Karena Ia sangat piawai dalam mengawal jantung pertahanan dan memimpin rekan – rekan setimnya.

Diyakini bahwa Chelsea telah menyiapkan kucuran dana sekitar 120 Juta Euro untuk mengeluarkannya dari Juventus Stadium. Tentunya kabar tersebut akan membuat Barcelona semakin panas untuk segera melakukan negosiasi lanjutan.

Toni Kroos Tahan Rasa Sakit Demi Real Madrid

BabakTambahan – Sebuah kabar mengejutkan dilontarkan oleh Playmaker Real Madrid, Toni Kroos. Dimana pemain asal Jerman itu rela menahan rasa sakit selama lebih dari 6 bulan hanya untuk memberikan yang terbaik terhadap timnya.

Terlihat bahwa Toni Kroos jarang turun sejak awal musim 2021-2022. Itu karena pemain 31 tahun tersebut harus menjalani masa operasi lantaran cedera parah di pahanya.

Namun baru – baru ini Toni Kroos kembali muncul di camp latihan Real Madrid. Ia mulai menikmati porsi latihan walau sejatinya belum dinyatakan pulih untuk kembali merumput.

Seperti yang diungkapkan Goal International, eks pemain Bayern Munchen itu tampak kesakitan sejak menjalani musim lalu. Namun Ia tetap berjuang untuk kemajuan tim.

Sakit Bukan Alasan

Menurut Toni Kroos, Ia tak ingin membebani timnya dengan memasukkan pemain muda. Terbukti bahwa Ia meminta sang pelatih untuk tetap diturunkan lantaran rasa sakit yang dialaminya bukan alasan untuk menepi.

“Sebenarnya saya menahan rasa sakit itu lebih dari 5 bulan. Jadi bermain dengan kondisi yang kurang meyakinkan sangat tidak wajar. Namun saya bangga bisa melewatinya,” ungkap Kroos.

“Musim lalu boleh jadi penutup bagi saya. Sebab laga terakhir saya sebelum masuk meja operasi adalah membela Timnas Jerman di pentas Euro. Akan tetapi cedera tersebut telah menjadi saksi bahwa saya harus segera kembali merumput,” tambahnya.

Butuh Waktu Istirahat

Toni Kroos menambahkan kalau timnya tengah menjalani laga berat di musim ini. Sebab pentas La Liga dan Liga Champions masih terlalu dini. Ia berharap agar semuanya kembali normal sebelum paruh musim.

“Bukan kebohongan publik jika saya memang butuh waktu istirahat. Akan tetapi saya mampu melawan rasa itu sejak Maret lalu. Dan saya pun tak kan tahu jika tidak memaksakan diri untuk tampil secara reguler,” tegas Kroos.

“Beberapa bulan lalu saya merasa cedera ini akan segera pulih. Namun kenyataannya tidak, walau begitu saya akan tetap berjuang untuk melewati masa – masa ini demi menstabilkan kekuatan tim,” tutupnya.

Ansu Fati Is Back, Barcelona Cukur Levante 3 Gol Tanpa Balas

BabakTambahan – Klub besar La Liga, Barcelona kembali mencatatkan kemenangan saat menjamu Levante di Camp Nou, Minggu (26/09/2021). Barca menang 3 – 0 setelah ditandai masuknya pemain kunci, Ansu Fati.

Seperti diketahui, Ansu Fati merupakan sosok yang digadang – gadang sebagai penerus perjuangan Lionel Messi. Faktanya pemain 18 tahun itu telah mengenakan jersey keramat bernomor punggung 10.

Uniknya, El Blaugrana hanya mampu memetik 2 kali imbang dalam 2 laga terakhirnya. Namun sejak menurunkan Ansu Fati, mereka langsung kembali ke jalur kemenangan.

Drama 2 gol tersebut tercipta pada babak pertama melalui aksi Luuk de Jong dan Memphis Depay. Sementara Fati yang turun sebagai pemain pengganti langsung menyumbangkan gol penutup menjelang laga usai.

