4 Kandidat Bek Tangguh Penerus Gerrard Pique di Barcelona

BabakTambahan – Bek veteran Barcelona, Gerrard Pique kini telah menginjak usia 34 tahun. Dan kemungkinan besar Ia tak kan bertahan lama di Camp Nou. Sejatinya Ia sering dicadangkan sejak awal musim ini.

Walau begitu, Gerrard Pique bertekad untuk gantung sepatu di Barcelona. Seperti diketahui, pria asal Spanyol itu masih menyisakan kontrak kerja hingga musim 2024. Namun hal tersebut bukan merupakan hadangan yang berarti jika sang pelatih, Ronald Koeman dan pihak manajemen ingin menambah kekuatan di barisan belakang.

Bola.net melaporkan bahwa posisi Gerrard Pique di jantung pertahanan El Barca semakin terancam. Dan itu artinya telah muncul sosok bek tangguh yang siap menggantikannya di musim berikutnya.

Dan berikutnya daftar pemain yang sangat layak mengisi posisi Centre Back Barcelona sepeninggalan Pique, di antaranya;

Eric Garcia

Eric Garcia salah satu pemain akademi La Masia Barcelona. Namun kini, bek 20 tahun itu mengabdikan dirinya bersama Manchester City sejak musim 2017 hingga akhir musim ini.

1 tahun kemudian, Ia sukses menjadi skuad utama The Citizens. Sampai saat ini, bek asal Spanyol itu telah mengemas 31 penampilan di semu ajang kompetisi.

Dan ini merupakan angin segar bagi kubu Barcelona untuk memulangkannya sebagai penerus peran Gerrard Pique.

Melayro Bogarde

Melayro Bogarde merupakan bek tengah Hoffenheim yang masih berusia 18 tahun. Walau begitu, bek asal Belanda itu telah menjadi starter selama 6 pertandingan.

Sejauh ini, banyak tim Scout dari klub papan atas yang tertarik padanya. Sebab masa baktinya bersama die Kraichgauer akan berakhir pada bulan Juni mendatang.

Bisa jadi bahwa Barcelona merupakan klub terdepan dalam mendapatkan tanda tangannya.

Dayot Upamecano

Sangat tidak wajar jika tidak memasukkan nama Dayot Upamecano sebagai kandidat penerus Gerrard Pique. Di musim lalu, bek RB Leipzig itu sukses mengantarkan timnya finish di posisi ke-3 klasemen Bundesliga.

Tak hanya itu, Ia juga berperan dalam membantu Die Bullen berlaga hingga babak semifinal Liga Champions untuk kali pertama.

Namun Barcelona harus berhati – hati, karena sejauh ini telah ada beberapa klub EPL yang ingin mengeluarkannya dari Red Bull Arena Leipzig.

Ronald Araujo

Dan nama terakhir yaitu Ronald Araujo. Seperti diketahui, Araujo telah dipercaya pelatih Ronald Koeman untuk bermain di tim utama Barcelona.

Musim lalu, pria kelahiran Uruguay itu sukses menembus skuad utama El Barca. Sesuai catatan, bek tangguh 21 tahun itu bertubuh tinggi dan sering memenangkan duel udara.

Dan pastinya Blaugrana sedikit lebih tenang dengan kehadirannya. Karena faktanya, Ia telah beradaptasi dengan baik terhadap filosofi permainan Barcelona.

Gasak Liverpool 4 – 1, Pep Guardiola: Belum Waktunya Bicara Juara!

BabakTambahan – Manchester City terlalu ganas bagi Liverpool. Terbukti bahwa The Citizens menang telak dengan hasil akhir 4 – 1 atas The Reds di Anfield Stadium, Senin (08/02/2021) dini hari WIB.

Sang manager Manchester City, Pep Guardiola masih enggan membicarakan peluang timnya untuk merajut asa juara English Premier League. Karena baginya, perjalanan pertandingan masih sangat jauh. Bisa jadi bahwa mereka terpeleset dan gagal finish di puncak klasemen.

Jalannya pertandingan tersebut sangat seru. Namun pasukan Pep Guardiola terlalu tampil energik. Petaka tim tuan rumah terjadi di babak kedua lantaran blunder kiper Allison Becker.

Hingga turun minum, skor masih imbang 1 – 1. Namun kemenangan Manchester City terjadi menjadi 1 – 3 dalam kurun waktu 3 menit. Blunder tersebut menambah catatan buruk The Reds sepanjang masa.

Hasil positif tersebut tak hanya menjauhkan City dari kejaran Liverpool. Akan tetapi itu merupakan akhir dari rekor pasukan Pep Guardiola selama 18 tahun tanpa kemenangan di Anfield Stadium.

Anfield Tak Seperti Dulu Lagi

Faktanya, Manchester City tak pernah memulangkan 3 poin sejak berlaga di Anfield. Namun kali ini, Pep Guardiola sukses menyulap catatan buruk tersebut serta memangkas jarak untuk mendekati juara Liga.

Guardiola menegaskan, Anfield tak seperti dulu lagi. Itu sangat langka terjadi sejak beberapa tahun silam. Karena sebelumnya, mereka selalu tampil energik hingga menit – menit akhir. Namun kini, dirinya sama sekali tidak merasakan atmosfir terpanas di Liga Primer.

“Terlepas dari itu, saya sangat bangga dengan hasil kemenangan tadi malam. Skor imbang membuat saya semakin memutar otak untuk membuat gol. Namun setelah itu, tim saya mampu mengambil alih tempo permainan hingga berhasil memulangkan 3 poin,” seru Guardiola.

Poin Kemenangan Krusial

Pep Guardiola menambahkan bahwa 3 poin tersebut merupakan kemenangan paling krusial. Karena baginya, hal tersebut bisa memudahkan timnya menjadi juara.

