Menangkan El Clasico Jilid 1, Carlo Ancelotti: Ini Baru Awal!

BabakTambahan – Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti sangat bangga dengan kemenangan timnya dalam laga El Clasico jilid pertama. Diketahui bahwa Los Galacticos sukses mempermalukan Barcelona dengan skor akhir 2 – 1 di Camp Nou, Minggu (24/10/2021) malam WIB.

Carlo Ancelotti menegaskan bahwa kemenangan itu baru awalan. Baginya, pertandingan tersebut berjalan sangat alot. Akan tetapi mereka mampu mengatasi buasnya serangan tim tuan rumah.

Carlo Ancelotti seakan – akan tidak percaya dengan hasil itu. Karena Ia tidak menurunkan beberapa pilar terbaik sejak menit awal babak pertama.

Namun pertandingan tersebut menjadi bukti bahwa Los Blancos bisa berkat kerja sama tim, bukan One-man Team.

Performa Apik

Seusai laga, Carlo Ancelotti memberikan sanjungan terhadap para punggawa Real Madrid. Ia menyebut bahwa para pemainnya telah memberikan performa yang luar biasa sejak laga awal.

Seperti diketahui, saat ini tembok pertahanan El Real mulai membaik. David Alaba mampu mengawal rekan – rekannya untuk merapatkan barisan demi mengendurkan serangan tim tuan rumah.

“Saya berterima kasih kepada seluruh pemain. Karena mereka mampu menampilkan permainan seperti yang saya inginkan. Jikapun kurang sempurna, namun hasil itu telah berbicara,” tutur Ancelotti.

“Terlihat bahwa pemain kami sering kesulitan dalam melakukan penetrasi. Saya akui permainan Barcelona sangat baik. Namun keberuntungan ada pada kami,” tandasnya.

Kemenangan Penting

Carlo Ancelotti mengaku kalau hasil pada pertandingan tersebut merupakan kemenangan paling penting bagi klub. Sebab mereka masih bisa bertengger bebas di tangga teratas klasemen La Liga.

Sehingga Ia menyebut para pemainnya wajib merayakan kemenangan itu. Karena tidak mudah mengalahkan tim bertabur bintang dengan skuad tak lengkap.

“Kemenangan ini akan menjadi bukti bahwa kami bisa mendalami La Liga tanpa hambatan. Sebab kami telah mengalahkan tim paling tangguh di markas lawan,” ucap Ancelotti.

“Namun kami tidak akan terlarut – larut dalam kemenangan. Sebab masih banyak laga berat yang telah menunggu di kemudian hari. Karena itu, kami akan tetap berupaya maksimal untuk mendapatkan hasil positif hingga akhir musim,” tutupnya.

Krisis Striker, Chelsea Percepat Kepulangan Eden Hazard

BabakTambahan – Winger Real Madrid, Eden Hazard diyakini tak kan mendapatkan jam bermain yang lebih banyak di musim depan. Karena musim ini saja, bintang asal Belgia itu kerap kali mengisi bangku cadangan.

Sejak berseragam Chelsea selama 7 musim, Eden Hazard sukses mempersembahkan banyak gelar. Tak heran jika pemain 30 tahun itu digadang – gadang menjadi predator andalan The Blues.

Akan tetapi aksi magis Eden Hazard dilirik Real Madrid. Pada akhirnya Ia memutuskan untuk pindah ke La Liga untuk merasakan atmosfir pertandingan terbaru.

Namun apa yang Ia rasakan benar – benar tidak sejalan dengan ekspektasi. Karirnya bersama Los Galacticos mulai hancur lantaran sering tertimpa badai cedera.

Dari laporan El Nacional, manajemen The Blues bertekad untuk memulangkannya di bursa transfer paruh musim Januari mendatang.

Krisis Pemain Depan

Menurut laporan tersebut, Chelsea mengalami hal buruk sejak awal musim 2021-2022. Dimana Striker baru, Romelu Lukaku yang Ia dapatkan belum sepenuhnya tampil baik.

Terlepas dari itu, peran Timo Werner yang tengah menurun sepertinya akan segera diangkut oleh Bayern Munchen musim depan.

Kondisi inilah yang menguatkan pihak klub untuk segera bereuni dengan Eden Hazard. Di satu sisi, pelatih Thomas Tuchel melihat bahwa Hazard lebih cocok bermain di Liga Inggris.

Nantinya Tuchel akan sedikit merotasi pemainnya untuk mengembalikan Chelsea ke jalur kemenangan.

Tak Ada Halangan

Laporan tersebut mengklaim bahwa Eden Hazard mulai tidak betah berlama – lama di Santiago Bernabeu. Sebab saat ini manajemen klub tengah merencanakan proses perekrutan Striker Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe.

Jelas sekali bahwa hal tersebut akan mempengaruhi jam bermain Hazard. Lagipula Carlo Ancelotti jarang melirik performa Hazard sejak awal musim dibuka.

Eks pemain Chelsea itu pun bersiap jika harus pergi dari pentas La Liga. Sebab masa depannya tak kunjung mendekati hasil maksimal.

Diketahui bahwa Real Madrid telah memasukkan nama Hazard ke dalam daftar jual pemain. Dan manajemen Chelsea akan segera mengadakan pertemuan untuk memulangkan sang anak emas.

AS Roma Kalah Mengenaskan, Jose Mourinho: Itu Pertandingan Terburuk!