Bukan Sosok Misterius

Menurut catatan Bola.net, Ansu Fati bukan merupakan sosok misterius sejak membela Barcelona. Pemain asal Spanyol itu memang kerap memberikan banyak perubahan pada saat timnya berada dalam situasi paling sulit.

Akan tetapi, sejak beberapa bulan lalu Ia harus masuk ke meja operasi lantaran cedera. Kabarnya, jebolan akademi La Masia itu diyakini absen hingga awal Januari mendatang. Akan tetapi kinerja tim medis sangat optimal, sehingga Ia bisa diturunkan lebih cepat.

Di balik kemenangan tersebut, pelatih Ronald Koeman meyakini bahwa Fati memiliki gaya main yang cukup mirip dengan Messi. Ia meyakini bahwa Striker tersebut akan jauh lebih berkembang beberapa musim ke depan.

Pujian Gavi

Salah satu pemain Barcelona, Gavi pun menuturkan apresiasi terhadap Ansu Fati sesuai pertandingan. Ia meyakini bahwa Fati merupakan denyut nadi El Barca di masa depan.

“Sangat tidak masuk akal jika pemain muda seperti Fati tidak dibebankan tugas berat dalam sebuah tim. Sebab Ia memiliki kemampuan yang cukup matang untuk memberikan sejumlah kejutan dan segudang prestasi,” ujar Gavi.

“Saya melihat adanya peningkatan yang ada dalam dirinya. Tentu semua itu bergantung pada cara Ia bermain. Dan saya sangat yakin kalau Ia akan terus berkembang menjadi predator paling mematikan di pentas Eropa,” tutupnya.

Pertajam Lini Serang, AC Milan Pantau Situasi Luka Jovic

BabakTambahan – Raksasa Serie A, AC Milan masih belum puas setelah mendatangkan barisan Striker di musim 2021-2022. Rumornya Rossoneri ingin terus mempertajam lini serang mereka dengan memasukkan bintang Real Madrid, Luka Jovic.

Sepertinya hasrat Milan untuk mendapatkan Luka Jovic mulai mendapatkan lampu hijau. Pasalnya, pemain asal Bosnia itu jarang mendapatkan penampilan secara reguler sejak musim lalu.

Menurut catatan Calciomercato, Luka Jovic dipastikan hengkang di awal tahun 2022 mendatang. Sebab El Real telah mempercayakan barisan dengan terhadap Eden Hazard dan Gareth Bale.

Melihat situasi itu, Olivier Giroud akan mendapatkan tugas yang lebih ringan untuk menjadi ujung tombak Il Diavolo.

Sangat Cocok

Laporan tersebut menilai bahwa gaya main Luka Jovic sangat cocok dengan filosofi permainan AC Milan. Sebab tim besutan Stefano Pioli saat ini tidak mempertahankan permainan bertahan, melainkan berfokus pada perolehan 3 angka.

Lagipula peran Giroud tidak terlalu besar. Sebab pemain asal Prancis itu hanya akan bertahan selama 2 musim. Dan itu artinya, Ia bisa bertandem dengan Jovic hanya dalam satu musim jika sang pemain benar – benar tiba di San Siro.

Di satu sisi, Jovic dinilai sebagai Striker masa depan Milan. Sebab saat ini usianya masih 23 tahun. Terlebih pemain andalan mereka, Zlatan Ibrahimovic yang juga dilaporkan akan pergi akhir musim nanti.

Itu tandanya peluang untuk merekrut Jovic sebagai pilihan utama akan terbuka lebar.

Saingi Juventus

Ketertarikan AC Milan terhadap Luka Jovic rupanya tidak berjalan mulus. Sebab rival abadi mereka, Juventus pun turut menaruh harapan padanya.

Hal tersebut bermula sejak Bianconeri kehilangan Cristiano Ronaldo yang kini resmi bergabung dengan Manchester United hingga musim 2023-2024.

