Merasa Kesal, Lionel Messi Tolak Jabat Tangan Mauricio Pochettino

BabakTambahan – Telah muncul pemandangan tak sedap saat Paris Saint-Germain menjamu Olympique Lyonnais dalam lanjutan Liga Prancis. Terlihat bahwa Lionel Messi merasa kesal pada saat ditarik keluar sang pelatih, Mauricio Pochettino.

Dalam laga tersebut, PSG sukses mengalahkan Lyon dengan skor akhir 2 – 1 di Parc des Princes, Senin (20/09/2021). Sejatinya kemenangan tersebut bermula dari kontribusi Lionel Messi. Namun sayangnya pemain asal Argentina itu harus keluar lebih dulu sebelum laga usai.

Les Parisiens sempat kebobolan lebih awal berkat aksi Lucas Paqueta. Namun Lionel Messi mulai menampilkan permainan terbaiknya hingga menjadi dalang atas terjadinya gol balasan yang diciptakan Neymar Junior.

Sangat Kesal

Lionel Messi hingga kini masih belum membukukan gol sejak tampil sebagai starter di musim ini. Itu bukan berarti bahwa pemain 34 tahun itu mandul, namun perannya pun sangat penting sehingga tetap menjaga timnya lolos dari kekalahan.

Pada aksinya, Messi berduet dengan Neymar dan Mbappe untuk mengawal sektor depan. Ia pun sempat memberi ancaman namun upayanya masih gagal.

Pada menit ke-75, Mauricio Pochettino terpaksa menariknya keluar dan menggantikannya dengan Achraf Hakimi. Dengan tujuan agar timnya semakin kokoh dalam sektor pertahanan.

Tapi yang terjadi eks pemain Barcelona itu terlihat kesal dan enggan menjabat tangan sang juru taktik. Lebih lanjut, tatapan Messi terhadap Pochettino terlihat sangat pedas.

Pochettino Beri Pembelaan

Walaupun Pochettino tampak tak senang dengan sikap Lionel Messi. Akan tetapi pelatih asal Argentina itu tetap memberikan pembelaan.

Menurut laporan Goal International, tak kan ada pemain yang senang jika harus diganti ketika Ia telah berkontribusi besar. Terlebih keputusan itu bukan merupakan rencana awal.

“Kami telah memiliki skuad lengkap yang hebat. Dan tidak mungkin mereka akan dimasukkan semua dalam satu pertandingan. Saya rasa keputusan tersebut sangat benar,” ujar Pochettino.

“Saya menyadari bahwa membuat suatu pergantian terkadang memberikan hasil baik atau mungkin sebaliknya. Jika melihat situasi yang ada, setiap pelatih memang harus bijak dalam menentukan pergantian pemain,” tutupnya.