Kurang Memuaskan, Tottenham Hotspur Resmi Pecat Jose Mourinho

BabakTambahan – Kabar tak sedap kini hadir pada sepak bola kasta tertinggi Inggris. Dimana manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho resmi keluar dari jabatannya sebagai pelatih lantaran kurang memberikan yang terbaik terhadap klub.

Sesuai catatan, Presiden Tottenham Hotspur Daniel Levy telah mengangkut Jose Mourinho sebagai pengganti Mauricio Pochettino pada bulan November 2019 lalu. Pelatih 58 tahun itu diyakini mampu memberikan performa terbaik bagi The Lilywhites.

Akan tetapi semasa jabatannya, Jose Mourinho masih belum mampu merubah skema permainan klub sesuai ekspektasi. Buktinya, Tim asal London Utara itu terlempar ke posisi tujuh klasemen sementara English Premier League.

Alhasil, Mourinho beserta staff kepelatihannya Giovanni Cerra, Carlos Lalin, Nuno Santos dan Joao Sacramento telah dibebastugaskan di Tottenham Hotspur Stadium.

Tak Semulus Rencana Awal

Daniel Levy menyatakan pada situs resmi klub bahwa kehadiran Jose Mourinho sangat penting bagi Tottenham Hotspur. Akan tetapi, polesan mantan pelatih Real Madrid itu tidak semulus seperti rencana awal.

“Saya paham bahwa Mou adalah pelatih profesional. Jam kerja mereka bersama kami sudah cukup baik. Namun sayang, hasil akhir yang kami dapatkan sangat jauh dari harapan,” tegas Levy.

“Secara personal, saya bangga bisa mendapatkan jasanya dalam kursi kepelatihan klub. Akan tetapi apa yang mereka berikan masih kurang memuaskan. Dan kami sangat berterima kasih terhadap kontribusi yang telah mereka berikan selama ini,” sambungnya.

Belum Ada Pengganti

Jose Mourinho adalah sosok pelatih yang sangat tangguh di segala arena. Pelatih asal Portugal itu mampu memberikan yang terbaik terhadap mantan klubnya.

Namun yang Ia berikan kepada Spurs sangat jauh dari keinginan Levy. Ironisnya, pelatih tersebut terlibat bentrok dengan beberapa pemain inti.

Hingga kini masih belum ada kabar resmi tentang siapa manajer baru yang bakal menangani klub. Pada pernyataan resmi situs resmi klub, juru taktik sementara akan dibebankan kepada Ryan Mason dan Chris Powell.

Menurut beberapa laporan, dalam waktu dekat mereka akan mencari pelatih baru pada bulan Juni mendatang.

Mulai Kocak, 12 Tim Terbaik Eropa Ramaikan European Super League

BabakTambahan – Dunia sepakbola memang akrab dengan drama. Dan kali ini sejumlah klub papan atas Eropa mulai meresmikan Liga tertutup mereka yang dikenal dengan sebutan European Super League (ESL).

Kabarnya, kompetisi European Super League ini telah tercium ke publik mulai Minggu (18/04/21). Tercatat bahwa ada 12 klub yang siap untuk meramaikan Liga tersebut dan mengumumkannya secara resmi.

Dan pada Senin (19/04/21) waktu setempat, semua klub yang berlaga di pentas European Super League telah resmi diumumkan. Bersatunya semua klub tersebut bertujuan untuk menayangkan laga akbar pasca libur akhir musim. Dan menariknya, hanya klub yang terdaftar pada Liga tersebut menjadi pihak pengelola.

12 Klub Terdaftar

Menurut laporan Bola.net, ada 12 klub terbaik Eropa dari 3 Liga berbeda yang sudah terdaftar dalam kompetisi European Super League, di antaranya;

  1. Barcelona – La Liga
  2. Real Madrid – La Liga
  3. Atletico Madrid – La Liga
  4. Juventus – Serie A
  5. Inter Milan – Serie A
  6. AC Milan – Serie A
  7. Arsenal – English Premier League
  8. Chelsea – English Premier League
  9. Manchester United – English Premier League
  10. Manchester City – English Premier League
  11. Liverpool – English Premier League
  12. Tottenham – English Premier League

Ada yang aneh dari beberapa klub di atas. Sepantasnya Borussia Dortmund, Bayern Munchen dan Paris Saint-Germain melengkapi hingga genap 15 tim. Akan tetapi ketiganya masih belum memberikan pernyataan resmi tentang keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut.

Alasan Diadakan

Semua klub tersebut tentu memiliki alasan tersendiri mengapa harus menciptakan European Super League. Salah satunya adalah meningkatkan neraca keuangan klub hingga sponsor serta semua pihak yang bersangkutan.

Kompetisi tersebut masih baru lahir, namun kabarnya akan ada persaingan yang sangat ketat terjadi saat Liga domestik mulai aktif. Sebab kompetisi ESL terbagi menjadi 2 group yang terdiri atas 10 tim. Nantinya 3 tim teratas dari masing – masing grup akan mengisi partai perempat final. Sementara sisa 2 lagi diperuntukkan pada posisi 4 dan 5 melalui format play-off.

Pada laga final, penentuan stadion akan ditetapkan secara netral. Dan bisa jadi bahwa kompetisi ini akan mengalahkan beberapa Liga atau Turnamen lainnya yang hingga kini masih aktif.

Sadio Mane Mulai Tumpul, John Barnes: Bukan Salah Dia!