Namun hingga kini, pelatih 50 tahun itu masih kurang percaya diri akan kans juara English Premier League. Sebab rival abadinya, Manchester United sejauh ini tampil perkasa dengan menyegel beberapa hasil positif.

“Saya rasa peluang juara tim kami masih sangat jauh. Dan kami hanya ingin menampilkan yang terbaik hingga akhir musim nanti,” tegas Guardiola.

“Kami banyak mendapatkan dukungan dari pemain cadangan, fans dan pihak lainnya. Namun bagi kami, kemenangan ini pertanda baik untuk ke depannya,” tutupnya.

Jurgen Klopp Ogah Buka Komentar Soal Peluang Juara Liverpool

BabakTambahan – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp enggan untuk berkomentar soal peluang juara timnya. Menurutnya, saat ini bukan momen yang tepat untuk membahas hal tersebut.

Jurgen Klopp pun mengatakan, anak asuhnya hanya perlu banyak motivasi untuk bergerak maju dan segera keluar dari masa – masa keterpurukan.

Pada tabel klasemen sementara, Liverpool menduduki peringkat ke-4 dengan mengoleksi 40 poin. Mereka terpaut 7 poin dari sang pemuncak klasemen, Manchester City.

Namun The Citizens masih bisa menjauh lantaran menyisakan 1 laga melawan Liverpool, Sabtu (07/02/2021). Jika pasukan Pep Guardiola menang, maka mereka akan semakin menjauh.

Akan tetapi, tim besutan Jurgen Klopp sangat siap menghadapi permainan City meski harus berstatus sebagai tim tamu.

Bukan Waktunya Bicara Kans Juara

Jurgen Klopp menambahkan, sudah bukan waktunya membicarakan kans juara. Sebab jalanya pertandingan setiap pekannya selalu penuh drama.

Sebelumnya, pelatih 53 tahun itu mengklaim bahwa Liverpool sangat jauh dari titel juara. Karena hingga kini mereka masih kehilangan beberapa pilar terbaiknya seperti Joel Matip, Joe Gomez dan Virgil van Dijk.

“Sangat masuk akal sekali tidak kami mendapatkan pertanyaan seputar kans juara. Sebab tahun kemarin kami telah mengemas sejumlah trofi bergengsi. Namun kami akan berupaya keras untuk bersaing secara sehat demi mengembalikan masa kejayaan Liverpool,” ujar Klopp melalui situs resmi Liverpool.

“Masalahnya bukan siap yang menjadi pemuncak klasemen. Tapi bagaimana alur pertandingan yang selama ini tidak menentu. Dan kami selalu berpikir realistis demi memberikan yang terbaik untuk para fans dan klub,” tambahnya.

Fokus Pada Kondisi Pemain

Jurgen Klopp kembali menegaskan, musim ini merupakan musim terberat bagi The Reds. Karena mereka terlalu sering berlaga di berbagai kompetisi.

Tak hanya itu, pelatih asal Jerman itu pun menyeru bahwa kekuatan tim yang saat ini dimilikinya masih belum stabil. Di tambah lagi beberapa kekuatan penting yang masih absen.

Mantan pelatih Borussia Dortmund itu hanya terfokus pada kondisi pemain. Sebelumnya, mereka telah mendapatkan tanda tangan Ben Davies dan Ozan Kabak di posisi belakang.

Mereka dipercaya akan memberikan momentum terbesar semasa absennya tiga bek utama Liverpool.

Juventus Akan Lakukan Apa Saja Demi Memulangkan Paul Pogba

BabakTambahan – Sang juara bertahan Serie A, Juventus dikabarkan akan melakukan apa saja demi mendatangkan Paul Pogba. Klub Turin tersebut sangat ingin menariknya dari Manchester United di akhir musim nanti.

Berdasarkan masa kontrak di MU, Paul Pogba hanya menyisakan 1 musim bermain di Old Trafford. Itu artinya sang Playmaker akan hengkang di akhir musim 2021-2022.

Sebelumnya, agen Paul Pogba, Mino Raiola menegaskan bahwa pemainnya enggan untuk memperpanjang kontrak. Dan itu berarti pemain 27 tahun tersebut tak kan lagi merumput di Liga Inggris.

Menurut laporan Calciomercato, Juventus yang saat ini tengah mempertajam barisan tengahnya tak mau kehilangan kesempatan untuk mendapatkan tanda tangannya. Saat ini, Bianconeri telah berupaya untuk membawanya pulang ke Turin.

Keinginan Terbesar Pirlo

Laporan tersebut mengindikasikan bahwa transfer Paul Pogba merupakan salah satu keinginan terbesar pelatih Andrea Pirlo. Kabarnya pelatih asal Italia itu sangat tertarik untuk memasukkannya ke dalam skuad utama Juventus.

Saat ini, manajer Juve tersebut sangat tidak puas melihat susunan pemain yang saat ini dimilikinya. Ia merasa bahwa Juventus kehilangan taji terbaik di barisan tengah, hal ini jelas beda sejak Pogba memperkuat Juve beberapa tahun lalu.

Hal itulah yang menjadi alasan Pirlo untuk segera mengangkutnya ke Turin. Di lain hal, Ia juga merasa bahwa Pogba sangat layak bertandem dengan sejumlah pemain penting termasuk Cristiano Ronaldo.

Rencana Pemulangan Pogba

Laporan tersebut juga mengklaim bahwa Juventus akan menemukan kesulitan dalam upaya pemulangan Paul Pogba. Meski sebenarnya kontrak sang pemain akan segera berakhir, namun hal itu bukan merupakan kendala utama.

Seperti diketahui, manajemen The Red Devils telah mematok harga tinggi kepada tim yang berniat untuk mendatangkannya. Beberapa laporan menyebut bahwa harga jual Pogba berkisar 100 Juta Euro.

Ironisnya, kondisi finansial Juventus masih belum stabil pasca pandemi COVID-19. Akan tetapi, mereka telah memiliki dua opsi untuk mendapatkan jasanya.

