Pertajam Lini Serang, AC Milan Pantau Situasi Luka Jovic

BabakTambahan – Raksasa Serie A, AC Milan masih belum puas setelah mendatangkan barisan Striker di musim 2021-2022. Rumornya Rossoneri ingin terus mempertajam lini serang mereka dengan memasukkan bintang Real Madrid, Luka Jovic.

Sepertinya hasrat Milan untuk mendapatkan Luka Jovic mulai mendapatkan lampu hijau. Pasalnya, pemain asal Bosnia itu jarang mendapatkan penampilan secara reguler sejak musim lalu.

Menurut catatan Calciomercato, Luka Jovic dipastikan hengkang di awal tahun 2022 mendatang. Sebab El Real telah mempercayakan barisan dengan terhadap Eden Hazard dan Gareth Bale.

Melihat situasi itu, Olivier Giroud akan mendapatkan tugas yang lebih ringan untuk menjadi ujung tombak Il Diavolo.

Sangat Cocok

Laporan tersebut menilai bahwa gaya main Luka Jovic sangat cocok dengan filosofi permainan AC Milan. Sebab tim besutan Stefano Pioli saat ini tidak mempertahankan permainan bertahan, melainkan berfokus pada perolehan 3 angka.

Lagipula peran Giroud tidak terlalu besar. Sebab pemain asal Prancis itu hanya akan bertahan selama 2 musim. Dan itu artinya, Ia bisa bertandem dengan Jovic hanya dalam satu musim jika sang pemain benar – benar tiba di San Siro.

Di satu sisi, Jovic dinilai sebagai Striker masa depan Milan. Sebab saat ini usianya masih 23 tahun. Terlebih pemain andalan mereka, Zlatan Ibrahimovic yang juga dilaporkan akan pergi akhir musim nanti.

Itu tandanya peluang untuk merekrut Jovic sebagai pilihan utama akan terbuka lebar.

Saingi Juventus

Ketertarikan AC Milan terhadap Luka Jovic rupanya tidak berjalan mulus. Sebab rival abadi mereka, Juventus pun turut menaruh harapan padanya.

Hal tersebut bermula sejak Bianconeri kehilangan Cristiano Ronaldo yang kini resmi bergabung dengan Manchester United hingga musim 2023-2024.

Apalagi saat ini Si Nyonya Tua ditangani oleh Massimiliano Allegri yang notabenenya merupakan pelatih anti bertahan. Tentunya perebutan pemain tersebut akan jadi lebih seru.

Sebab keduanya akan membuktikan siapa yang paling layak untuk mendapatkan jasa Jovic. Dan hal tersebut ditandai dengan prestasi klasemen sementara di paruh musim ini.

Kursi Kepelatihan Barcelona Mulai Panas, Xavi Hernandez Siap Turun Tangan

BabakTambahan – Legenda hidup Barcelona, Andres Iniesta merasa senang jika mantan tandemnya, Xavi Hernandez menjabat sebagai pelatih baru El Barca. Sebab saat ini Ronald Koeman mulai kesulitan mencari performa terbaik untuk mengembalikan masa kejayaan klub.

Beberapa waktu lalu, kabar tentang pemecatan Koeman telah ramai menciut di sejumlah media. Pihak manajemen menilai bahwa pelatih asal Belanda itu masih kurang menghasilkan prestasi yang sesuai ekspektasi.

Menurut laporan Sport, Xavi Hernandez digadang – gadang sebagai pelatih yang tepat untuk memulihkan nama baik klub.

Berdasarkan sudut pandang Iniesta, Xavi Hernandez sangat paham betul bagaimana filosofi permainan El Blaugrana. Pria 41 tahun memang layak menemani skuad utama Barca di pinggir lapangan.

Paham Segalanya

Iniesta menambahkan kalau Xavi Hernandez merupakan pilihan yang tepat jika harus meneruskan posisi Ronald Koeman. Sebab pria asal Spanyol itu tak hanya paham segalanya tentang klub, melainkan telah menjadi denyut nadi hingga detik ini.

Kembalinya Xavi ke dalam skuad Barcelona akan memberikan dampak yang begitu besar. Sebab sebelumnya, pria yang kini menjadi pelatih Al Sadd itu selalu sukses mempersembahkan gelar bergengsi per musim.

“Saya pikir Xavi lebih layak jika dibandingkan dengan kandidat lain untuk mengisi kursi kepelatihan klub. Karena Ia selalu tampil konsisten di setiap pertandingan,” ucap Iniesta.