BabakTambahan – Legenda hidup Liverpool, John Barnes mengungkap bahwa performa Sadio Mane di musim ini mengalami penurunan yang sangat drastis. Tak heran jika pemain asal Senegal itu terlihat tumpul di depan muka gawang lawan.

Sesuai catatan yang ada, Sadio Mane hanya mengemas 12 gol di semua ajang kompetisi musim ini. Rekor tersebut sangat turun jauh jika dibandingkan dengan beberapa musim sebelumnya.

Ada sisi menarik dari catatan yang dibuatnya. Dimana Mohamed Salah yang merupakan partner setia Sadio Mane telah mencetak 28 gol. Beberapa publik sangat tercengang melihat fakta tersebut.

Karena mereka telah menemukan keanehan dari Striker 29 tahun itu. Baginya, Mane perlu menepi. Namun Barnes menguatkan bahwa sang pemain cukup melakukan yang terbaik sesuai arahan pelatih.

Tak Kan Pernah Sama

Berdasarkan penilaian Barnes, masing – masing pemain sepak bola memiliki karakter tersendiri. Jika dibandingkan, Sadio Mane tak kan pernah sama dengan Salah atau mungkin pemain lain.

“Apakah Anda melihat baik buruknya kedua pemain tersebut selama ini? Bisa kita ambil contoh nyata, dimana Mane bertumpu pada kekuatan bek dan gelandang untuk bergerak maju. Sementara Salah terfokus pada umpan manja yang Mane berikan,” tegas Barnes.

“Keduanya merupakan nyawa terbaik Liverpool sejak beberapa musim terakhir. Tentunya prestasi yang mereka ukir mulai dari gol hingga assists sangat berbeda. Namun dalam hal ini, Salah yang masih unggul,” tandasnya.

“Banyak orang yang juga mengucilkan Roberto Firmino. Sebab Ia hanya menunggu bola di kotak penalty. Jelas sekali itu benar, karena Ia merupakan Striker murni. Sementara Mane merupakan penopang serangan yang sering keluar dari posisi sebenarnya,” sambungnya.

Bukan Perjalanan Akhir

Menurut Barnes, masa buruk yang dialami Sadio Mane bukanlah akhir dari karirnya di Liverpool. Sebab pelatih Jurgen Klopp masih memiliki keyakinan bahwa eks pemain Southampton itu bisa memberikan yang terbaik ke depannya.

“Mane tidak perlu banyak istirahat, karena dia tidak bersalah atas kekalahan timnya. Namun yang perlu dibenahi adalah kualitas permainan dan komposisi pemain inti di musim depan,” kata Barnes.

“Hal yang sangat Ia butuhkan adalah kesolidan tim seperti musim lalu. Dan saya yakin bahwa Klopp bisa mengatasi hal tersebut,” tutupnya.

UEFA Bakal Rubah Sistem Gol Tandang UCL dan UEL Musim Depan

BabakTambahan – Publik sepak bola dunia boleh bernapas lega pada musim depan. Terutama mereka selaku penikmat Liga Champions dan Liga Europa. Pasalnya UEFA telah memiliki rencana untuk merubah sistem gol tandang sejak babak 16 besar.

Menurut laporan Goal, UEFA telah lama mengidamkan rencana perubahan ini. Akan tetapi hal tersebut masih terhalang oleh beberapa faktor, salah satunya pandemi COVID-19.

Sidang keputusan UEFA akan digelar pada Jumat (16/04/2021) waktu setempat. Nantinya mereka akan membahas potensi dan prospek ke depannya selang beberapa musim. Ada kabar bahwa gol kemenangan akan terhitung selama 90 menit waktu normal.

Dan itu artinya kesempatan bagi tim yang tertinggal angka bisa membalikkan keadaan atau mungkin semakin tampil ganas demi mendapatkan posisi di babak berikutnya.

Disetujui Oleh Sejumlah Pihak

The Sun pun juga mengabarkan bahwa rencana UEFA telah disetujui oleh sejumlah pihak mulai dari beberapa klub papan atas Eropa hingga jajaran direksi sepak bola profesional.

Telah terdengar kabar bahwa belakangan ini, Pimpinan Eksekutif Manchester City, Ferran Soriano dan Wakil Pimpinan Eksekutif Manchester United, Ed Woodward bersedia untuk mengesahkan proposal perubahan sistem gol tandang di pentas UCL dan UEL musim 2021-2022.

Nantinya FIFA pun angkat bicara tentang perubahan tersebut seraya melakukan pengamatan dalam beberapa pertandingan besar. Jika pun efeknya bagus bagi semua peserta, maka hal itu akan tetap berjalan.

Banyak Makan Korban

Perlu diketahui, aturan gol tandang yang berlaku sejak musim 1966 silam telah banyak memakan korban. Dimana beberapa tim yang dipastikan lolos ke fase berikutnya, mereka kehilangan kesempatan untuk maju. Padahal secara statistik, mereka memenangkan laga.

Namun semua itu telah dihitung dari gol tandang berdasarkan leg pertama. Dulunya sempat ada regulasi bahwa kedua tim wajib bermain di stadion netral. Karenanya kondisi tersebut sangat tidak memungkinkan mereka untuk berbuat banyak dalam suatu laga.

Ada pun korban lain yang tak pernah Anda lupakan di musim ini. Dimana Juventus harus tersingkir dari UEFA Liga Champions atas Porto. Pada leg pertama, Bianconeri kalah 1 – 2. Namun leg kedua, Si Nyonya Tua menang 3 – 2. Akan tetapi, mereka gagal melaju ke babak 8 besar lantaran kalah produktivitas gol.