BabakTambahan – Dalam lanjutan laga UEFA Conference League 2021, AS Roma harus menanggung malu atas tuan rumah FK Bodo/Glimt di Aspmyra Stadion, Kamis (21/10/2021) dini hari WIB.

Pada laga tersebut, AS Roma terpaksa pulang dengan membawa skor akhir 1 – 6. Kekalahan tersebut merupakan pertandingan terburuk yang dialami sang manajer, Jose Mourinho di pentas Eropa.

Sejatinya pertandingan tersebut berjalan tidak berimbang. Dimana AS Roma sering membuang – buang peluang. Terlepas dari itu, mereka pula tak mampu menahan serangan tuan rumah sejak awal babak pertama.

Menurut laporan Bola.net, Mourinho sangat menyayangkan kekalahan tersebut. Baginya, itu bukan merupakan kesalahan pribadinya, melainkan kekurangan tim inti.

Bikin Gaduh dengan Fans

Jauh – jauh datang ke Norwegia hanya ingin memberikan yang terbaik. Namun AS Roma tidak mampu memperlihatkan permainan terbaiknya.

Faktanya, salah satu bintang I Giallorossi terlibat adu mulut dengan para fans di tribun sesuai laga. Hal itu berawal dari Tammy Abraham yang ingin menenangkan mereka. Namun hal tersebut dianggap salah oleh para fans.

Sang kapten, Lorenzo Pellegrini yang melihat situasi tersebut langsung menghampiri fans. Ia mencoba untuk melerai kegaduhan tersebut dengan memberikan jerseynya. Akan tetapi mereka menolak jersey tersebut lantaran terlanjur kesal terhadap sang Striker.

Mourinho pun langsung turun tangan demi menghindari masalah yang lebih masif di luar stadion.

Kekurangan Tim Inti

Pasca pertandingan, Jose Mourinho langsung melontarkan kata – kata pedas terhadap awak media. Baginya, AS Roma sudah bermain dengan cukup baik. Namun mereka kekurangan tim inti yang membuatnya harus menelan kekalahan pahit.

Bagi pelatih sekelas Mourinho, kalah dalam pertandingan merupakan hal wajar. Namun kekalahan kali ini telah mencoreng nama baiknya sebagai pelatih top Eropa.

“Saya tidak memungkiri bahwa tim kami kehabisan stok pemain. Kami telah membawa 13 pemain inti, sementara sisanya pemain akademi,” pungkas Mourinho.

“Kekalahan itu boleh jadi tanggung jawab saya. Namun jika mereka dipaksakan bermain, maka kami akan kehilangan stok pemain di beberapa pertandingan berikutnya,” tutupnya.

Teka – Teki Masa Depan Antonio Conte Berembus di Liga Primer

BabakTambahan – Masa hiatus Antonio Conte dari kursi kepelatihan makin ramai diperbincangkan publik. Setelah sebelumnya pria 52 tahun itu keluar dari Inter Milan, saat ini Ia masih belum menemukan klub yang tepat untuk masa depannya.

Menurut laporan The Sun, teka – teki masa depan Antonio Conte telah berembus di Liga Primer Inggris. Duo raksasa EPL, Manchester United dan Newcastle United digadang – gadang sebagai naungan terbaik bagi eks pelatih Inter Milan tersebut.

Sempat ada kabar bahwa beberapa klub terbaik Eropa lainnya sangat menginginkan jasa Antonio Conte. Namun manajer kelahiran Italia itu masih menutup rapat – rapat tujuan berikutnya.

Setelah sukses menangani Chelsea beberapa musim lalu, Conte dikabarkan siap untuk kembal memanaskan atmosfir EPL.

Gusur Posisi Steve Bruce

Kabar tak sedap datang dari penggemar Newcastle United. Dimana pelatih andalan mereka Steve Bruce harus keluar dari jabatannya lantaran tidak mampu memberikan yang terbaik untuk timnya.

Pihak manajemen yang mulai geram melihat aksinya pun langsung memutuskan untuk melepasnya dengan uang pesangon sebesar 8 Juta Pounds, Rabu (20/10/2021) waktu setempat.

Rumornya mereka mulai mencari pelatih yang tepat untuk mengantarkan The Magpies kembali ke jalur kemenangan. Nama Antonio Conte telah menjadi pilihan utama dalam proses pergantian Bruce.

Menurut laporan jurnalis SportItalia Alfredo Pedulla, Conte siap menangani Newcastle dengan bayaran 15 Juta Pounds per musim. Di satu sisi, eks manajer Juventus itu pula akan menyanggupi tawaran tersebut jika diberi kelonggaran untuk mendatangkan sejumlah pemain top Eropa.

Kudeta Jabatan Ole Gunnar Solskjaer

Menurut laporan yang sama, saat ini Ole Gunnar Solskjaer semakin dekat dengan pintu keluar Manchester United. Sebab pelatih asal Norwegia itu sering memberikan hasil buruk untuk timnya.

Masa jabatan Solskjaer pun mulai tidak aman. Sebab atmosfir Liga Inggris sangat ketat dari pada Liga lainnya. Kabarnya Antonio Conte akan sangat senang jika harus meracik strategi di Old Trafford.

Terlebih di musim ini, The Red Devils telah memiliki skuad terbaik di semua posisi. Namun kabarnya Conte telah menargetkan Nicolo Barella jika pihak manajemen benar – benar menjadikannya sebagai pelatih utama.