Yang pertama yaitu melakukan barter pemain dengan Manchester United. Sementara yang kedua yakni melepas sejumlah pemain inti.

Liverpool Rekrut Ozan Kabak, Michael Reschke: Itu Keputusan Terbaik!

BabakTambahan – Eks direktur teknik VfB Stuttgart, Michael Reschke memberi dukungan penuh kepada Ozan Kabak atas bergabungnya dengan Liverpool. Ia meyakini bahwa bek asal Turki itu bakal menambah kekuatan di lini belakang The Reds.

Seperti diketahui, Liverpool resmi mendatangkan Ozan Kabak dari Schalke 04 dengan status pinjaman. Kabarnya The Reds akan mempermanenkan pria 20 tahun itu bergantung performa di lapangan.

Mendatangkan Ozan Kabak merupakan keputusan terbaik. Mereka sama sekali tidak melakukan manuver yang salah, sebab dirinya bisa menggantikan peran Joe Gomez, van Dijk dan Joel Matip yang kini masih didera cedera.

Reschke meyakini bahwa Kabak bisa memberikan segalanya untuk Liverpool, termasuk gol – gol krusial. Sebab Ia selalu tampil baik saat turun sebagai starter.

“Saya tak heran bila dia bisa mencetak gol. Karena dia sangat bagus dalam duel udara,” ujar Reschke seperti dikutip dari Goal International.

Bisa Berkembang Pesat

Reschke menegaskan, bergabungnya Ozan Kabak dengan Liverpool merupakan pilihan yang tepat. Pria 63 tahun itu sangat yakin bahwa sang pemain bisa berkembang pesat di Anfield Stadium.

“Kita pasti tahu bahwa Ia masih terlalu dini dalam mengemban peran yang sangat vital. Namun Liverpool telah menentukan keputusan yang bagus dengan opsi pemain pinjaman,” tegas Reschke.

“Ia pasti sangat beruntung lantaran diasuh oleh pelatih top Eropa seperti Jurgen Klopp. Dan Ia pasti mampu memberikan sejumlah kejutan yang belum pernah ada,” tambahnya.

Dukungan Motivasi Besar

Reschke juga menambahkan, Ozan Kabak telah mendapatkan dukungan motivasi terbesar setelah resmi berseragam Liverpool. Ia yakin bahwa bek tengah tersebut akan segera dipermanenkan.

“Sebagai pemain pinjaman tentu Ia akan melakukan segalanya untuk mendapatkan kepercayaan. Saya sangat yakin bahwa cepat atau lambat keputusan tersebut bakal menghampirinya, ucap Reschke.

“Dia akan menjelma sebagai salah satu bek terbaik dunia. Karena saat ini, masih belum ada bek tangguh yang seusianya,” tambahnya.

Kabak akan menjalankan laga debutnya bersama Liverpool di akhir pekan nanti. Kabarnya Ia akan memimpin barisan belakangan The Reds kala bersua Manchester City di Matchday ke-23 Liga Primer.

Chelsea Enggan Datangkan Pemain Baru, Thomas Tuchel Dihantui Dua Masalah Besar

BabakTambahan – Raksasa EPL, Chelsea sangat tidak tertarik untuk mendatangkan pemain baru di Transfer Window Januari 2021. Hal itu memaksa pelatih Thomas Tuchel dihantui dua masalah besar.

Sejatinya Thomas Tuchel telah memiliki 24 pemain dalam skuad utama. Akan tetapi, hanya ada 11 pemain yang saat ini mengisi posisi inti. Ironisnya, sisa pemain yang ada masih belum menemukan ketajaman masing – masing.

Itu artinya pelatih asal Jerman itu harus lebih memutar otak untuk menemukan komposisi Starting XI yang paling kuat untuk menyegel beberapa gelar juara di musim ini.

Seperti diketahui, Thomas Tuchel tidak banyak terjun dalam permainan Liga Inggris. Sebab menjadi pelatih Chelsea merupakan pengalaman pertama baginya menjajal aroma pertandingan yang penuh gengsi.

Pelatih 47 tahun itu mau tidak mau harus membenahi timnya yang lebih berfokus pada dua masalah utama. Dan berikut merupakan PR terberat yang bakal Ia kerjakan.

Perkuat Lini Belakang

Thomas Tuchel sangat kental dengan formasi 3-4-3 sejak menukangi Paris Saint-Germain. Hal tersebut telah Ia buktikan pada laga perdananya menghadapi Wolves. Timnya pun berbagi hasil imbang.

Sementara pada pertandingan keduanya saat menjamu Burnley, The Blues sukses memetik 3 angka dengan hasil akhir 2 gol tanpa balas.

Saat ini, Si Biru harus kehilangan Ben Chilwell lantaran cedera. Sementara Marcos Alonso masih harus menjalankan adaptasi baru.

Kedua bek tersebut merupakan bek terbaik Chelsea. Namun Tuchel harus lebih memperhatikan kondisi yang saat ini demi memperkuat lini belakang.

Pertajam Barisan Depan

PR kedua Thomas Tuchel yaitu mempertajam barisan depan. Sejatinya Chelsea memiliki tiga Striker andalan sebelum kedatangannya, mereka adalah Timo Werner, Tammy Abraham dan Olivier Giroud.

Ketiganya sempat diturunkan pada dua laga sebelumnya. Namun mereka masih belum menampilkan yang terbaik.

Sementara filosofi Tuchel lebih mengarah pada Striker tangguh dan cepat. Dalam hal ini, Werner merasa diuntungkan lantaran unggul usia dari pada keduanya.

Akan tetapi keputusan Tuchel bakal merubah semuanya ketika Ia mendapatkan ketajaman dari salah satu Striker yang kini ada.