Bersama Thomas Tuchel, Chelsea Jadi Kandidat Terkuat Jawara UCL

BabakTambahan – Salah satu raksasa English Premier League, Chelsea sukses melangkahkan kakinya di partai semifinal Liga Champions 2020-2021. Pasukan Thomas Tuchel itu berhak lolos ke putaran tersebut setelah mengalahkan Porto dengan agregate 2 – 1.

Uniknya, Thomas Tuchel telah menjadikan Chelsea kembali berjaya di pentas UCL. Sebab partai semifinal kali ini merupakan yang pertama sejak tujuh musim terakhir.

Beberapa media menyebut bahwa sentuhan Thomas Tuchel bakal menjadikan The Blues sebagai kandidat terkuat jawara Liga Champions. Sebab SI Biru telah bermain sangat optimal dan efisien mulai dari babak penyisihan grup.

Terlebih kedatangan pelatih asal Jerman itu yang telah memberikan dampak bagus bagi perkembangan klub. Dan itu berarti bahwa mereka hanya perlu mematangkan beberapa komposisi pemain saat mengetahui hasil Drawing UCL babak semifinal mendatang.

Lebih Dari Sekedar Permainan

Mentalitas pemain Chelsea boleh jadi mengalami banyak perubahan yang sangat drastis. Dan hal itu telah muncul sejak nama Thomas Tuchel menjabat sebagai pelatih utama The Blues.

Pelatih 47 tahun itu menegaskan bahwa pertandingan UCL lebih dari sekedar permainan biasa. Karena semua tim sangat ingin melangkahkan kakinya dalam pentas tersebut. Selebihnya mereka sama – sama ingin menjadi juara utama.

“Kami sangat paham bagaimana cara mengatasi kondisi lapangan dan jenis laga. Untungnya kami masih memiliki semangat juang yang tinggi, sehingga hasil baik terus kami dapatkan,” ujar Tuchel kepada Sportskeeda.

Patahkan Tudingan Negatif

Thomas Tuchel merupakan salah satu pelatih top dunia. Kehadirannya di Stamford Bridge tak langsung mendapatkan dukungan penuh, sebab banyak media hingga fans yang menuding bahwa eks pelatih PSG itu tak kan bisa memberikan yang terbaik.

Namun setelah melakukan debutnya bersama The Blues, semua publik pun mulai mengenal siapa Tuchel sebenarnya. Karena Ia mampu mengantarkan timnya meraih catatan impresif lebih dari 10 kali Clean Sheet.

“Saya pun tidak peduli ketika ada komentar negatif yang kerap muncul. Karena bagi saya, hal itu merupakan dendam positif agar kami semakin maju dan terus berkembang,” seru Tuchel.

“Kalaupun kami mendapatkan tantangan besar dalam pentas UCL, mengapa tidak? Liga tersebut merupakan tolak ukur semua tim, dan kami adalah penantang terkuat musim ini,” tutupnya.

Tanpa Kendala, Florentino Perez Jadi Presiden Real Madrid Lagi

BabakTambahan – Florentino Perez telah resmi diperkenalkan sebagai presiden Real Madrid lagi. Kabarnya, pria berusia 74 tahun itu akan bertahan di Santiago Bernabeu hingga musim 2024 mendatang.

Pemilihan kursi presiden Real Madrid kali sangat berbeda. Pasalnya, Florentino Perez hanya seorang diri yang maju dalam voting tersebut. Secara otomatis, Ia pun akan melanjutkan proyek besarnya untuk mengumpulkan para superstar “Galacticos”.

Florentino Perez memulai karirnya di kursi kepemimpinan Real Madrid sejak musim 2000 hingga 2006. Ia berhasil memboyong sejumlah pemain ternama hingga mampu menjayakan El Real.

Kemudian Ia tersingkir dari masa jabatannya di musim berikutnya. Namun pada 1 Juni 2009, Ia terpilih lagi sebagai presiden Real Madrid untuk kedua kalinya. Dan masa jabatan itu masih bertahan hingga kini.

Pengumuman Resmi Real Madrid

Menurut laporan Bola.net, pada Selasa (13/04/2021) pukul 01.00 di Madrid, markas besar Dewan Pemilihan Real Madrid telah memutuskan pemilihan dan penetapan presiden. Florentino Perez merupakan satu – satunya kandidat yang muncul dalam agenda tersebut.

Situs resmi klub pun langsung menginformasikan bahwa berdasarkan pasal 40, bagian F, poin 2 undang – undang klub, Tuan Florentino Perez Rodriguez telah resmi sebagai presiden utama.

Sejatinya keputusan tersebut sangat sah terjadi tanpa dilakukan voting. Karena mengingat jasa yang telah diberikannya, sang presiden layak meneruskan misi besarnya demi kemajuan klub.

Menangkan Pemilu Tiga Kali Beruntun

Berdasarkan keputusan tersebut, Florentino Perez sudah memenangkan pemilu tiga kali beruntun sejak tahun 2013. Dan kemungkinan besar bahwa pria kelahiran Spanyol itu akan terus menduduki jabatannya jika pihak klub belum mampu mendatangkan calon kandidat baru.

Perez telah banyak mendatangkan pemain kelas dunia. Terbukti bahwa Ia mampu memecahkan rekor transfer dunia dengan mendatangkan Gareth Bale dari Tottenham Hotspur musim 2013 silam.