Ole Gunnar Solskjaer Wajib Berbenah Demi Karir Kepelatihannya

BabakTambahan – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer berada di ambang pintu keluar Old Trafford. Bagaimana tidak? Sebab pria 48 tahun itu telah memberikan hasil buruk pada pekan terakhirnya.

Diketahui bahwa Manchester United baru saja dipermalukan Leicester City dengan skor akhir 2 – 4 di King Power Stadium, Sabtu (16/10/2021).

Hasil buruk itu menjadikan Ole Gunnar Solskjaer harus lebih membenahi dirinya agar mampu menyelamatkan karirnya sebagai pelatih utama The Red Devils.

Sejatinya pasukan Ole Gunnar Solskjaer telah diisi dengan pemain berkelas. Akan tetapi manajer asal Norwegia itu tak cukup mampu memberikan yang terbaik sejak musim 2021-2022.

Harus Berbuat Sesuatu

Menurut laporan Sky Sports, salah seorang jurnalis kenamaan Paul Merson menilai bahwa Ole Gunnar Solskjaer harus berbuat sesuai untuk tetap mempertahankan jabatannya.

Pasalnya skuad MU di musim ini terbilang bertabur bintang. Terlebih saat mereka berhasil memulangkan Striker peraih Ballon d’Or 5 kali, Cristiano Ronaldo.

Bisa dibilang bahwa kedatangan Ronaldo tak cukup mampu membuat perubahan besar terhadap klubnya. Namun Merson menyebut bahwa hal tersebut bukan tanggung jawab para pemain, melainkan para juru racik strategi lapangan.

“Saya pikir Solskjaer mendapatkan tanggung jawab yang begitu besar. Kekalahan yang mereka alami telah membuatnya harus memaksimalkan semua laga sisa,” tegas Merson.

“Jika dilihat skuad MU saat ini bernilai tinggi. Tak ada alasan yang kuat untuk menampik kekalahan. Karena faktanya tim bertabur bintang harus memenangkan semua laga,” sambungnya.

Juara Penawar Luka

Beberapa waktu lalu masa bakti Ole Gunnar Solskjaer sempat menjadi misteri yang belum terpecahkan. Pihak manajemen klub pun telah memberinya banyak kesempatan untuk mengantarkan MU ke jalur kemenangan.

Akan tetapi sang pelatih masih belum bisa tampil optimal untuk menjawab ekspektasi klub.

“Tak ada jalan lain selain memetik kemenangan di setiap laga. Karena bagi saya, menyegel gelar juara akan mejadi obat penawar luka,” ucap Merson.

“Performa MU belakangan ini tidak cukup konsisten. Solskjaer harus segera membuat perubahan besar jika masih ingin bertahan di Old Trafford,” tutupnya.

Bikin Rekor Baru, Ansu Fati Calon Bintang Masa Depan Barcelona

BabakTambahan – Striker muda berbakat Barcelona, Ansu Fati digadang – gadang sebagai salah satu bintang masa depan Tim Catalan.

Sejak awal kehadirannya, Ansu Fati jarang mendapatkan posisi inti dalam skuad utama. Hal itu karena Lionel Messi masih merajai pentas La Liga.

Namun sejak Messi hijrah ke Paris Saint-Germain, manajemen klub pun menunjuk Ansu Fati sebagai penerus La Pulga. Menariknya, Striker 18 tahun itu langsung menjadi pilihan utama pelatih Ronald Koeman di musim ini.

Perkembangan Fati bisa dibilang sangat cepat dalam beradaptasi dengan skuad senior. Uniknya lagi, pria asal Spanyol itu pun langsung mencatatkan rekor baru dalam sejarah klub.

Pemain Muda Berbahaya

Pada akhir pekan lalu, Ansu Fati sukses menyarangkan 1 gol saat mengantarkan timnya menang 3 – 1 atas Valencia. Dimana gol tersebut merupakan hadiah paling indah baginya sejak berseragam Barcelona.

Tercatat bahwa Fati telah mencatatkan rekor gol terbanyak sebelum usia 19 tahun. Catatan golnya saat ini adalah 13. Ia berhasil melampaui rekor Lionel Messi dengan torehan 7 gol dan Bojan Krkic dengan catatan 12 gol.

Di musim debutnya, Fati telah mencetak 7 gol, 4 gol di musim lalu dan 2 gol di musim ini.

Menurut laporan Marca, Fati diyakini bakal menjelma sebagai pemain muda berbahaya. Sebab Ia memiliki skill yang luar biasa di usia dini.

Persiapan Laga EL Clasico

Berdasarkan data yang ada, Ansu Fati saat ini berusia 18 tahun 351 hari. Catatan gol dan penampilan terbaiknya pun sangat layak diacungi jempol.

Namun sayangnya Fati tidak banyak terjun sejak beberapa bulan kemarin lantaran mengalami cedera. Gol yang bersarang ke gawang Valencia kemarin merupakan pemanasan baginya untuk menghadapi laga berat di kemudian hari.

Dalam laga berikutnya, Barcelona akan menghadapi Dynamo Kiev dalam pentas Liga Champions. Barca wajib menang 2 kali untuk memiliki peluang lolos dari fase grup.

Sementara itu, Ronald Koeman tengah mempersiapkan Fati untuk turun sebagai starter dalam laga El Clasico 24 Oktober mendatang.