Mulai Tak Nyaman, Isco Minta Pindah ke Klub EPL

BabakTambahan – Kabar tak sedap kini datang dari klub elit Spanyol. Dimana Playmaker Real Madrid, Isco mulai tak nyaman dengan atensi permainan timnya. Dikabarkan bahwa mantan gelandang Real Malaga itu meminta kepada pihak manajemen untuk menjualnya ke klub EPL.

Faktanya, Deadline Day Transfer Window musim panas ini akan segera ditutup. Beberapa klub elit Eropa lainnya tengah berebut sejumlah pemain incaran dan menjual pemain inti.

Sesuai data yang ada, klub – klub besar EPL telah resmi mendatangkan pemain bintang dari berbagai klub. Dan itu artinya, potensi Isco untuk menjadi bagian di dalamnya sangat terbuka lebar.

Seperti yang dilaporkan Cuatro, Isco sangat ngotot ingin segera keluar dari Santiago Bernabeu. Sebab pemain 28 tahun itu sering kali duduk di bangku cadangan dan hanya beberapa kali turun sebagai starter.

Ingin Pengalaman Baru

Laporan tersebut menguatkan bahwa Isco telah mengajukan perpindahan secara individu kepada manajemen Real Madrid.

Gelandang serang asal Spanyol itu terlalu kecewa dengan keputusan Zinedine Zidane terkait jam bermain. Ironisnya, Ia hanya melakoni tiga laga di pentas domestik musim ini.

Sementara Ia harus memiliki jam bermain lebih banyak demi menembus skuad Timnas Spanyol untuk berlaga di EURO 2020.

Berlabuh ke Klub EPL

Beberapa rumor mengatakan bahwa Isco telah santer dikabarkan untuk segera merumput ke pentas EPL. Dimana saat ini tim besar seperti Arsenal dan Everton tengah mencari Playmaker berpengalaman.

Sejauh ini, kedua klub masih saling berlomba – lomba untuk mendatangkan pemain incarannya.

Namun bila mereka melakukan proses negosiasi lebih intensif kepada El Real, maka pemain Spanyol itu akan mudah menjajal atmosfir permainan Liga Inggris.

Belum Mendapatkan Jawaban

Upaya Isco untuk keluar dari Santiago Bernabeu rupanya belum mendapatkan jawaban. Kabarnya pihak manajemen masih ingin menggunakan jasanya hingga habis kontrak.

Dan hal itu akan mempersulit dirinya untuk mewujudkan keinginannya bermain di kompetisi yang penuh tantangan.

Seperti diketahui, saat ini kondisi skuad Madrid sangat terbatas. Sebab Zidane tidak banyak belanja pemain di bursa transfer sebelumnya.

Makin Moncer, Lionel Messi Catatkan Gol ke-650 Bagi Barcelona

BabakTambahan – Tak ada pemain yang lebih jago dari sang mega bintang Barcelona, Lionel Messi. Terbukti bahwa La Pulga sukses mencatatkan gol ke-650 bagi El Barca.

Lionel Messi menorehkan gol tersebut kala memimpin timnya menang 2 – 1 atas Athletic Bilbao di stadion Camp Nou, Senin (01/02/2021) dini hari WIB.

Torehan tersebut tercipta kala pria Argentina itu mengeksekusi tendangan bebas di menit ke-20. Uniknya, arah bola tersebut meluncur deras ke sisi kanan gawang.

Sebetulnya, pasukan Gracia Toral telah memprediksi tendangan tersebut. Namun Simon tak bergerak sedikitpun saat mencoba untuk menghalaunya.

Secara impresif, penampilan Lionel Messi bersama Barcelona makin moncer. Dan hal itu mampu mengantarkan timnya menduduki posisi kedua klasemen sementara dengan torehan 40 poin.

Bukti Ketajaman Messi

Rekor gol ke-650 itu merupakan bukti ketajaman Lionel Messi sebagai Striker haus gol. Pemain 33 tahun telah menghabiskan masa bakti selama 16 tahun bersama Blaugrana.

Menurut catatan Opta, sang kapten tersebut telah mencetak 650 gol di semua ajang kompetisi. 49 gol yang Ia cetak tercipta melalui tendangan bebas.

Gol tersebut menerangkan bahwa performa dan perkembangan Messi di Barcelona semakin stabil. Namun sebelumnya, Ia hanya mencetak gol dari Open Play. Sementara gol Free Kick yang Ia ciptakan telah lahir setelah melalui 62 kali percobaan.

Tak hanya itu, Messi pun juga turut menjadi sosok penting atas gol kemenangan Antoine Griezmann. Dimana Ia sempat mengecoh beberapa bek lawan sebelum bola tersebut mengalir atas kerja sama antara Dembele, Dest hingga berujung gol Griezmann.

Siap Menatap Gelar Juara

Setelah Barcelona tumbang di pentas Supercopa de Espana, namun Lionel Messi mengarahkan agar timnya lebih siap menatap gelar juara.

Sebab saat ini mereka hanya unggul beberapa poin dari sang pemuncak klasemen. Dan itu artinya tak ada yang mustahil jika laju permainan mereka semakin tajam.

Sementara itu, skuad utama Barcelona telah kembali normal. Dan pelatih Ronald Koeman juga meyakini bahwa jalan menuju puncak klasemen akan jauh lebih mudah.

Tambah Daya Gedor, Inter Milan Goda Edin Dzeko

BabakTambahan – Bek legendaris Inter Milan, Giuseppe Bergomi memberi dukungan penuh atas Nerazzurri untuk menambah daya gedor. Diyakini bahwa mereka bakal menggoda Striker AS Roma, Edin Dzeko untuk segera memboyongnya ke Giuseppe Meazza.

Saat ini Edin Dzeko masih aktif bermain di AS Roma. Namun telah terdengar kabar bahwa Striker jangkung itu akan segera dilepas pada bursa transfer musim ini.