Dan kini, Ia pun masih melanjutkan mega proyek impiannya untuk memboyong tiga Striker sekaligus. Mereka adalah Mohamed Salah (Liverpool), Kylian Mbappe (Paris Saint-Germain) dan Erling Haaland (Borussia Dortmund).

Sepertinya mega proyek tersebut terancam batal lantaran kondisi keuangan klub masih meragukan. Walau begitu, Ia akan melepas sejumlah pemain inti demi mendapatkan pemain incarannya.

Kondisi Meragukan, N’Golo Kante Bakal Absen Kontra Porto

BabakTambahan – Playmaker andalan Chelsea, N’Golo Kante dilaporkan tak kan masuk ke skuad utama pilihan Thomas Tuchel kala menjamu Porto di stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Rabu (14/4/2021) dini hari WIB.

Kabarnya bahwa N’Golo Kante telah pulih dari cedera. Akan tetapi secara fisik, pemain asal Prancis itu kurang waktu tidur. Sehingga kondisinya hingga detik ini masih belum stabil.

Sebelumnya, N’Golo Kante sukses mengantarkan timnya meraih 3 poin di markas Porto. Sebab mereka telah unggul agregat 2 gol di Leg Pertama. Dan di laga nanti, The Blues cukup bermain dengan hasil imbang agar mampu menginjakkan kaki di perempat final UCL.

Sangat Meragukan Untuk Tampil

Menurut laporan Football London, N’Golo Kante masuk skuad utama sejak April. Karena sebelumnya, pemain 30 tahun itu harus masuk meja operasi demi menyembuhkan cedera hamstring.

Thomas Tuchel pun menegaskan bahwa dirinya sangat bangga bilamana sang pemain bersedia untuk hadir di laga nanti. Namun belakangan ini kondisinya sangat meragukan untuk tampil.

“Dia telah banyak melakukan yang terbaik bagi tim. Terutama pada pertandingan melawan Crystal Palace di pentas EPL. Eks pemain Leicester City itu sama sekali tidak memberikan tanda – tanda cedera selama pertandingan,” ujar Tuchel.

“Akan tetapi, Ia pun terlihat kurang fit pasca pertandingan. Beberapa hari kemudian, dirinya pun tampak lemas lantaran kurang tidur akibat sering turun pada pertandingan besar. Tentunya kami akan kehilangan magisnya di laga mendatang,” tambahnya.

Bakal Buat Keputusan Vital

Bisa dibilang bahwa Chelsea tengah menghadapi banyak tantangan sejak mendatangkan Thomas Tuchel. Dan trofi Liga Champions menjadi incaran utama mereka. Maka dari itu N’Golo Kante yang sebagai juru kunci permainan tengah harus bisa main.

Kondisi ini menguatkan sang pelatih bahwa dirinya wajib membuat keputusan vital apakah nanti harus menurunkannya atau tidak. Karena selama ini masih belum ada pemain anyar yang dapat mengimbangi lini tengah.

“Kami akan segera membuat keputusan dan kesepakatan dengan sang pemain. Namun jika kondisi pertandingan sangat memungkinkan untuk menang, maka kami tak kan menurunkannya,” tutupnya.

Serba 11, Inter Milan Bakal Juara Serie A 2020-2021

BabakTambahan – Sang pemuncak klasemen sementara Serie A, Inter Milan sukses mendapatkan 3 poin saat menjamu Cagliari di Giuseppe Meazza, Minggu (11/04/2021).

Inter Milan hanya mampu mencetak 1 gol berkat aksi Mateo Darmian di menit ke-76. Skor tipis tersebut tidak mudah bersarang ke gawang Rossoblu. Pasalnya, pasukan Antonio Conte telah melakukan sejumlah peluang emas sejak babak pertama. Namun hasil akhir tersebut merupakan hadiah yang layak mereka dapatkan.

Kemenangan itu telah mengunci posisi Inter Milan untuk menyegel gelar juara Serie A musim 2020-2021. Nantinya pun mereka perlu 11 poin lagi untuk mematahkan dominasi Juventus.

11 Kali Menang Beruntun

Ada hal yang menarik dari kemenangan Inter Milan. Dimana Nerazzurri sukses mencatatkan 11 kali menang beruntun dalam Liga Italia Serie A musim ini.

Torehan tersebut tidak mudah bagi pasukan Conte. Karena sebelumnya mereka sempat mengalami masa – masa buruk sebelum paruh musim.

Namun berkat kerja keras dan semangat tim, Nerazzurri pantas mendapatkan catatan tersebut.

Defisit 11 Poin

Poin penuh pada laga kemarin merupakan kabar baik bagi Inter Milan. Pasalnya, mereka masih mampu menjauh dari kejaran pesaing abadinya di posisi kedua, AC Milan.

Berdasarkan statistik klasemen sementara, Nerazzurri memiliki defisit 11 poin dari Rossoneri. Setidaknya dalam 10 laga sisa, mereka cukup mendapatkan 11 angka untuk segera mengangkat gelar Domestik.

Keunggulan tersebut merupakan keajaiban bagi mereka. Karena Juventus saja masih belum mampu mencatatkan rekor tersebut walau sering keluar sebagai juara.

11 Poin Lagi

Dan tentunya Inter cukup mendapatkan 11 poin lagi agar segera keluar sebagai jawara Serie A musim ini. Setidaknya Si Biru Hitam perlu memenangkan 4 laga tanpa kekalahan demi mendekati trofi tersebut.