Soal Taktik Baru Juventus, Massimiliano Allegri Buka Suara

BabakTambahan – Juventus telah kembali ke jalur kemenangan. Hal itu tak lepas dari taktik baru Massimiliano Allegri.

Diketahui bahwa Massimiliano Allegri mampu mengantarkan anak asuhnya memetik kemenangan tipis 1 – 0 atas tamunya, AS Roma di Juventus Stadium, Senin (18/10/2021) dini hari WIB.

Satu – satunya gol kemenangan Bianconeri bermula dari aksi Moise Kean di menit ke-15. Sejatinya tim tamu memiliki kesempatan untuk menyamankan kedudukan di pengujung laga babak pertama setelah Wojciech Szczesny menjatuhkan Henrikh Mkhitaryan di kotak terlarang.

Akan tetapi Jordan Veretout yang maju sebagai algojo Penalty tidak mampu menunaikan tugasnya dengan baik.

Kemenangan Si Nyonya Tua tak lepas dari taktik baru Massimiliano Allegri. Dimana selama pertandingan dimulai, pelatih 54 tahun itu tidak banyak mengisyaratkan para pemainnya untuk terus memberikan ancaman.

Andalkan Serangan Balik

Kemenangan tersebut sangat berarti besar bagi Juventus. Pasalnya Massimiliano Allegri berhasil memulihkan nama baik timnya di klasemen sementara Serie A.

Saat ini Bianconeri bertengger di posisi ke-7 dengan raihan 14 poin. Pelatih asal Italia itu pula telah menemukan strategi yang palit tepat untuk meningkatkan performa timnya dari pada laga – laga sebelumnya.

Dalam laga itu, Juve acap kali menampilkan strategi serangan balik. Menit – menit awal babak pertama menjadi saksi bahwa Si Nyonya Tua sukses menyarangkan gol kemenangan.

Sementara Roma yang terlalu sering melancarkan serangan tak cukup mampu membuahkan hasil manis hingga laga usai.

Menang Dengan Mudah

Terlepas dari itu, Roma bermain tidak dengan skuad penuh. Beberapa pilar terbaik mereka harus menepi lantaran cedera. Bisa jadi bahwa strategi Massimiliano Allegri sukses besar lantaran lawan yang mereka hadapi tidak seimbang.

“Saya pun tidak peduli dengan seberapa kuat lawan yang kami hadapi. Karena bagi kami yang terpenting adalah bermain secara konsisten dan menang dengan mudah,” tutur Allegri.

“Kami juga tidak menurunkan beberapa bintang terbaik. Beberapa dari mereka juga harus menjalankan operasi dan masa rehat. Sekali lagi, kami sangat senang bisa menerapkan strategi baru yang mungkin akan cocok untuk laga berikutnya,” tutupnya.

Dapatkan Lampu Hijau, Liverpool Percepat Kepindahan Renato Sanches

BabakTambahan – Salah satu klub papan atas English Premier League, Liverpool sepertinya mulai mendapatkan angin segar untuk merekrut bintang asal Lille, Renato Sanches.

Kabarnya presiden Lille, Olivier Letang tengah memberikan lampu hijau agar The Reds bisa segera meresmikan Renato Sanches sebagai pemain anyar di musim depan.

Seperti diketahui bahwa Liverpool harus kehilangan Georginio Wijnaldum lantaran sang pemain lebih memilih untuk bergabung dengan Paris Saint-Germain. Dari situ kondisi lini tengah klub mengalami kemunduran.

Menariknya nama Renato Sanches bukan lagi hal tabu bagi The Reds. Sebab musim lalu mereka mulai menyoroti aksi panggung pria asal Portugal tersebut.

Akan tetapi jalinan negosiasi keduanya tidak berujung manis. Sebab sang pemain masih nyaman merumput di Stade Pierre Mauroy.

Peluang Terbuka Lebar

Sejak kehilangan Wijnaldum, Liverpool tidak mencari pemain baru. Malah manajemen klub mencomot salah satu bintang akademi mereka, Harvey Elliott. Gelandang 18 tahun mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain profesional di musim ini.

Namun sayangnya Ia harus masuk meja operasi lantaran cedera angkel. Pelatih Jurgen Klopp yang menyayangkan hal tersebut telah memutar otak bahwa nama Renato Sanches sangat wajib mengisi skuad utama.

Sejatinya stok pemain lama dan muda Liverpool masih terbilang banyak. Akan tetapi Klopp tidak ingin berjudi dengan menurunkan pemain yang belum berpengalaman di liga profesional.

Bakal Terwujud Nyata

Melihat situasi Liverpool yang mulai berada dalam zona buruk, Letang pun menegaskan bahwa pihaknya sanggup melepas kepergian Renato Sanches dengan tawaran yang cukup layak.

Baginya, Sanches merupakan gelandang serang serba bisa. Ia mampu mengitari berbagai daerah krusial lawan tanpa harus kehilangan posisi.

“Saya sudah berbicara dengan Sanches. Liverpool bisa saja mendapatkan tanda tangannya dengan mudah jika mampu mengajukan tawaran yang sesuai,” ujar Letang seperti dilansir Sportsmole.

“Namun untuk saat ini, Sanches masih nyaman bersama kami. Ia pun tak pernah lupa untuk melakukan tugasnya sebagai ujung tombak permainan. Dan nantinya kami akan menunggu proposal resmi dari pihak Liverpool,” tutupnya.