Kabarnya Edin Dzeko memiliki hubungan yang kurang bagus dengan pelatih I Giallorossi, Paulo Fonseca. Memanfaatkan kondisi tersebut, Bergomi mendesak Inter agar tidak kehilangan kesempatan dalam mendapatkannya.

Namun sebelumnya, Inter telah memantau Striker 34 tahun itu. Diyakini bahwa mereka akan mengajukan barter dengan Alexis Sanchez.

Sosok Tangguh dan Berpengalaman

Bergomi sangat antusias dengan pertukaran keduanya. Ia menyebut bahwa Edin Dzeko merupakan sosok Striker tangguh dan penuh pengalaman bermain di pentas sepak bola profesional.

Pria 57 tahun itu menyebut, kehadiran Dzeko akan menjadikan Inter semakin kuat. Terlebih lagi saat ini jarang tercipta gol – gol udara. Namun Striker veteran itu akan mampu menjadi pembeda di lini serang Nerazzurri.

“Inter akan lebih kompetitif jika sukses mendaratkan Dzeko. Pastinya mereka bisa tampil luar biasa dari pada tim – tim lain. Kedatangannya akan memberikan mentalitas yang tepat bagi pemain lain,” ucap Bergomi kepada Gazzetta dello Sport.

“Duetnya dengan Romelu Lukaku akan terus mengancam gawang lawan. Karena keduanya merupakan Striker komplit jika diturunkan dalam satu tim,” tambahnya.

Pesimisme Bergomi

Bergomi menerangkan, Edin Dzeko adalah sosok yang ahli mencetak gol di kotak penalty lawan. Akan tetapi, Ia sangat pesimis apakah Inter bakal menurunkan trio Martinez, Lukaku dan Dzeko secara bersamaan.

Karena faktanya, pelatih Antonio Conte sangat kental dengan formasi 3-5-2 yang memfokuskan permainan pada lini sayap.

“Saya tidak begitu yakin apakah mungkin Conte akan merubah filosofi permainannya setelah mendatangkan Dzeko. Karena Ia memiliki keahlian lain dari pada penyerang Inter saat ini,” pungkas Bergomi.

“Sejauh ini Martinez telah berjuang keras demi mengembalikan masa kejayaan Inter. Kemungkinan buruk Dzeko akan memanaskan bangku cadangan. Namun semua itu tergantung keputusan pelatih,” tutupnya.

Didepak Barcelona, Kini Luis Suarez Menjelma Menjadi Predator Haus Gol

BabakTambahan – Eks bomber Manchester United, Dimitar Berbatov menerangkan bahwa Barcelona telah berlaku tidak adil terhadap Luis Suarez. Akan tetapi, striker asal Uruguay itu mampu tampil lebih baik kala berseragam Atletico Madrid.

Di era sebelumnya, Luis Suarez telah banyak memberikan kontribusi besar terhadap El Barca. Sejumlah gol pun telah Ia ciptakan hingga membuatnya sebagai striker terbaik dunia saat bertandem dengan Lionel Messi dan Neymar Junior.

Tak hanya itu, Luis Suarez pun juga telah mempersembahkan banyak gelar untuk klub. Namun saat Barcelona meresmikan Ronald Koeman sebagai pelatih baru, Striker 34 tahun itu harus tersingkir secara tidak hormat.

Namun kini mantan bomber Liverpool itu telah menjelma menjadi predator haus gol di bawah asuhan Diego Simeone. Terbukti bahwa Ia telah menorehkan 12 gol dalam 15 laga di ajang La Liga. Sehingga Ia mampu mengantarkan timnya memuncaki klasemen sementara dengan raihan 47 poin.

Misi Dendam Positif Suarez

Berbatov menilai bahwa Luis Suarez memiliki misi dendam positif terhadap klub lamanya. Dan kini Ia mampu membuktikan kepada dunia bahwa usia hanyalah angka.

Saat ini kubu Barcelona masih terseok – seok dalam urusan mencetak gol. Sejak kehilangan Suarez, Los Azulgrana masih belum menemukan pemain yang mampu menorehkan gol secara rutin setiap laga.

“Dia bermain layaknya mesin, sampai detik ini saya masih belum menemukan sosok predator tangguh sepertinya sekalipun pemain top dunia saat ini,” ucap Berbatov kepada Betfair.

“Suarez mungkin bisa tertawa lepas lantaran timnya unggul 7 poin atas Barcelona. Dan bahkan Ia akan lebih bangga bila mampu mengantarkan timnya meraih titel juara La Liga,” sambungnya.

Masih Belum Tertandingi

Meskipun usianya tidak mudah lagi, akan tetapi Berbatov tidak meragukan kredibilitas dan kualitasnya selagi turun sebagai starter.

Bahkan Luis Suarez sering menjadi penentu kemenangan bagi timnya di beberapa pertandingan sebelumnya. Itu berarti bahwa penyesalan Barcelona akan bertahan lama melihat penampilannya yang semakin ganas.

“Sesama Striker, urusan mencetak gol bukan perkara mudah. Namun Suarez memiliki agresivitas yang mampu merusak jantung pertahanan lawan,” ungkap Berbatov.

“Ia telah membuktikan kepada publik bahwa nalurinya sebagai pemain adalah mencetak gol. Dan hal itu telah Ia dapatkan sejak membela Liverpool,” tutupnya.

Lewati Davies dan Robertson, Theo Hernandez Diklaim Sebagai Bek Kiri Terbaik Eropa

BabakTambahan – Mantan Full Back Kiri AC Milan, Serginho melayangkan pujian setinggi langi atas Theo Hernandez. Ia mengklaim bahwa Theo merupakan sosok bek kiri terbaik Eropa di musim ini.

Belakangan ini Milan telah tampil dengan sangat memuaskan. Mereka berhasil menyikut pesaing terberatnya, Juventus dan Inter Milan.