“Semua pasti ada tantangannya. Namun bagi saya, Ia siap turun tangan dalam kondisi apa pun,” tandasnya.

Ingin Bereuni

Sebelumnya Barcelona menunjuk Ronald Koeman sebagai manajer baru, nama Xavi Hernandez telah menjadi kicauan publik. Beberapa pihak menilai bahwa mantan kapten Timnas Spanyol itu mampu mempertahankan filosofi permainan klub.

Iniesta pun beranggapan bahwa Xavi sempat ingin bereuni dengan Barcelona sekalipun itu hanya menjabat sebagai official. Namun baginya, Xavi lebih layak jika duduk sebagai pelatih.

“Pengalaman Xavi selama berada di Barcelona tentu sangat besar. Di sisi lain, Ia pun berhasil menampilkan irama paling indah sejak terjun sebagai pemain inti,” tegas Iniesta.

“Tapi untuk saat ini Joan Laporta masih memberi kesempatan emas bagi Ronald Koeman. Jadi kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti,” tutupnya.

Juan Mata Targetkan Kemenangan Beruntun Sebelum Jeda Internasional

BabakTambahan – Baru – baru ini Playmaker Manchester United, Juan Mata menargetkan timnya agar bisa mendapatkan kemenangan beruntun sebelum jeda internasional. Pria kelahiran Spanyol itu sangat percaya bahwa The Red Devils musim ini jauh lebih sempurna dari pada musim sebelumnya.

Seperti diketahui, Juan Mata sangat puas dengan performa timnya dalam berlaga di musim 2021-2022. Tercatat dari 6 laga, Setan Merah sukses memenangkan 4 laga, meraih 1 kali imbang dan menelan 1 kali kekalahan.

Sebelum jeda internasional bulan Oktober mendatang, Juan Mata dan kolega akan menghadapi 3 laga EPL di antaranya West Ham United, Aston Villa dan Everton serta satu laga Liga Champions yaitu Villarreal.

Tingkatkan Performa

Juan Mata menegaskan kalau Manchester United sangat wajib meningkatkan performa. Apalagi saat ini publik Old Trafford telah kedatangan sang anak emas, Cristiano Ronaldo. Eks pemain Chelsea itu pun langsung percaya bahwa timnya tak kan kesulitan dalam mencatatkan prestasi apik.

Terbukti bahwa Ronaldo telah mengemas 4 gol hanya dalam 3 laga. Itu berarti bahwa pasukan Ole Gunnar Solskjaer bisa tidur nyenyak sebelum akhir bulan ini.

“Memang tidak mudah membangun sebuah tim tanpa bantuan pemain terbaik dan kerja sama antar pemain. Namun kami harus bisa melibas semua kemenangan sebelum jeda internasional,” ujar Mata kepada MUTV.

“Hasil yang kami dapatkan akhir bulan ini akan menjadi momentum besar sebelum paruh musim. Karena kami tahu beberapa tim lainnya pun saling sikut untuk mendapatkan poin penuh,” tambahnya.

Selalu Fokus

Terlepas dari itu, Juan Mata mengingatkan timnya untuk selalu fokus dalam menjalankan beberapa laga mendatang. Karena baginya, setiap pertandingan tak pernah berjalan mudah.

Pemain 33 tahun itu hanya menargetkan 3 angka di semua pertandingan. Dan mau tidak mau timnya harus tetap berjuang keras.

“Sangat penting bagi kami mendapatkan poin penuh. Kami punya misi yang besar di musim ini, dan semuanya harus tercapai,” tegas Mata.

“Berjuang merupakan tugas kami, namun yang paling penting adalah hasil akhir,” tutupnya.

Salip Lionel Messi, Cristiano Ronaldo Resmi Sebagai Pemain Dengan Bayaran Tertinggi

BabakTambahan – Sang mega bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo resmi dinyatakan sebagai pemain sepak bola dengan bayaran tertinggi. Informasi tersebut tertuang di halaman resmi Forbes.

Dengan hasil itu, Cristiano Ronaldo berhasil menyalip pendapatan rival abadinya, Lionel Messi yang kini berlabuh di Paris Saint-Germain.

Kepergian Cristiano Ronaldo dari Juventus bukan merupakan rencana utama sang pemain. Akan tetapi, Ia telah melihat tidak adanya masa depan terbaiknya untuk musim ini. Melihat situasi itu, The Red Devils langsung membawa pulang untuk membantu mengembalikan masa – masa kejayaan.