Apalagi saat ini Si Nyonya Tua ditangani oleh Massimiliano Allegri yang notabenenya merupakan pelatih anti bertahan. Tentunya perebutan pemain tersebut akan jadi lebih seru.

Sebab keduanya akan membuktikan siapa yang paling layak untuk mendapatkan jasa Jovic. Dan hal tersebut ditandai dengan prestasi klasemen sementara di paruh musim ini.

Kursi Kepelatihan Barcelona Mulai Panas, Xavi Hernandez Siap Turun Tangan

BabakTambahan – Legenda hidup Barcelona, Andres Iniesta merasa senang jika mantan tandemnya, Xavi Hernandez menjabat sebagai pelatih baru El Barca. Sebab saat ini Ronald Koeman mulai kesulitan mencari performa terbaik untuk mengembalikan masa kejayaan klub.

Beberapa waktu lalu, kabar tentang pemecatan Koeman telah ramai menciut di sejumlah media. Pihak manajemen menilai bahwa pelatih asal Belanda itu masih kurang menghasilkan prestasi yang sesuai ekspektasi.

Menurut laporan Sport, Xavi Hernandez digadang – gadang sebagai pelatih yang tepat untuk memulihkan nama baik klub.

Berdasarkan sudut pandang Iniesta, Xavi Hernandez sangat paham betul bagaimana filosofi permainan El Blaugrana. Pria 41 tahun memang layak menemani skuad utama Barca di pinggir lapangan.

Paham Segalanya

Iniesta menambahkan kalau Xavi Hernandez merupakan pilihan yang tepat jika harus meneruskan posisi Ronald Koeman. Sebab pria asal Spanyol itu tak hanya paham segalanya tentang klub, melainkan telah menjadi denyut nadi hingga detik ini.

Kembalinya Xavi ke dalam skuad Barcelona akan memberikan dampak yang begitu besar. Sebab sebelumnya, pria yang kini menjadi pelatih Al Sadd itu selalu sukses mempersembahkan gelar bergengsi per musim.

“Saya pikir Xavi lebih layak jika dibandingkan dengan kandidat lain untuk mengisi kursi kepelatihan klub. Karena Ia selalu tampil konsisten di setiap pertandingan,” ucap Iniesta.

“Semua pasti ada tantangannya. Namun bagi saya, Ia siap turun tangan dalam kondisi apa pun,” tandasnya.

Ingin Bereuni

Sebelumnya Barcelona menunjuk Ronald Koeman sebagai manajer baru, nama Xavi Hernandez telah menjadi kicauan publik. Beberapa pihak menilai bahwa mantan kapten Timnas Spanyol itu mampu mempertahankan filosofi permainan klub.

Iniesta pun beranggapan bahwa Xavi sempat ingin bereuni dengan Barcelona sekalipun itu hanya menjabat sebagai official. Namun baginya, Xavi lebih layak jika duduk sebagai pelatih.

“Pengalaman Xavi selama berada di Barcelona tentu sangat besar. Di sisi lain, Ia pun berhasil menampilkan irama paling indah sejak terjun sebagai pemain inti,” tegas Iniesta.

“Tapi untuk saat ini Joan Laporta masih memberi kesempatan emas bagi Ronald Koeman. Jadi kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti,” tutupnya.

Juan Mata Targetkan Kemenangan Beruntun Sebelum Jeda Internasional

BabakTambahan – Baru – baru ini Playmaker Manchester United, Juan Mata menargetkan timnya agar bisa mendapatkan kemenangan beruntun sebelum jeda internasional. Pria kelahiran Spanyol itu sangat percaya bahwa The Red Devils musim ini jauh lebih sempurna dari pada musim sebelumnya.

Seperti diketahui, Juan Mata sangat puas dengan performa timnya dalam berlaga di musim 2021-2022. Tercatat dari 6 laga, Setan Merah sukses memenangkan 4 laga, meraih 1 kali imbang dan menelan 1 kali kekalahan.