Jika melihat dari performa Nerazzurri yang sekarang, bukan suatu kemustahilan bahwa mereka mampu mewujudkan semua itu.

Terlebih lagi dalam beberapa partai mendatang, Inter hanya akan berhadapan tim – tim papan tengah hingga bawah. Tentu saja Conte bisa bernapas lega tanpa perlu mengutak – atik strategi baru sebagai bekal pertandingan.

Inilah 4 Alasan Real Madrid Bisa Pecundangi Barcelona di Laga El Clasico

BabakTambahan – Real Madrid berpotensi menang atas Barcelona dalam laga El Clasico jilid kedua, Minggu (11/04/2021). Dilaporkan bahwa El Real memiliki beberapa alasan yang cukup matang untuk mengamankan 3 poin di Estadio Alfredo di Stefano.

Menurut laporan Bola.net, laga antara Real Madrid vs Barcelona akan penuh drama. Sebab keduanya sama – sama mengincar tambahan poin demi mengkudeta posisi Atletico Madrid yang masih aman di urutan pertama.

Bermain di markas sendiri akan membuat Real Madrid tampil beda. Sekalipun mereka tidak diperkuat Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale, namun Zinedine Zidane memiliki harapan untuk menang. Dan berikut beberapa alasan yang memungkinkan Los Galacticos mampu mempecundangi El Barca.

Menang Dua Kali Pada Laga Terakhir

Real Madrid telah mengemas dua kali kemenangan kala bersua Barcelona. Catatan tersebut terjadi di pekan ke-26 La Liga musim 2019-2020 dengan skor akhir 2 – 0 dan pekan ke-7 La Liga musim 2020-2021 dengan hasil akhir 3 – 1.

Tentunya harapan kemenangan Los Galacticos sangat terbuka lebar. Karena saat ini, komposisi permainan tim tamu cukup meragukan.

Catatan Kemenangan Dalam Sejarah

Secara Head to Head, Real Madrid telah bersua Barcelona sebanyak 181 pertandingan. Hasilnya Los Blancos mencatatkan 74 kali menang, 35 hasil imbang dan 72 kali kalah.

Catatan kemenangan tersebut bisa dibilang cukup imbang. Akan tetapi, pasukan Zidane mampu memperlebar jarak tersebut di laga mendatang.

Barca Minim Coutinho dan Ansu Fati

Alasan lain yang menguatkan Madrid unggul atas Barca yaitu tim tamu bakal kehilangan Coutinho dan Ansu Fati. Kabarnya, keduanya tidak dimasukkan ke dalam skuad utama.

Fati mengalami cedera yang cukup parah. Sementara Coutinho terjangkit masalah 100 laga. Dimana pihak manajemen harus melakukan pelunasan terhadap Liverpool jika memainkan pria asal Brazil tersebut.

Performa Apik Zinedine Zidane

Dan alasan yang satu lagi yaitu Zidane telah memberikan performa apik terhadap Los Galacticos. Pada 10 laga El Clasico, pelatih asal Prancis itu mengemas 5 kali menang, 3 kali seri dan 2 kali kalah.

Selain itu, pelatih berkepala plontos itu juga sukses mencatatkan 1 kali kemenangan kala bersua Ronald Koeman di pentas berbeda.

Real Madrid Siap Angkut Paul Pogba, Tapi Dengan Satu Syarat

BabakTambahan – Raksasa La Liga, Real Madrid dilaporkan bakal mendatangkan Playmaker Manchester United, Paul Pogba dengan mudah di bursa transfer mendatang. Namun mereka wajib memenuhi permintaan sang pemain.

Di musim lalu, Paul Pogba telah masuk radar transfer Los Galacticos. Akan tetapi, manajemen The Red Devils masih mengikatnya dengan kontrak berdurasi lama hingga musim 2022 mendatang.

Laporan dari The Telegraph juga mengklaim bahwa peminat Paul Pogba bukan hanya Real Madrid saja, melainkan klub lamanya yaitu Juventus.

Namun sepertinya kepindahan gelandang 28 tahun itu bakal berjalan lancar jika manajemen El Real mampu memenuhi keinginan pemain asal Prancis itu.

Cukup Satu Syarat

Laporan tersebut mengabarkan bahwa Paul Pogba hanya minta satu syarat yang wajib dipenuhi pihak manajemen Madrid. Yaitu Zinedine Zidane harus tetap bertahan di musim depan.

Sebab pelatih asal Prancis itu sangat kenal baik dengan permainan Pogba. Dan apa jadinya jika dirinya masuk ke skuad utama El Real namun tanpa kehadiran pelatih berkepala plontos itu?

Hingga kini kabar pemecatan Zidane masih mengudara. Pihak klub sendiri tengah mengincar beberapa pelatih sebagai penggantinya.

Klub Favorit

Laporan itu juga menyebut bahwa Paul Pogba sangat ingin bermain di Santiago Bernabeu. Sebab Real Madrid merupakan klub favorit berikutnya yang siap Ia naungi.

Meskipun Juventus telah berupaya keras untuk memulangkannya, namun sepertinya kehendak sang pemain sangat mutlak.

Ada satu alasan mengapa dirinya ingin berseragam Madrid, salah satunya adalah meraih trofi Liga Champions. Sebab klub tersebut menjadi langganan setia trofi Si Kuping Besar.

Tetapkan Harga Jual

Manajemen Manchester United pun tidak keberatan jika sang pemain membelot ke Real Madrid di akhir musim nanti. Karena saat ini mereka tengah mengincar Playmaker dan Winger baru sebagai amunisi utama.