Pulihkan Lini Belakang, Real Madrid Seriusi Pembajakan Antonio Rudiger

BabakTambahan – Klub terbaik Liga Spanyol, Real Madrid menyeriusi pembajakan bek tangguh Chelsea, Antonio Rudiger. Kabarnya Los Galacticos akan mempercepat proses negosiasi tersebut sebelum bursa transfer paruh musim mendatang.

Sejatinya Antonio Rudiger merupakan pemain sentral yang paling kuat di jantung pertahanan Chelsea. Di tambah lagi kehadiran Thomas Tuchel, pemain asal Jerman itu pun langsung menampilkan performa terbaiknya dan sukses menjadi tembok baja bagi lini pertahanan The Blues.

Beberapa laporan dari media Spanyol menyebut bahwa masa depan Antonio Rudiger mulai dipertanyakan. Hal itu karena pemain 28 tahun tersebut masih mengulur waktu untuk melakukan perpanjangan kontrak baru.

Diyakini bahwa Chelsea sedang berada dalam masalah besar. Sebab Los Blancos tengah mengincar bek baru yang bertugas sebagai pengawal jantung pertahanan klub.

Rapatkan Barisan

Seperti yang dilaporkan Marca, Real Madrid tengah mengalami masa – masa buruk dalam sektor belakang. Faktanya mereka baru saja kehilangan Sergio Ramos dan Raphael Varane.

Hingga detik ini pelatih Carlo Ancelotti masih belum menemukan sosok pengganti yang tepat atas keduanya. Namun laporan tersebut menerangkan bahwa manajemen klub mengalihkan perhatian terhadap Antonio Rudiger.

Bagi mereka, eks pemain AS Roma itu memiliki gaya bermain yang cukup konsisten. Ia tak hanya bagus dalam menjaga lini belakang, tapi juga sering membantu barisan para pemain depan.

Ancelotti mulai memaksa manajemen klub agar pemain tersebut bisa hadir untuk memulihkan kondisi pertahanan.

Tempel Sang Agen

Berdasarkan laporan yang sama, Real Madrid masih berupaya keras untuk mengeluarkan Antonio Rudiger dari Stamford Bridge. Kabarnya mereka telah menempel ketat sang agen demi memuluskan rencana transfer.

Tak tanggung – tanggung, Los Galacticos siap mengeluarkan dana besar jika sang pemain bersedia untuk bermain di Santiago Bernabeu.

Terlebih mereka pun juga akan memberikan gaji fantastis yang selama ini ditolak manajemen Chelsea.

Sepertinya upaya Madrid untuk mendapatkan tanda tangan sang pemain tak kan berjalan mulus. Sebab sang juara bertahan Bundesliga, Bayern Munchen dilaporkan ingin meminangnya dengan kontrak jangka panjang.

Terbuang di Manchester United, Juventus Siap Daratkan Donny van de Beek

BabakTambahan – Raksasa Serie A, Juventus telah melihat situasi buruk gelandang serang Manchester United, Donny van de Beek. Kabarnya pemain kelahiran Belanda itu nyaris tak punya masa depan lagi di Old Trafford.

Sejak didatangkan dari Ajax Amsterdam 2 musim lalu, van de Beek dipercaya Ole Gunnar Solskjaer untuk mengisi posisi tengah. Akan tetapi performa yang Ia tampilkan masih kurang mengesankan. Pada akhirnya Ia harus rela melihat timnya bertanding dari pinggir lapangan.

Tercatat bahwa belakangan ini van de Beek tak pernah mendapatkan kesempatan untuk bermain secara reguler. Walau dijadikan pemain cadangan, namun pria 24 tahun itu jarang turun sebagai pemain pengganti.

Melihat kondisi tersebut, Bianconeri langsung tancap gas dan bersiap untuk memboyongnya musim depan.

Pinjam Opsi Permanen

Seperti yang dilaporkan Calciomercato, Juventus berencana ingin meminjam van de Beek dengan opsi permanen pada jendela transfer Juni 2022 mendatang.

Kabarnya Si Nyonya Tua hanya ingin mendapatkan jasanya selama paruh musim. Akan tetapi pihak MU hanya ingin pemain tersebut diresmikan sebagai pemain baru.

Hal itu karena filosofi permainan Juve tidak begitu cocok dengan gaya main sang pemain. Diketahui bahwa eks bintang Ajax itu lebih tajam saat bermain dengan strategi Full Attack.

Walau begitu, laporan tersebut meyakini bahwa pelatih Massimiliano Allegri bersiap untuk meyakinkan manajemen klub untuk segera membelinya sesuai kontrak yang ditentukan.

Tumbalkan Dua Pemain

Kedatangan van de Beek di Juventus bakal menjadi malapetaka bagi pilar terbaik Bianconeri. Rumornya pihak klub akan menumbalkan dua pemain untuk memuluskan pembelian pemain tersebut.

Keduanya adalah Aaron Ramsey dan Weston McKennie. Sejatinya mereka merupakan sosok terbaik yang bertengger di skuad utama. Akan tetapi mereka tidak masuk rencana utama Allegri untu berlaga di musim depan.

Pelatih asal Italia itu juga telah mendesak pihak klub untuk segera melegonya pada bursa transfer paruh musim mendatang.