Sebelum jeda internasional bulan Oktober mendatang, Juan Mata dan kolega akan menghadapi 3 laga EPL di antaranya West Ham United, Aston Villa dan Everton serta satu laga Liga Champions yaitu Villarreal.

Tingkatkan Performa

Juan Mata menegaskan kalau Manchester United sangat wajib meningkatkan performa. Apalagi saat ini publik Old Trafford telah kedatangan sang anak emas, Cristiano Ronaldo. Eks pemain Chelsea itu pun langsung percaya bahwa timnya tak kan kesulitan dalam mencatatkan prestasi apik.

Terbukti bahwa Ronaldo telah mengemas 4 gol hanya dalam 3 laga. Itu berarti bahwa pasukan Ole Gunnar Solskjaer bisa tidur nyenyak sebelum akhir bulan ini.

“Memang tidak mudah membangun sebuah tim tanpa bantuan pemain terbaik dan kerja sama antar pemain. Namun kami harus bisa melibas semua kemenangan sebelum jeda internasional,” ujar Mata kepada MUTV.

“Hasil yang kami dapatkan akhir bulan ini akan menjadi momentum besar sebelum paruh musim. Karena kami tahu beberapa tim lainnya pun saling sikut untuk mendapatkan poin penuh,” tambahnya.

Selalu Fokus

Terlepas dari itu, Juan Mata mengingatkan timnya untuk selalu fokus dalam menjalankan beberapa laga mendatang. Karena baginya, setiap pertandingan tak pernah berjalan mudah.

Pemain 33 tahun itu hanya menargetkan 3 angka di semua pertandingan. Dan mau tidak mau timnya harus tetap berjuang keras.

“Sangat penting bagi kami mendapatkan poin penuh. Kami punya misi yang besar di musim ini, dan semuanya harus tercapai,” tegas Mata.

“Berjuang merupakan tugas kami, namun yang paling penting adalah hasil akhir,” tutupnya.

Salip Lionel Messi, Cristiano Ronaldo Resmi Sebagai Pemain Dengan Bayaran Tertinggi

BabakTambahan – Sang mega bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo resmi dinyatakan sebagai pemain sepak bola dengan bayaran tertinggi. Informasi tersebut tertuang di halaman resmi Forbes.

Dengan hasil itu, Cristiano Ronaldo berhasil menyalip pendapatan rival abadinya, Lionel Messi yang kini berlabuh di Paris Saint-Germain.

Kepergian Cristiano Ronaldo dari Juventus bukan merupakan rencana utama sang pemain. Akan tetapi, Ia telah melihat tidak adanya masa depan terbaiknya untuk musim ini. Melihat situasi itu, The Red Devils langsung membawa pulang untuk membantu mengembalikan masa – masa kejayaan.

Saat ini, pria asal Portugal itu sah mendapatkan gaji sebesar USD 125 Juta atau setara 1,7 Triliun Rupiah per musim.

Sukses Cetak Gol Debut

Sisi menarik kehadiran Cristiano Ronaldo di Manchester United terlihat saat Ia melakoni laga debutnya melawan Young Boys di Liga Champions. Tak butuh waktu lama, pemain 36 tahun itu langsung membukukan gol awal babak pertama.

Akan tetapi catatan tersebut tercoreng lantaran tuan rumah mampu membalikkan keadaan hingga menjadi 2 – 1.

Akan tetapi, pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer merasa bangga bahwa setidaknya Ronaldo benar – benar bisa diandalkan sebagai ujung tombak serangan.

Catatan Gaji Dengan Atlet Dunia

Gaji yang diterima Cristiano Ronaldo jelas lebih besar ketimbang atlet dunia lainnya. Akan tetapi, Ronaldo hanya kalah dalam pendaftaran sponsor atau kesepakatan komersial.

Tercatat bahwa eks pemain Real Madrid itu hanya mendapatkan USD 55 per musim. Sementara itu, Tiger Woods mendapatkan USD 60 Juta, sedangkan LeBron James senilai USD 65 Juta dan disusul oleh Roger Federer sebesar USD 90 Juta.