Kabarnya The Red Devils telah menetapkan harga jual terhadap sang pemain. Pogba hanya boleh pergi jika Madrid rela mengeluarkan mahar transfer sebesar 100 Juta Euro.

Tentu saja Madrid bakal kesulitan untuk menebusnya, sebab saat ini kondisi keuangan mereka terlihat turun drastis. Namun kabarnya mereka akan melepas beberapa pemain inti untuk mendapatkan tanda tangannya.

Soal Rencana Klub, Ronald Koeman: Cukup Diam!

BabakTambahan – Manajer Barcelona, Ronald Koeman tengah mengajukan permintaan terhadap presiden klub, Joan Laporta. Pelatih 58 tahun itu hanya ingin bahwa pihak manajemen tidak perlu membocorkan rencana klub hingga akhir musim panas nanti.

Sejatinya Laporta merupakan presiden paling ideal bagi El Barca. Ronald Koeman pun meyakini bahwa Barcelona bisa kembali berjaya di tangannya. Karena sebelumnya telah banyak muncul rencana transfer besar – besaran di bawah keinginannya.

Rumornya, Ronald Koeman akan cabut dari Camp Nou. Namun situasi tersebut lenyap setelah Josep Maria Bartomeu mundur dari kursi jabatannya.

Dan kemunculan Laporta disebut sebagai angin segar bagi eks pelatih Everton tersebut. Karena dia bakal mempertahankannya untuk beberapa musim ke depan.

Publik Tak Perlu Tahu

Ronald Koeman telah melakukan pertemuan secara individu dengan Laporta. Alhasil keduanya telah mendapatkan kesepakatan bersama untuk tidak melebar luaskan rencana klub.

Pelatih asal Timnas Belanda itu hanya ingin bahwa target Laporta di musim depan tidak boleh bocor ke publik. Karena hal itu akan membuat panas semua rumor.

Laporta menyebut bahwa kepemimpinan Koeman dapat diacungi jempol. Meskipun El Barca tersingkir dari pentas Liga Champions. Namun mereka tetap mampu memberikan yang terbaik. Buktinya saat ini mereka masih menempel ketat Atletico Madrid di posisi kedua.

Koeman pun punya target tersendiri tentang siapa pemain yang harus keluar dan masuk di akhir musim panas nanti. Itu artinya Laporta tidak memiliki banyak peran dalam proses transfer pemain.

Rumor Kepergian Dembele

Ronald Koeman telah mendapatkan kekacauan di ruang ganti Barcelona. Sebelumnya, Lionel Messi tampak tidak begitu bahagia selepas kepergian Quique Setien.

Pelatih baru tersebut kini telah menemukan kenyamanan dalam melatih Tim Catalan tersebut. Messi yang awalnya dikabarkan cabut, kini memutuskan untuk tetap bertahan.

Sementara rumor kepergian Ousmane Dembele yang kini begitu santer telah membuat Koeman mendapatkan PR berat. Dirinya menegaskan bahwa kedua pilar tersebut tak kan pergi.

“Saya rasa Messi dan Dembele adalah nyawa bagi kami. Dan saya tidak ingin melihat keduanya angkat kaki dari Camp Nou,” kata Koeman.

Enggan Perpanjang Kontrak, Gianluigi Donnarumma Dapat Tawaran Fantastis

BabakTambahan – Klub elit Serie A, AC Milan harus bersiap untuk merelakan kiper andalannya, Gianluigi Donnarumma. Sebab sang kiper enggan untuk memperpanjang kontrak di San Siro.

Seperti diketahui bahwa masa bakti Gianluigi Donnarumma bersama Rossoneri akan berakhir pada akhir Juli 2021. Melihat kondisi tersebut tentu pihak manajemen tidak mau kehilangan sosok kiper terbaik yang pernah ada.

Klub tak kan rela melepas Gianluigi Donnarumma begitu saja dengan beralih pandangan ke klub lain. Namun sang agen, Mino Raiola menegaskan bahwa kiper tersebut tidak tertarik gaji besar yang telah disodorkan pihak manajemen.

Menurutnya, kiper 22 tahun itu berhak untuk menentukan masa depannya dengan tidak hanya menetap pada satu klub. Karena itu akan membuatnya semakin berkembang pesat di musim berikutnya.

Milan Tawarkan Gaji Mahal

Gazzetta Dello Sport menyebut bahwa Milan telah menawarkan gaji fantastis terhadap Gianluigi Donnarumma. Kabarnya mereka akan membayarnya 8 Juta Euro per tahun.

Hal tersebut tidak membuat sang kiper merasa tertarik untuk tetap bertahan. Terlebih lagi sang agen yang enggan melihat kondisi klub belakangan ini masih tertatih – tatih.

Sang pemain yang menyikapi hal itu pun sangat setuju dengan keputusan Raiola. Apalagi saat ini telah muncul klub terbaik Eropa yang siap memberinya gaji 12 Juta Euro per musim.

Paris Saint-Germain Sangat Tertarik

Laporan tersebut menambahkan bahwa klub kaya raya asal Prancis, Paris Saint-Germain sangat tertarik untuk meminang Gianluigi Donnarumma.

Hingga kini Les Parisiens masih mempercayakan penjaga mistar gawang kepada Keylor Navas. Namun kiper tersebut tengah berusia 34 tahun. Tentunya hal tersebut sangat tidak efisien untuk dijadikan kiper utama.