Saat ini Milan berhasil menembus puncak klasemen dengan torehan 43 poin. Dan itu artinya Rossoneri semakin dekat dengan gelar Scudetto.

Penampilan tim asuhan Stefano Pioli itu tak lepas dari kepiawaian Theo Hernandez dalam menjaga garis pertahanan. Bek asal Prancis itu sukses besar setelah didatangkan dari Real Madrid musim lalu.

Seperti diketahui, Theo Hernandez sangat sulit ditembus. Baiknya lagi, Ia selalu tampil ganas ketika membantu sektor penyerangan. Terbukti bahwa Ia telah mengemas 10 gol.

Bek Kiri Nomor Satu Eropa

Telah banyak pihak yang menuai pujian terhadap performa Theo Hernandez. Serginho pun merupakan sosok paling utama yang menyebutnya sebagai bek kiri nomor satu Eropa.

Jika ditelusuri lebih dalam, sebelumnya telah muncul nama bek kiri terbaik saat ini, mereka adalah Alphonso Davies (Bayern Munchen) dan Andrew Robertson (Liverpool).

“Siapakah pemain yang lebih baik darinya saat ini? Saya rasa tidak ada,” ungkap Serginho kepada Gazzetta dello Sport.

“Secara teknis, Theo bisa menjelma sebagai monster. Walau fisiknya tidak terlalu bagus, namun Ia mampu menampilkan yang terbaik bagi timnya,” tambahnya.

Terima Kasih Atas Paolo Maldini

Masa kejayaan AC Milan di era 90-an mungkin tak kan pernah terlupakan. Sebab ada sosok penting yang telah bekerja keras di balik itu semua, Ia adalah Paolo Maldini yang faktanya pemain paling susah ditembus.

Serginho juga memuji performa mantan rekannya itu, sehingga Milan bisa berkembang pesat seperti sekarang.

Namun Theo Hernandez merupakan sosok ideal yang mampu tampil seperti Maldini di musim ini.

“Maldini memiliki filosofi yang sesuai dengan misi Milan. Mimpinya untuk menjadi yang terbaik selalu terjadi. Dan saat ini Ia merupakan ikon abadi Rossoneri,” tegas Serginho.

“Semua pemain muda selalu berkaca darinya, tak heran jika Theo bakal lebih baik darinya di musim berikutnya,” tutupnya.

Resmi, Chelsea Umumkan Thomas Tuchel Sebagai Juru Taktik Baru

BabakTambahan – Klub elit EPL, Chelsea pada akhirnya menunjuk Thomas Tuchel sebagai juru taktik baru pengganti Frank Lampard.

Berita ini diumumkan langsung melalui laman resmi Chelsea, Rabu (27/01/2021) dini hari WIB. The Blues menerangkan bahwa Thomas Tuchel akan menjalankan masa baktinya selama 18 bulan dengan opsi perpanjangan kontrak.

Di hari yang sama, Thomas Tuchel akan menjalankan sesi latihan perdananya dan akan memimpin Si Biru menjamu Wolves di Stamford Bridge, Kamis (28/01/2021) pukul 01.00 WIB.

Konsistensi Thomas Tuchel

Thomas Tuchel sangat antusias bisa menukangi klub sebesar Chelsea. Ia pun juga turut mengucapkan rasa terima kasih terhadap Frank Lampard sebagai penggantinya.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, terutama klub yang telah memberikan kepercayaan besar,” pungkas Tuchel.

“Konsistensi merupakan kunci dari segalanya selama pertandingan berlangsung. Dan saya sangat ingin memperjuangkan semuanya dalam debut nanti. Saya pun tidak sabar untuk memberikan yang terbaik bagi klub,” tambahnya.

Pelatih Jerman Pertama

Ada sisi yang menarik dari penunjukan ini, dimana Thomas Tuchel merupakan pelatih Jerman pertama yang menukangi Chelsea. Nantinya, mantan pelatih PSG itu akan bereuni dengan 2 pemain andalannya yaitu Christian Pulisic dan Thiago Silva.

Pulisic merupakan anak asuhnya selama bergabung dengan Borussia Dortmund. Dimana mereka sukses memberikan gelar DBF Pokal musim 2016-2017.

Sementara Silva adalah salah satu pemain kunci di PSG yang mampu mengantarkan dirinya meraih 7 gelar trofi bergengsi dan lolos ke partai final UEFA Champions League untuk kali pertama dalam sejarah klub.

Sambutan Hangat Sang Direktur

Sang direktur olahraga Chelsea, Marina Granovskaia melayangkan sambutan hangat terhadap Tuchel. Ia sangat percaya bahwa pria kelahiran Jerman itu mampu mempersembahkan segalanya untuk klub.

“Bukan perkara mudah untuk mengganti posisi pelatih, apalagi saat kompetisi tengah berlangsung. Namun kami sungguh bangga kedatangan pelatih top Eropa seperti Tuchel,” tegas Granovskaia.

“Kami memiliki banyak target di musim ini dan seterusnya. Bersama Tuchel, kami sangat percaya bahwa semuanya akan terjadi,” tutupnya.

Chelsea Pecat Frank Lampard, Jose Mourinho: Dunia Sepak Bola Memang Kejam!

BabakTambahan – Kabar tak sedap hadir di pentas sepak bola tertinggi Inggris. Dimana pelatih Chelsea, Frank Lampard harus mundur dari jabatannya pada Senin (25/01/2021). Kondisi tersebut membuat manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho merasa tidak heran.

Pasalnya, dunia depak bola modern sungguh sangat kejam. Tak setu pun pelatih top yang mampu bernapas lega saat melatih klub barunya. Sudah banyak kasus pemecatan yang terjadi di Liga Primer Inggris musim sebelumnya.

Jose Mourinho mengatakan bahwa hal tersebut memang sudah sering terjadi. Itu artinya masing – masing pelatih harus bekerja lebih giat lagi untuk mempersembahkan yang terbaik atas timnya.