Daftar Pemain Sepak Bola Dengan Gaji Mahal

Dan berikut ini merupakan 10 besar pemain sepak bola dengan bayaran termahal musim 2021-2022, di antaranya;

  1. Cristiano Ronaldo (Manchester United) = USD 125 Juta
  2. Lionel Messi (Paris Saint-Germain) = USD 110 Juta
  3. Neymar da Silva (Paris Saint-Germain) = USD 95 Juta
  4. Kylian Mbappe (Paris Saint-Germain) = USD 43 Juta
  5. Mohamed Salah (Liverpool) = USD 41 Juta
  6. Robert Lewandowski (Bayern Munchen) = USD 35 Juta
  7. Andres Iniesta (Vissel Kobe) = USD 35 Juta
  8. Paul Pogba (Manchester United) = USD 34 Juta
  9. Gareth Bale (Real Madrid) = USD 32 Juta
  10. Eden Hazard (Real Madrid) = USD 29 Juta

Memphis Depay Yakini Barcelona Bakal Bikin Kejutan Musim Ini

BabakTambahan – Winger Barcelona, Memphis Depay meyakini bahwa timnya bakal membuat suatu kejutan di musim 2021-2022. Optimisme pemain asal Belanda itu kian meningkat saat dirinya tampil apik sejak laga debut pertamanya.

Sebelumnya El Barca harus merelakan kepergian sang kapten, Lionel Messi lantaran krisis finansial. Dan itu artinya permainan Tim Catalan itu benar – benar berubah secara drastis.

Akan tetapi Memphis Depay meyakinkan rekan – rekan setimnya bahwa ada atau tidaknya Messi bukan masalah utama. Karena yang paling penting adalah bagaimana satu tim bersatu dalam mencapai suatu tujuan.

Memphis Depay juga melontarkan masukan terhadap sang pelatih, Ronald Koeman terkait keadaan timnya saat ini. Pemain 27 tahun itu hanya ingin meningkatkan prestasi klub berbekal dukungan yang ada.

Perjalanan Masih Panjang

Dalam laga terakhirnya, Memphis Depay dan kolega harus puas melihat timnya dihajar Bayern Munchen 3 gol tanpa balas di pentas Liga Champions. Ironisnya, kekalahan itu harus mereka alami di markas kebesaran, Camp Nou.

Ia menyebut bahwa kekalahan tersebut bukan merupakan suatu akhir dari segalanya. Akan tetapi hasil tersebut adalah awal dari kesuksesan.

“Sungguh sangat kecewa jika kami harus menelan kekalahan memalukan. Namun kami bisa belajar banyak hal untuk meningkatkan performa,” tegas Depay kepada Marca.

“Tak satu pun dari kami yang harus merasa frustasi. Sebab permainan sepak bola selalu indah. Dan itu pun jika harus dijalankan bersama – sama,” tambahnya.

Bisa Sapu Bersih Banyak Gelar

Terlepas dari itu, Memphis Depay sangat yakin bahwa timnya saat ini mulai menunjukkan kekompakannya sekalipun tidak diperkuat Messi.

Eks penyerang Lyon itu pula telah menjadi dalang atas hasil positif dalam beberapa laga terakhirnya UEFA Europa League Blaugrana.

“Kami sungguh yakin kalau musim ini merupakan momentum yang besar untuk menyapu bersih berbagai macam gelar. Karena kami akan terus berjuang untuk memberikan yang terbaik,” tutur Depay.

“Semua publik pun tahu bahwa Barcelona merupakan klub terbaik dunia. Dan inilah saat yang tepat untuk membuktikan hal tersebut,” tutupnya.

Merasa Kesal, Lionel Messi Tolak Jabat Tangan Mauricio Pochettino

BabakTambahan – Telah muncul pemandangan tak sedap saat Paris Saint-Germain menjamu Olympique Lyonnais dalam lanjutan Liga Prancis. Terlihat bahwa Lionel Messi merasa kesal pada saat ditarik keluar sang pelatih, Mauricio Pochettino.