Les Parisiens bakal rela melepas eks kiper Real Madrid itu kepada klub lain. Karena mereka ingin berinvestasi dengan kiper yang jauh lebih muda.

Dan hal itu bergantung kondisi Milan di musim depan. Donnarumma mungkin akan bertahan apabila timnya mampu menembus Liga Champions. Namun sang agen tengah membujuknya untuk segera pindah klub demi mendapatkan karir yang lebih baik.

Tambah Daya Gedor, Manchester United Targetkan Mauro Icardi

BabakTambahan – Raksasa English Premier League, Manchester United telah merencanakan untuk menggaet Striker Paris Saint-Germain, Mauro Icardi di bursa transfer akhir musim nanti. Kabarnya mereka akan kehilangan Edinson Cavani di lini serang.

Cavani merupakan pemain veteran yang kini menjadi ujung tombak The Red Devils. Akan tetapi kontrak kerja pemain asal Uruguay itu akan berakhir pada musim ini. Itu artinya MU harus memikirkan daya gedor baru sebagai penggantinya. Dan nama Mauro Icardi merupakan pilihan yang tepat mengingat ketangguhannya selala berada di jantung pertahanan lawan.

Terdengar kabar bahwa Cavani enggan untuk memperpanjang kontrak demi bertahan lama di Old Trafford. Bagi pihak klub, memasukkan Mauro Icardi akan memberikan dampak bagus. Sebab hingga kini masih belum ada Striker murni yang bertugas di posisi depan.

Target Lama

Sebelum mendatangkan Cavani, Manchester United sempat meminati Mauro Icardi. Akan tetapi, eks pemain Inter Milan itu lebih merasa nyaman bertahan di Parc des Princes.

Sebab pemain 29 tahun itu memiliki target tersendiri bersama Les Parisiens yaitu meraih gelar Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Sepertinya The Red Devils tak kan kesulitan untuk mendapatkannya. Sebab saat ini pasukan Ole Gunnar Solskjaer memiliki komposisi pemain yang sangat mumpuni.

Cukup Murah

Menurut laporan Gazzetta Dello Sport, Paris Saint-Germain perlu suntikan dana besar di akhir musim nanti. Sebab mereka ingin menyetarakan kondisi keuangan

PSG akan mempersilahkan United memboyong Mauro Icardi dengan harga 40 Juta Pounds. Tentu saja harga tersebut cukup murah bagi Setan Merah. Mengingat mereka akan kehilangan Cavani yang kabarnya menerima gaji mahal di musim ini.

Cedera Lama

PSG bukan tanpa alasan mempersilahkan Icardi cabut. Sebab sang pemain kerap mendapatkan masalah cedera yang cukup parah.

Belakangan ini, Ia tidak dimasukkan skuad utama Les Parisiens. Karena pihak klub telah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Kylian Mbappe dan Moise Kean.

Namun The Red Devils sangat yakin bahwa pemain incarannya akan sembuh lebih cepat sebelum hadir di Old Trafford.

Tahan Messi, Neymar Junior Siap Kembali ke Barcelona

BabakTambahan – Bakal ada kabar baik bagi seluruh fans fanatik Barcelona. Dimana Striker Paris Saint-Germain, Neymar Junior menyatakan siap belik ke klub lamanya hanya demi membuat Lionel Messi tetap bertahan.

Sebelumnya Neymar Junior sempat merayu Messi agar hengkang dari Camp Nou dan bermain bersamanya di Parc des Princes. Namun hal tersebut sangat sulit terjadi lantaran La Pulga terikat kontrak jangka panjang.

Menurut media Catalan Ara, Neymar Junior telah menyanggupi kepindahannya kepada pihak klub demi membangun dan mengembalikan masa – masa kejayaan El Barca.

Mendengar kabar tersebut, manajemen El Barca langsung gerak cepat untuk merencanakan kepulangan sang mega bintang.

Misi Utama di Barcelona

Menurut laporan tersebut, Neymar Junior memiliki misi yang sangat besar saat pindah ke Barcelona. Pemain asal Brazil itu hanya ingin membantu klub demi meraih sejumlah trofi seperti pada beberapa tahun silam.

Pemain 29 tahun itu pun sangat meyakini bahwa kepindahannya nanti akan membuat Messi bertahan lebih lama di Camp Nou. Karena Ia sangat kenal baik tentang kepribadian penyerang asal Argentina itu.

Di lain hal, eks Barcelona itu pun tengah menunda proses perpanjangan kontrak dengan manajemen Les Parisiens. Karena Ia bersikeras untuk bertandem dengan mantan rekan setimnya di akhir musim nanti.

Barcelona Masih Bimbang

Laporan tersebut menambahkan bahwa Barcelona masih bimbang mendengar keinginan Neymar Junior untuk kembali pulang ke Camp Nou. Karena saat ini kondisi keuangan klub terlihat kurang stabil.

Di PSG, gaji utama Neymar terbilang sangat mahal. Dan Barca hanya bisa mewujudkan keinginan sang pemain jika dirinya rela berkorban untuk menurunkan gaji.

Di satu sisi, Joan Laporta tengah menyiapkan dana transfer kepada Striker Borussia Dortmund, Erling Haaland. Tak hanya itu saja, mereka pun kini bakal kedatangan penyerang Manchester City, Sergio kun Aguero dengan status Free Transfer.

Tentunya pihak klub perlu memiliki suntikan dana agar salah satunya pemain tersebut bisa hadir dengan mudah. Setidaknya mereka wajib menjual beberapa pemain demi menormalkan neraca keuangan.