Saat ini, pria asal Portugal itu sah mendapatkan gaji sebesar USD 125 Juta atau setara 1,7 Triliun Rupiah per musim.

Sukses Cetak Gol Debut

Sisi menarik kehadiran Cristiano Ronaldo di Manchester United terlihat saat Ia melakoni laga debutnya melawan Young Boys di Liga Champions. Tak butuh waktu lama, pemain 36 tahun itu langsung membukukan gol awal babak pertama.

Akan tetapi catatan tersebut tercoreng lantaran tuan rumah mampu membalikkan keadaan hingga menjadi 2 – 1.

Akan tetapi, pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer merasa bangga bahwa setidaknya Ronaldo benar – benar bisa diandalkan sebagai ujung tombak serangan.

Catatan Gaji Dengan Atlet Dunia

Gaji yang diterima Cristiano Ronaldo jelas lebih besar ketimbang atlet dunia lainnya. Akan tetapi, Ronaldo hanya kalah dalam pendaftaran sponsor atau kesepakatan komersial.

Tercatat bahwa eks pemain Real Madrid itu hanya mendapatkan USD 55 per musim. Sementara itu, Tiger Woods mendapatkan USD 60 Juta, sedangkan LeBron James senilai USD 65 Juta dan disusul oleh Roger Federer sebesar USD 90 Juta.

Daftar Pemain Sepak Bola Dengan Gaji Mahal

Dan berikut ini merupakan 10 besar pemain sepak bola dengan bayaran termahal musim 2021-2022, di antaranya;

  1. Cristiano Ronaldo (Manchester United) = USD 125 Juta
  2. Lionel Messi (Paris Saint-Germain) = USD 110 Juta
  3. Neymar da Silva (Paris Saint-Germain) = USD 95 Juta
  4. Kylian Mbappe (Paris Saint-Germain) = USD 43 Juta
  5. Mohamed Salah (Liverpool) = USD 41 Juta
  6. Robert Lewandowski (Bayern Munchen) = USD 35 Juta
  7. Andres Iniesta (Vissel Kobe) = USD 35 Juta
  8. Paul Pogba (Manchester United) = USD 34 Juta
  9. Gareth Bale (Real Madrid) = USD 32 Juta
  10. Eden Hazard (Real Madrid) = USD 29 Juta

Memphis Depay Yakini Barcelona Bakal Bikin Kejutan Musim Ini

BabakTambahan – Winger Barcelona, Memphis Depay meyakini bahwa timnya bakal membuat suatu kejutan di musim 2021-2022. Optimisme pemain asal Belanda itu kian meningkat saat dirinya tampil apik sejak laga debut pertamanya.

Sebelumnya El Barca harus merelakan kepergian sang kapten, Lionel Messi lantaran krisis finansial. Dan itu artinya permainan Tim Catalan itu benar – benar berubah secara drastis.

Akan tetapi Memphis Depay meyakinkan rekan – rekan setimnya bahwa ada atau tidaknya Messi bukan masalah utama. Karena yang paling penting adalah bagaimana satu tim bersatu dalam mencapai suatu tujuan.

Memphis Depay juga melontarkan masukan terhadap sang pelatih, Ronald Koeman terkait keadaan timnya saat ini. Pemain 27 tahun itu hanya ingin meningkatkan prestasi klub berbekal dukungan yang ada.

Perjalanan Masih Panjang

Dalam laga terakhirnya, Memphis Depay dan kolega harus puas melihat timnya dihajar Bayern Munchen 3 gol tanpa balas di pentas Liga Champions. Ironisnya, kekalahan itu harus mereka alami di markas kebesaran, Camp Nou.

Ia menyebut bahwa kekalahan tersebut bukan merupakan suatu akhir dari segalanya. Akan tetapi hasil tersebut adalah awal dari kesuksesan.

“Sungguh sangat kecewa jika kami harus menelan kekalahan memalukan. Namun kami bisa belajar banyak hal untuk meningkatkan performa,” tegas Depay kepada Marca.

“Tak satu pun dari kami yang harus merasa frustasi. Sebab permainan sepak bola selalu indah. Dan itu pun jika harus dijalankan bersama – sama,” tambahnya.

Bisa Sapu Bersih Banyak Gelar

Terlepas dari itu, Memphis Depay sangat yakin bahwa timnya saat ini mulai menunjukkan kekompakannya sekalipun tidak diperkuat Messi.