Dalam laga tersebut, PSG sukses mengalahkan Lyon dengan skor akhir 2 – 1 di Parc des Princes, Senin (20/09/2021). Sejatinya kemenangan tersebut bermula dari kontribusi Lionel Messi. Namun sayangnya pemain asal Argentina itu harus keluar lebih dulu sebelum laga usai.

Les Parisiens sempat kebobolan lebih awal berkat aksi Lucas Paqueta. Namun Lionel Messi mulai menampilkan permainan terbaiknya hingga menjadi dalang atas terjadinya gol balasan yang diciptakan Neymar Junior.

Sangat Kesal

Lionel Messi hingga kini masih belum membukukan gol sejak tampil sebagai starter di musim ini. Itu bukan berarti bahwa pemain 34 tahun itu mandul, namun perannya pun sangat penting sehingga tetap menjaga timnya lolos dari kekalahan.

Pada aksinya, Messi berduet dengan Neymar dan Mbappe untuk mengawal sektor depan. Ia pun sempat memberi ancaman namun upayanya masih gagal.

Pada menit ke-75, Mauricio Pochettino terpaksa menariknya keluar dan menggantikannya dengan Achraf Hakimi. Dengan tujuan agar timnya semakin kokoh dalam sektor pertahanan.

Tapi yang terjadi eks pemain Barcelona itu terlihat kesal dan enggan menjabat tangan sang juru taktik. Lebih lanjut, tatapan Messi terhadap Pochettino terlihat sangat pedas.

Pochettino Beri Pembelaan

Walaupun Pochettino tampak tak senang dengan sikap Lionel Messi. Akan tetapi pelatih asal Argentina itu tetap memberikan pembelaan.

Menurut laporan Goal International, tak kan ada pemain yang senang jika harus diganti ketika Ia telah berkontribusi besar. Terlebih keputusan itu bukan merupakan rencana awal.

“Kami telah memiliki skuad lengkap yang hebat. Dan tidak mungkin mereka akan dimasukkan semua dalam satu pertandingan. Saya rasa keputusan tersebut sangat benar,” ujar Pochettino.

“Saya menyadari bahwa membuat suatu pergantian terkadang memberikan hasil baik atau mungkin sebaliknya. Jika melihat situasi yang ada, setiap pelatih memang harus bijak dalam menentukan pergantian pemain,” tutupnya.

Kurang Gacor di Paris Saint-Germain, Inter Miami Pantau Situasi Lionel Messi

BabakTambahan – Penyerang baru Paris Saint-Germain, Lionel Messi tampaknya masih kesulitan beradaptasi dengan skuad utama. Terlihat bahwa pemain 34 tahun itu masih belum mencetak gol dalam 2 laga terakhirnya.

Sejatinya Lionel Messi merupakan denyut nadi bagi Barcelona. Sejumlah prestasi apa pun telah Ia persembahkan. Namun nyatanya, pihak klub tidak mampu mempertahankannya. Sehingga Les Parisiens mendatangkannya secara gratis hingga 2 musim ke depan.

Namun yang terjadi Lionel Messi belum memberikan permainan terbaiknya. Melihat kondisi tersebut, klub asal Amerika Serikat, Inter Miami mulai melihat perkembangan sang pemain.

Hal tersebut tak lepas dari ide rekan setim Messi di Argentina, Gonzalo Higuain yang saat ini menjadi ujung tombak tim tersebut.

Sempat Ingin Pindah ke MLS

Pada bursa transfer bulan lalu, Lionel Messi sempat tertarik untuk berlaga di Major League Soccer (MLS). Namun rencana tersebut gagal terealisasi lantaran Les Parisiens telah menawarkan gaji fantastis untuk sang pemain.

ESPN melaporkan Messi sangat penasaran untuk berkompetisi di luar Eropa. Karena baginya, pentas Eropa bukan lagi panggung terbaiknya.