Sekalipun rencana transfer tersebut berjalan mulus, namun Juventus harus bersaing dengan Everton. Sebab The Toffees bersiap mengamankan jasa bintang Manchester United itu untuk melengkapi kekosongan di lini tengah.

Masa Depan Mengambang, Real Madrid Bakal Usir Eden Hazard

BabakTambahan – Salah satu klub kaya Liga Spanyol, Real Madrid dikabarkan akan membuang bintang kesayangannya, Eden Hazard di musim depan. Sebab pemain 30 tahun itu nyaris tak punya masa depan yang lebih cerah bersama Los Galacticos.

Beberapa waktu lalu sempat ada kabar bahwa Eden Hazard mulai merana di Madrid. Itu karena bintang asal Belgia tersebut sering memanaskan bangku cadangan dan berkali – kali keluar masuk meja operasi lantaran cedera.

Seperti yang dilaporkan El Nacional, Eden Hazard tengah menyusun rencana untuk segera cabut dari Santiago Bernabeu. Diketahui bahwa dirinya ingin bereuni dengan mantan timnya, Chelsea pada akhir musim mendatang.

Laporan tersebut menerangkan bahwa manajemen El Real siap melepasnya. Namun mereka ingin melakukan barter pemain sebagai pemulus negosiasi.

Inginkan Bek Sayap

Menurut laporan tersebut, Real Madrid dikabarkan ingin menjadikan Eden Hazard sebagai upaya untuk mendapatkan Reece James.

Hal itu berdasarkan keinginan pelatih Carlo Ancelotti, dimana saat ini komposisi bek sayap Madrid mulai mengalami penurunan.

Terlebih saat ini bek utama Real Madrid, Dani Carvajal jarang tampil sebagai starter karena cedera berkepanjangan. Pada akhirnya pelatih asal Italia itu berkali – kali merotasi pemain belakang untuk menemukan pengganti yang tepat.

Chelsea Menolak Keras

Masih dari laporan yang sama, Chelsea diyakini tidak akan membiarkan James keluar begitu saja. Sebab saat ini Ia merupakan bintang masa depan The Blues yang siap memberikan segalanya untuk tim.

Terlebih pelatih Chelsea Thomas Tuchel mulai memproyeksikan James untuk mengisi skuad utama. Pihaknya meyakini bahwa tawaran sebesar apa pun tak kan memungkinkan bek tersebut pihak klub.

Masuk Daftar Jual

Sekali pun Real Madrid gagal mendapatkan James, namun masa depan Eden Hazard sudah jelas. Dimana sang Striker telah dimasukkan ke dalam daftar jual klub pada bursa transfer Juni 2022 mendatang.

Harga yang ditawarkan manajemen klub masih terbilang tinggi. Diketahui bahwa Hazard telah dibandrol seharga 60 Juta Euro. Nilai itu cukup sepadan lantaran sang pemain masih memiliki kontrak berdurasi 2 tahun.

Makin Moncer, Manchester United Perpanjang Kontrak Paul Pogba

BabakTambahan – Legenda hidup Manchester United, Paul Scholes menegaskan bahwa The Red Devils harus bersiap untuk menyodorkan kontrak baru terhadap Paul Pogba. Baginya, sang pemain memang layak mendapatkan hal tersebut jika melihat dari penampilannya sejak beberapa musim lalu.

Diketahui bahwa Paul Pogba akan kehilangan jam bermain di Old Trafford. Sebab masa baktinya akan usai di akhir musim 2021-2022.

Kabarnya manajemen Setan Merah segera mengikat Paul Pogba dengan gaji mahal agar pemain asal Prancis itu mau bertahan.

Seperti yang dilaporkan Bola.net, Scholes mendesak The Red Devils untuk mempertimbangkan sang Playmaker. Sebab hingga kini beberapa tim berkelas sudah mengantre tanda tangannya.

Masih Belum Pasti

Scholes menilai bahwa masa depan Paul Pogba di Manchester United telah menjadi pertanyaan besar. Sebab pria 28 tahun itu memang tampil moncer. Namun terkadang penampilan tersebut membuat timnya mengalami masalah besar.

Tercatat bahwa beberapa pertandingan lalu, MU sering gagal mengamankan poin maksimal. Walau hal tersebut bukan salah Pogba, namun beberapa fans meyakini bahwa pihak klub tidak segera melakukan perpanjangan kontrak baru.

“Saya pribadi masih belum bisa memastikan apakah MU siap mempertahankan Pogba atau malah sebaliknya,” tutur Scholes.

“Namun beberapa pendukung United tidak sepenuhnya menginginkan sang pemain bertahan lebih lama. Sebab Ia sering membuat kesalahan yang tak terduga,” sambungnya.

Penuh Teka – Teki

Bagi Scholes, Paul Pogba memang pantas memperpanjang masa baktinya bersama Manchester United. Akan tetapi Ia harus siap untuk memberikan yang terbaik di sisa kontraknya.

Teka – teki masa depan sang pemain hingga kini masih belum jelas. Namun Scholes menilai bahwa sang pemain hanya butuh beberapa waktu untuk kembali mempertajam lini tengah klub.

“Pogba sudah dua kali berjaya bersama Timnas Prancis. Namun selama 2 musim terakhir, masih belum ada tanda – tanda bahwa Ia telah memberikan segalanya untuk tim,” tegas Scholes.