Sebab sebelumnya, pelatih asal Portugal itu telah mengalami nasib yang sama di kursi kepelatihan Chelsea dan Manchester United.

Seperti diketahui, masa bakti Frank Lampard di Stamford Bridge masih belum genap 2 musim. Namun pihak manajemen tidak ambil pusing melihat prestasi buruk yang telah Ia persembahkan belakangan ini.

Berdasarkan rekor pertandingan, Chelsea hanya mampu mencatatkan 2 kali menang dalam 8 laga sebelumnya di pentas EPL. Sehingga posisi The Blues saat ini bertengger di urutan ke-9 dengan menghasilkan 29 poin.

Belum Sempat Bicara

Seperti mengutip dari Evening Standard, Selasa (26/01/2021), Jose Mourinho mengaku bahwa dirinya masih belum sempat berbicara dengan Frank Lampard. Notabenenya pria asal Inggris itu merupakan Playmaker andalannya sejak melatih Chelsea.

“Saya kira Lampard akan berkonsultasi dengan saya sebelum momen ini terjadi. Karena Ia merupakan sosok pria yang sangat dekat dengan saya selain keluarga dan rekan – rekan lainnya,” ucap Jose Mourinho.

“Saya sangat sedih ketika mendengar salah satu rekan saya yang kehilangan pekerjaannya. Bagi saya, Lampard tak hanya sekedar teman, tapi dia merupakan sosok terpenting,” tambahnya.

Menanti Kepastian Thomas Tuchel

Kabarnya Chelsea hanya menunggu beberapa waktu ke depan untuk mendapatkan pengganti ideal Frank Lampard. Telah beredar rumor bahwa mantan pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel bakal merapat ke Stamford Bridge.

Saat ini, pelatih asal Jerman itu masih menganggur dan belum ada tawaran baru dari sejumlah klub lain. Dan itu artinya peluang untuk mendapatkan jasanya semakin terbuka lebar.

Mendengar kabar itu, Jose Mourinho hanya bisa pasrah terhadap manajemen Chelsea. Karena Ia tahu bahwa pemilik klub, Roman Abramovich hanya ingin yang terbaik untuk timnya.

3 Data dan Fakta dari Duel Manchester United vs Liverpool: Tak Bisa Main – Main

BabakTambahan – Pada putaran keempat FA Cup, Manchester United memetik kemenangan atas Liverpool dengan skor akhir 3 – 2 di stadion Old Trafford, Senin (25/01/2021) dini hari WIB.

Duel antara The Reds dan The Red Devils tersebut merupakan suatu pembuktian, mana yang lebih merah dari keduanya.

Kedua tim sama – sama saling jual beli serangan, namun Liverpool harus puas menerima kekalahan setelah gol ketiga Manchester United tersarang secara tak terduga.

Mohamed Salah sukses mencetak dwi gol untuk Liverpool di menit ke-18 dan ke-58. Namun Manchester United telah merubah permainan dengan memasukkan Bruno Fernandes di babak kedua menggantikan peran Donny van de Beck.

3 gol kemenangan The Red Devils dicatatkan oleh Marcus Rashford, Mason Greenwood dan terakhir Bruno Fernandes.

Dari dual tersebut, berikut merupakan beberapa data dan fakta berdasarkan keadaan terbaru!

Tak Bisa Main – Main

Liverpool tegah berada dalam kondisi yang kurang stabil. Pasalnya Ia tak hanya merelakan trofi FA Cup di musim ini, tapi juga Carabao Cup.

Melihat kondisi tersebut, pelatih Jurgen Klopp mengisyaratkan bahwa timnya tak boleh main – main pada lanjutan laga berikutnya.

Seperti diketahui, lini belakang The Reds masih tumpul ketimbang musim – musim sebelumnya. Terbukti sejak absennya Virgil van Dijk. Si Merah jarang memetik kemenangan krusial. Sekalipun menang, mereka juga harus mengalami kemasukan gol.

Itu artinya pihak manajemen harus segera memboyong bek tangguh di jendela transfer akhir bulan ini.

Mason Greenwood Sukses Pecah Telur

Di sisi Manchester United, Mason Greenwood telah dipercaya pelatih Ole Gunnar Solskjaer untuk menjadi starter. Terbukti bahwa pemain muda asal Inggris itu sukses menyarangkan 1 gol fantastis ke gawang Liverpool.

Beberapa bulan lalu, pemain 19 tahun itu mengalami masa – masa sulit dalam mencetak gol. Tercatat Ia hanya menorehkan 1 gol di awal bulan Desember kala menghadapi West Ham United.

Di laga ini, Ia menjadikan gol sebagai hadiah paling istimewa. Pasalnya, Ia menjadi Striker termuda MU (19 tahun 115 hari) yang sukses menyarangkan gol ke gawang Liverpool. Dimana sebelumnya, catatan tersebut dicetak oleh seniornya, Wayne Rooney (19 tahun 83 hari) di musim 2005-2006.

Gol Free Kick Bruno Fernandes

Fakta lain yang menyatakan bahwa Playmaker Manchester United, Bruno Fernandes tidak biasanya dijadikan pemain cadangan. Sebab pemain asal Portugal itu menjadi sosok penting bagi The Red Devils.

Ole Gunnar Solskjaer memasukkannya di menit ke-66 dengan menggantikan Donny van de Beek. Alhasil Ia pun langsung mendapatkan jatah Free Kick di menit ke-78 dan berbuah gol kemenangan atas timnya.

Seperti diketahui, Ia bukanlah algojo tendangan bebas utama Manchester United. Namun atas kepiawaiannya mencetak Gol Penalty, hal itu membuat sang pelatih memberinya kesempatan. Dan boom, itu merupakan gol Free Kick perdananya bagi The Red Devils.

Tanpa Sergio Ramos, Real Madrid Bisa Apa?