“Saya pernah bermimpi untuk bermain di Amerika Serikat dan hidup di negara tersebut. Namun saya tidak yakin apakah hal itu bakal terwujud,” tegas Messi seperti dikutip La Sexta.

“Di sana sudah ada beberapa rekan saya. Dan tentunya berkehidupan di luar Eropa akan menjadi tantangan baru,” tandasnya.

Higuain Angkat Bicara

Higuain menuturkan kalau kepindahan Lionel Messi ke MLS bukan hal yang mudah. Karena jasa La Pulga masih dibutuhkan oleh beberapa klub terbaik Eropa, termasuk PSG.

Lebih lanjut, Higuain sempat menjadi dalang atas ketertarikan Messi untuk bermain di Liga Amerika. Akan tetapi keinginan tersebut masih terlalu jauh dan tak kan pernah terwujud.

“Leo sudah terikat kontrak 2 tahun bersama PSG. Itu artinya peluang untuk bermain satu tim dengannya sangat mustahil. Terlebih jika Ia mampu memberikan yang terbaik selama mengabdi di Parc des Princes,” ucap Higuain.

“Mimpi saya bermain dengannya pun juga bakal mustahil. Sebab kontrak saya bersama Miami akan usai musim depan,” tutupnya.

7 Pilar Barcelona Cedera, Ronald Koeman Bongkar Gudang

BabakTambahan – Berita tak sedap datang dari pentas La Liga. Dimana salah satu klub terbaik Barcelona dilanda krisis cedera. Hal itu membuat pelatih Ronald Koeman harus membongkar gudang pada pemain muda untuk mengimbangi kekosongan di berbagai lini.

Bisa dibilang bahwa pasukan Ronald Koeman musim ini telah kejatuhan tangga. Sebab Barca masih belum merampungkan urusan Financial Fair Play yang ditetapkan operator La Liga.

Di Liga domestik, Ronald Koeman sukses memperlihatkan tajinya. Pelatih asal Belanda itu mengawali musim tanpa kekalahan. Ironisnya, Ia harus kehilangan pemain terbaiknya.

Teranyar, El Barca harus menelan kekalahan pahit di markas sendiri pada Liga Champions. Mereka dipermalukan Bayern Munchen dengan torehan 3 gol tanpa balas di markas sendiri.

Kehilangan Bintang Utama

Nasib buruk di pentas Eropa tersebut memaksa Ronald Koeman harus kehilangan beberapa bintang utamanya. Beberapa bulan terakhir, Sergino Dest, Martin Braithwaite, Sergio Aguero, Ousmane Dembele dan Ansu Fati masih belum keluar dari meja operasi.

Terbaru, Jordi Alba dan Pedri juga turut mengikuti jejak mereka pasca kekalahan atas Bayern Munchen. Situasi tersebut menjadi pukulan keras pelatih 58 tahun itu. Sebab Ia tak punya pilihan lain selain memasukkan pemain muda.

Benahi Tembok Pertahanan

Mengulas dari kekalahan atas Bayern, sejatinya tembok pertahanan Barcelona terbilang sangat keropos. Sebab Ronald Koeman telah meluncurkan formasi baru 5-3-2, namun taktik tersebut mudah ditembus.

Diyakini bahwa Koeman akan menggunakan formasi utama 4-3-3 pada leg kedua kala bertandang ke markas Die Roten.

Ia masih akan menggunakan jasa Gerrard Pique dan Oscar Mingueza di lini belakang. Sementara Araujo dan Balde akan diberi kesempatan menyusul kepastian Alba.

Rombak Lini Serang

Barcelona dikenal sebagai tim yang paling agresif dalam sektor penyerangan. Namun beberapa pemain depan masih harus menepi. Koeman akan merombak lini serang sekalipun harus menurunkan pemain muda.

Memphis Depay masih tetap aman mengisi posisi depan. Sementara dua Striker sayapnya, Koeman akan berjudi untuk memainkan Yusuf Demi dan Gavi.

Sementara duet Frenkie de Jong dan Luuk de Jong tetap mengawal di sektor tengah.