“Saya rasa Pogba bisa meningkatkan nilai jual klub jika memainkan peran yang sama saat membela Les Bleus. Namun semua itu tidaklah mudah jika melihat komposisi para pemain MU,” tutupnya.

Karim Benzema, Aktor di Balik Kesuksesan Timnas Prancis

BabakTambahan – Penyerang veteran Timnas Prancis, Karim Benzema sukses menjadi aktor penting di balik keberhasilan timnya menjuarai UEFA Nations League 2021.

Prancis tampil perkasa saat melawan Spanyol di San Siro, Milan, Senin (11/10/2021). Karim Benzema dan kolega mengakhiri laga dengan skor akhir 2 – 1.

Sempat tertinggal lebih dulu melalui aksi Mikel Oyarzabal. Namun Karim Benzema sukses menyamakan kedudukan, kemudian disusul gol penutup kemenangan berkat gol Kylian Mbappe.

Beberapa publik sempat meragukan jasa bintang Real Madrid itu. Namun pemain 33 tahun tersebut mampu menjawab ekspektasi para fans dengan penampilan yang luar biasa.

Rasa Bangga Benzema

Bagi Karim Benzema, gelar tersebut merupakan tropi pertamanya sejak bergabung dengan Timnas Prancis. Rasa bangga sang pemain pun tak dapat dilontarkan dengan kata – kata.

Di satu sisi, kembalinya Benzema sejak 5 tahun silam ke dalam skuad utama pasukan Didier Deschamps merupakan pilihan yang tepat.

Awalnya Striker veteran itu tak mendapatkan tempat di posisi utama. Namun sang pelatih berspekulasi bahwa timnya memerlukan pemain yang mampu menjadi panutan bagi skuad utama.

“Kemenangan ini sangat penting bagi tim, khususnya saya pribadi. Sebab ini merupakan tekad utama saya sejak bermain di level internasional,” tegas Benzema terhadap wartawan M6.

“Kami bermain dengan sangat bagus. Dan wajar sekali jika kami berhasil meraih kesuksesan itu,” sambungnya.

Prioritaskan Trofi Piala Dunia

Tak cukup sampai di situ saja, Karim Benzema pun tengah memprioritaskan trofi Piala Dunia 2022 yang akan berlangsung di Qatar.

Bagi Benzema, hal tersebut memerlukan kematangan dan kekompakan tim. Karena menjadi juara sejati sangat tidak mudah, namun mereka yakin mampu melewati hal tersebut.

“Terang sekali bahwa membangun hingga mensukseskan tim diperlukan perjuangan yang begitu keras. Kami pun tak kan rela jika trofi tersebut jatuh pada tim lain,” kata Benzema.

“Kami yakin bisa melewati masa – masa tersebut. Sebab kami telah memiliki tim bertabur bintang dan siap merajai laga akbar. Dan kami rasa hal tersebut tidak benar – benar sulit jika lapisan tim bersatu,” tutupnya.

Duo Raksasa Liga Primer Berebut Tanda Tangan Pablo Gavi

BabakTambahan – Gelandang muda Barcelona, Pablo Gavi makin hari makin laris. Menurut kabar yang beredar, pria asal Spanyol itu telah menjadi rebutan duo raksasa Liga Primer, Manchester United dan Liverpool.

Pablo Gavi merupakan jebolan akademi La Masia sejak musim 2014 silam. Dan di musim 2021-2022, Ia telah diproyeksikan sebagai pemain inti Barcelona oleh Ronald Koeman.

Walau masih berusia 17 tahun, namun kepiawaian Pablo Gavi telah melebihi ekspektasi. Permainannya sungguh memberikan dampak yang luar biasa. Sekalipun turun sebagai starter dalam 5 pertandingan, namun kiprahnya telah memikat beberapa klub terbaik Eropa.

Teranyar, Gavi dipanggil pelatih Timnas Spanyol, Luis Enrique dan membawa timnya melangkah ke partai Final UEFA Nations League setelah berhasil mengalahkan Italia dengan skor akhir 2 – 1, Kamis (07/10/2021).

Persetujuan Jurgen Klopp

Seperti dilansir dari El Nacional, pelatih utama Liverpool Jurgen Klopp sangat tertarik untuk mendatangkan Pablo Gavi. Baginya, pemain tersebut memiliki nilai jual yang sangat tinggi beberapa musim ke depan.

Klopp menyatakan bahwa Gavi memiliki skill yang luar biasa dalam mengatur lini tengah. Pemain tersebut akan cocok jika bergabung dengan Liverpool, sebab gaya mainnya tidak jauh beda dengan filosofi klub.

Manajemen The Reds pun tidak rela jika Gavi bermain lebih lama di Camp Nou. Sebab saat ini, kondisi keuangan El Barca tengah berada dalam masalah besar.

Tak Ingin Kalah Saing

Tak mau tersaingi oleh Liverpool, Manchester United pun juga ingin mengikat Pablo Gavi dengan kontrak panjang di Old Trafford.

Apalagi saat ini tim utama MU telah bertabur bintang, pastinya Gavi akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa sekalipun harus berada di bangku cadangan.

Seperti diketahui, masa bakti Gavi di Camp Nou tersisa 2 musim lagi. Itu artinya The Red Devils harus mengeluarkan dana besar jika ingin memboyongnya.

Ironisnya, hingga kini klausul pemain tersebut masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi beberapa media Inggris menyebut bahwa harga sang pemain berada di kisaran 50 Juta Euro.