BabakTambahan – Raksasa La Liga, Real Madrid sangat kehilangan aksi mematikannya belakangan ini. Hal tersebut menjadi fakta setelah asbennya sang kapten, Sergio Ramos lantaran cedera.

Banyak fakta yang telah membuktikan bahwa Real Madrid tanpa Ramos sering kebobolan lebih dari 2 gol. Hasil itu memaksa Los Galacticos menelan kekalahan yang amat fatal.

Berdasarkan fakta, tembok pertahanan El Real sangat rapuh jika Zinedine Zidane hanya memasang Raphael Varane dan Eder Militao.

Sebelumnya, Real Madrid takluk 1 – 2 atas Athletic Bilbao di pentas Piala Super Spanyol, Jumat (15/01/2021). Ironisnya, mereka tidak mampu mengimbangi permainan lawan.

Terbaru, Madrid tersingkir dari Copa de Rel 2020-201 setelah dikalahkan tim divisi 3, Alcoyano dengan hasil akhir 2 – 1, Kamis (21/01/2021).

Ini menunjukkan bahwa sosok Ramos sangatlah diperlukan di barisan belakangan Los Blancos. Karena tanpanya, sejumlah tim sangat mampu menciptakan sejumlah gol dengan mudah.

Dalam Masa – Masa Pemulihan

Beberapa bulan lalu, Ramos sempat mengawal Real Madrid berlaga melawan Athletic Bilbao di semifinal Supercopa de Espana.

Namun sebelum laga dimulai, sang kapten mengalami masalah yang cukup serius pada lutut kirinya. Hal itu membuat staf medis memaksa dirinya untuk keluar dari skuad utama demi menjalankan masa – masa pemulihan.

Hingga kini, bek andalan Timnas Spanyol itu masih belum mendapatkan kepastian untuk tampil kembali. Padahal Los Blancos akan menghadapi Alaves pada lanjutan La Liga, Minggu (24/01/2021).

Tak mau ambil resiko, Zinedine Zidane terpaksa menurunkan semua bek terbaiknya demi mengatasi serangan – serangan lawan. Kemungkinan besar pelatih plontos itu akan menurunkan Vazquez, Mendy, Nacho dan Varane di jantung pertahanan.

Alami Catatan Buruk

Kekalahan Real Madrid di pentas Copa del Rey itu merupakan suatu bukti bahwa performa mereka sangat turun drastis. Itu menandakan bahwa masih belum ada pemain yang memiliki kemampuan terbaik serupa Ramos.

Tanpa Ramos, El Real telah mengalami catatan buruk. Terbukti bahwa mereka telah menelan 8 kali kalah dalam 10 pertandingan di pentas Liga Champions.

Di Liga domestik, Madrid hanya membukukan 2 kali menang, 1 kali imbang dan 1 kali kalah.

Dan di pentas Copa de Rel, Los Galacticos hanya menang 1 kali dalam 3 pertandingan.

Juventus Jawara Supercoppa Italiana 2020, Cristiano Ronaldo: Ini Baru Awal!

BabakTambahan – Mesin gol Juventus, Cristiano Ronaldo baru saja mengantarkan timnya sukses menjuarai Supercoppa Italiana 2020. Striker asal Portugal itu menjadi Man of the Match setelah berhasil mengalahkan Napoli dengan skor akhir 2 – 0, Kamis (21/01/2021) dini hari WIB.

Gol pertama Bianconeri lahir dari aksi magis Cristiano Ronaldo di menit ke-64. Kemudian Alvaro Morata melengkapi kemenangan timnya pada menit – menit akhir babak kedua.

Berdasarkan data yang ada, Juventus telah mengemas 9 kali trofi Supercoppa Italiana. Yang terakhir yaitu mereka dapatkan di tahun 2018 setelah sukses menaklukkan AC Milan dengan hasil akhir 1 – 0. Lagi – lagi Cristiano Ronaldo menjadi algojo kemenangan pada pertandingan tersebut.

Rasa Bangga Cristiano Ronaldo

Semua fans fanatik Juventus sangat bangga setelah mendengar kabar tersebut. Cristiano Ronaldo pun juga bangga atas prestasi yang telah Ia persembahkan untuk tim.

“Kami semua sangat senang mendapatkan kemenangan ini. Meskipun laga tersebut tidak semudah yang dibayangkan, akan tetapi dewi fortuna telah memberikan kepastian kepada kami. Di sisi lain, lapangan tersebut tidak bersahabat. Sehingga kami harus bekerja keras untuk menjemput hasil maksimal,” tegas Ronaldo kepada RAI Sport seusai pertandingan.

“Kami telah memetik pelajaran atas kekalahan melawan Inter Milan di pekan lalu. Namun itu hanyalah angin lalu, dan yang paling penting adalah apa yang kami dapatkan hari ini dan nanti. Yang berikutnya kami ingin mengawinkan gelar ini dengan Scudetto,” sambungnya.

Ini Baru Awal

Cristiano Ronaldo menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan tahap awal di musim 2020-2021. Karena faktanya, Juventus masih tenggelam di posisi ke-5 dengan jumlah 33 poin.

Mengacu pada kekalahan atas Inter, Bianconeri telah mengalami masa – masa buruk di awal tahun 2021. Akan tetapi Striker 35 tahun itu sangat percaya bahwa timnya masih memiliki mental juara. Pada akhirnya mereka pun mampu mendapatkan trofi pertama di musim ini.

“AC Milan bukan tim biasa, saat ini mereka semakin kuat. Namun kami percaya bahwa segalanya bisa berubah sebelum akhir musim nanti,” pungkas Ronaldo.

“Target kami berikutnya adalah menggusur AC Milan dan Inter Milan dari posisi pertama hingga mendapatkan gelar Scudetto untuk ke-37 kalinya atau 10 kali secara berturut – turut sejak musim 2011-2012,” tutupnya.