Kontrak Alexandre Lacazette Bakal Habis, Mikel Arteta Pastikan Tetap Bertahan

BabakTambahan – Pelatih utama Arsenal, Mikel Arteta memberikan pujian selangit terhadap Alexandre Lacazette. Dimana pemain asal Prancis itu telah memberikan penampilan impresifnya sejak beberapa pekan terakhir.

Alexandre Lacazette telah mengalami kondisi yang sangat sulit sejak musim ini. Terbukti bahwa pemain 29 itu jarang mengemas berbagai gol bagi timnya. Ironisnya, masa bakti eks penyerang Lyon itu akan kadaluarsa pada musim depan.

Akan tetapi, Arteta memastikan bahwa Alexandre Lacazette akan tetap bertahan di Emirates Stadium. Karena Ia menilai bahwa sang pemain telah menemukan performa magisnya.

Di tambah lagi saat bertandem dengan Pierre-Emerick Aubameyang, sang pemain mampu membuat timnya kembali ke jalur kemenangan.

Makin Tangguh

Arteta tidak punya alasan yang kuat untuk membiarkan Alexandre Lacazette pergi dari Kota London. Sebab sang pemain telah mengemas 5 gol dalam 5 laga terakhirnya di ajang English Premier League.

Menurut kabar Goal, Arteta masih tetap menginginkan jasanya untuk mengisi skuad utama Arsenal. Karena sang pemain makin hari makin tangguh. Dan hal itu telah dibuktikannya sejak awal Maret lalu.

“Wajar sekali jika dia kehilangan tajinya di musim ini. Karena tandem terbaiknya sering terkapar cedera. Namun kini, saya telah melihat permainannya. Dan hasilnya Ia telah memberikan segalanya,” seru Arteta.

“Sejauh ini kami masih belum punya niatan untuk menggantinya. Sebab skill yang dimilikinya sangat luar biasa. Dan kami pun bakal mempertahankannya untuk beberapa musim ke depan,” tambahnya.

Tetap Bertahan

Sejatinya Alexandre Lacazette bisa saja pergi pada akhir musim ini. Rumornya telah banyak klub papan atas Eropa yang siap menampungnya.

Akan tetapi Arteta menegaskan bahwa sang pemain tetap bertahan. Karena saat ini dia merupakan ujung tombak The Gunners.

“Untuk sementara waktu, kami masih belum ingin membicarakan tentang masa depan Lacazette. Karena kami masih memiliki sejumlah jadwal padat sebelum musim ini berakhir,” tegas Arteta.

“Namun saya tidak ingin dia pergi. Karena Ia juga memiliki target yang ingin segera diraih pada musim depan,” tutupnya.

AC Milan Bakal Daratkan Julian Draxler Secara Gratis

BabakTambahan – Akhir musim 2020-2021 akan segera usai. Salah satu klub terbaik Eropa yang bakal sibuk menjalankan transfer pemain yaitu AC Milan. Kabarnya, Rossoneri bakal mendapatkan tanda tangan gelandang asal Paris Saint-Germain, Julian Draxler secara gratis.

Pertengahan Juli 2021 merupakan pintu terbukanya jendela transfer bagi semua klub Eropa. Sebelumnya, Milan telah memasukkan beberapa pemain muda berbakat ke dalam skuad utama. Namun kini, mereka tertarik untuk mendapatkan jasa Julian Draxler.

Hal itu dinakhodai oleh Ricky Massara dan Paolo Maldini. Sebab keduanya memiliki peran yang cukup vital bagi klub. Tak heran jika nama Julian Draxler bakal jadi prioritas transfer utama nantinya.

Terjunkan Tim Scout

Belakangan ini Milan tengah menerjunkan tim scout pada beberapa klub. Namun pemain yang lebih menjadi incaran utama mereka adalah Julian Draxler. Playmaker PSG itu sangat ganas dalam mengatur lini tengah. Buktinya Ia mampu mengantarkan timnya merebut berbagai gelar juara setelah lepas landa dari Schalke 04.

Ketertarikan pihak klub pada pemain asal Jerman itu lantaran pelatih PSG, Mauricio Pochettino dikabarkan tidak memasukkannya ke dalam skuad utama musim depan.

Sebab saat ini komposisi pemain Les Parisiens makin banyak dan berkualitas. Dan hal tersebut membuat pria 27 tahun itu harus rela kehilangan posisi inti di Parc des Princes.

Sementara Milan tidak ingin menyia – nyiakan kesempatan itu untuk segera mengangkutnya secara gratis.

Gaji Mahal

Kendati Milan sukses mendapatkan Julian Draxler secara gratis. Akan tetapi mereka harus membayar gaji sang pemain sesuai ketentuan. Di PSG, Draxler menerima gaji senilai 7 Juta Euro per musim.

Namun pihak manajemen perlu mempertimbangkan hal tersebut. Karena jika hal itu dilakukan, maka akan membuat iri sejumlah pemain inti lainnya.

Namun sepertinya Maldini memiliki rencana baru mengenai masalah itu. Kabarnya pihak klub akan memproyeksikannya sebagai pemain inti dan bertandem dengan Hakan Calhanoglu di barisan tengah.

Selain itu, pelatih Stefano Pioli juga menginginkan jasanya sebagai penguat lini tengah. Dan itu artinya pihak klub harus melakukan negosiasi lanjutan terkait masalah gaji sang pemain.