Rapatkan Lini Serang, Liverpool Ingin Bajak Marco Asensio

BabakTambahan – Salah satu klub papan atas Liga Inggris, Liverpool dilaporkan tengah memantau situasi Winger Real Madrid, Marco Asensio. Sejatinya pemain asal Spanyol itu telah masuk rencana The Reds pada bursa transfer paruh musim mendatang.

Musim lalu manajemen Liverpool telah menyodorkan tawaran resmi terhadap El Real untuk mendapatkan tanda tangan Marco Asensio. Namun sayangnya proses negosiasi tersebut berjalan alot, sehingga The Reds gagal mendapatkan tambahan pemain depan.

Menurut kabar Bola.net, Liverpool tengah memutuskan rencana untuk membuang salah satu Striker andalannya. Sebab pemain tersebut dinilai mengalami penurunan performa di musim ini.

Nama Marco Asensio pun menjadi incaran utama yang siap dijadikan Striker paten pada skuad inti.

Permintaan Klopp

Berdasarkan laporan tersebut, pelatih Liverpool Jurgen Klopp menjadi sosok utama di balik peminatan Marco Asensio. Manajer asal Jerman itu telah melihat dengan jelas bahwa sang pemain memiliki masa depan yang sangat bagus.

Klopp pun membenarkan bahwa salah satu penyerang utamanya diyakini bakal cabut dari Anfield Stadium musim depan. Telah diketahui Mohamed Salah masih enggan untuk memperpanjang kontrak.

Beberapa laporan menyebut kalau pria asal Mesir itu tengah meminta pendapatan gaji yang amat fantastis. Namun pihak manajemen masih enggan menyetujui permintaan tersebut.

Asensio dinilai sangat layak untuk menggantikan posisi Salah. Itu karena pemain 25 tahun tersebut memiliki kecepatan dan skill yang mumpuni dalam mengolah si kulit bundar.

Mulai Tersisihkan

Seperti yang dilaporkan Marca, musim ini posisi Marco Asensio mulai tidak aman. Sebab pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti jarang sekali menurunkan sang pemain sebagai starter.

Terbukti bahwa kembalinya Eden Hazard dan Gareth Bale telah menjadi saksi dimana Asensio kerap menduduki kursi cadangan.

Situasi tersebut dimanfaatkan oleh Liverpool untuk segera merekrutnya. Apalagi masa baktinya bersama Los Galacticos akan berakhir pada akhir Juni 2023.

Laporan tersebut mengklaim bahwa mahar sang pemain akan berkisar pada angka 35 Juta Euro. Dan tentunya peluang bagi Liverpool untuk mengamankan jasanya semakin terbuka lebar.

Tak Ingin Pindah, Paul Pogba Indikasikan Bertahan di Manchester United

BabakTambahan – Isu masa depan Playmaker Manchester United, Paul Pogba saat ini sudah terjawab. Dimana sebelumnya pemain berdarah Prancis itu digadang – gadang akan pergi dari Old Trafford. Namun kini sang pemain memutuskan untuk tetap bertahan.

Berdasarkan masa bakti, kontrak Paul Pogba bersama The Red Devils akan habis pada akhir Juni 2022. Namun belakangan ini pemain 28 tahun itu telah menemui pihak manajemen untuk menyepakati perpanjangan kontrak baru.

Hal tersebut memicu sejumlah klub elit Eropa lainnya yang ingin mendapatkan jasa Paul Pogba. Salah satunya adalah Juventus, mereka ingin sekali memulangkan sang pemain walau harus menebus dengan mahar mahal.

Akan tetapi sang pemain bersikeras untuk tetap bertahan hingga gantung sepatu.

Merasa Lebih Nyaman

Musim lalu Paul Pogba nyaris berada di pintu keluar Manchester United. Hal itu bermula dari sang agen pemain, Mino Raiola yang bersikeras untuk menghasutnya segera hengkang.

Bagi Raiola, bermain di Juventus atau Manchester United merupakan keputusan sang pemain. Ia bakal menyanggupi semua keputusan itu dengan tangan terbuka.

Seperti yang dilaporkan L’Equipe, Pogba merasa lebih nyaman bermain di Old Trafford. Dirinya mengatakan bahwa meninggalkan tim tersebut tanpa mempersembahkan trofi bukan merupakan pilihan yang tepat.

Faktor Trio Maut

Musim ini Manchester United berhasil mendatangkan trio maut dari 3 Liga berbeda, di antaranya Cristiano Ronaldo (Juventus), Raphael Varane (Real Madrid) dan Jadon Sancho (Borussia Dortmund).

Ketiga pemain tersebut merupakan faktor utama mengapa Paul Pogba ingin tetap bertahan di Manchester United. Eks pemain Juventus itu pun langsung menegaskan bahwa saat ini timnya jauh lebih kuat.

Di balik semua itu, pihak klub juga tidak ingin melepas kepergian Pogba secara gratis atau mahal. Sebab Ia telah menjadi andalan utama di lini tengah klub.

Menurut laporan yang sama, Pogba akan mendapatkan gaji yang bernilai fantastis dari pada sebelumnya. Kabarnya pemain tersebut akan mengantongi 400 Ribu Pounds per pekan.

Jika itu terjadi, maka Pogba akan menjadi pemain dengan bayaran termahal di Manchester United.