Eks penyerang Lyon itu pula telah menjadi dalang atas hasil positif dalam beberapa laga terakhirnya UEFA Europa League Blaugrana.

“Kami sungguh yakin kalau musim ini merupakan momentum yang besar untuk menyapu bersih berbagai macam gelar. Karena kami akan terus berjuang untuk memberikan yang terbaik,” tutur Depay.

“Semua publik pun tahu bahwa Barcelona merupakan klub terbaik dunia. Dan inilah saat yang tepat untuk membuktikan hal tersebut,” tutupnya.

Merasa Kesal, Lionel Messi Tolak Jabat Tangan Mauricio Pochettino

BabakTambahan – Telah muncul pemandangan tak sedap saat Paris Saint-Germain menjamu Olympique Lyonnais dalam lanjutan Liga Prancis. Terlihat bahwa Lionel Messi merasa kesal pada saat ditarik keluar sang pelatih, Mauricio Pochettino.

Dalam laga tersebut, PSG sukses mengalahkan Lyon dengan skor akhir 2 – 1 di Parc des Princes, Senin (20/09/2021). Sejatinya kemenangan tersebut bermula dari kontribusi Lionel Messi. Namun sayangnya pemain asal Argentina itu harus keluar lebih dulu sebelum laga usai.

Les Parisiens sempat kebobolan lebih awal berkat aksi Lucas Paqueta. Namun Lionel Messi mulai menampilkan permainan terbaiknya hingga menjadi dalang atas terjadinya gol balasan yang diciptakan Neymar Junior.

Sangat Kesal

Lionel Messi hingga kini masih belum membukukan gol sejak tampil sebagai starter di musim ini. Itu bukan berarti bahwa pemain 34 tahun itu mandul, namun perannya pun sangat penting sehingga tetap menjaga timnya lolos dari kekalahan.

Pada aksinya, Messi berduet dengan Neymar dan Mbappe untuk mengawal sektor depan. Ia pun sempat memberi ancaman namun upayanya masih gagal.

Pada menit ke-75, Mauricio Pochettino terpaksa menariknya keluar dan menggantikannya dengan Achraf Hakimi. Dengan tujuan agar timnya semakin kokoh dalam sektor pertahanan.

Tapi yang terjadi eks pemain Barcelona itu terlihat kesal dan enggan menjabat tangan sang juru taktik. Lebih lanjut, tatapan Messi terhadap Pochettino terlihat sangat pedas.

Pochettino Beri Pembelaan

Walaupun Pochettino tampak tak senang dengan sikap Lionel Messi. Akan tetapi pelatih asal Argentina itu tetap memberikan pembelaan.

Menurut laporan Goal International, tak kan ada pemain yang senang jika harus diganti ketika Ia telah berkontribusi besar. Terlebih keputusan itu bukan merupakan rencana awal.

“Kami telah memiliki skuad lengkap yang hebat. Dan tidak mungkin mereka akan dimasukkan semua dalam satu pertandingan. Saya rasa keputusan tersebut sangat benar,” ujar Pochettino.

“Saya menyadari bahwa membuat suatu pergantian terkadang memberikan hasil baik atau mungkin sebaliknya. Jika melihat situasi yang ada, setiap pelatih memang harus bijak dalam menentukan pergantian pemain,” tutupnya.

Kurang Gacor di Paris Saint-Germain, Inter Miami Pantau Situasi Lionel Messi

BabakTambahan – Penyerang baru Paris Saint-Germain, Lionel Messi tampaknya masih kesulitan beradaptasi dengan skuad utama. Terlihat bahwa pemain 34 tahun itu masih belum mencetak gol dalam 2 laga terakhirnya.

Sejatinya Lionel Messi merupakan denyut nadi bagi Barcelona. Sejumlah prestasi apa pun telah Ia persembahkan. Namun nyatanya, pihak klub tidak mampu mempertahankannya. Sehingga Les Parisiens mendatangkannya secara gratis hingga 2 musim ke depan.

Namun yang terjadi Lionel Messi belum memberikan permainan terbaiknya. Melihat kondisi tersebut, klub asal Amerika Serikat, Inter Miami mulai melihat perkembangan sang pemain.

Hal tersebut tak lepas dari ide rekan setim Messi di Argentina, Gonzalo Higuain yang saat ini menjadi ujung tombak tim tersebut.

Sempat Ingin Pindah ke MLS

Pada bursa transfer bulan lalu, Lionel Messi sempat tertarik untuk berlaga di Major League Soccer (MLS). Namun rencana tersebut gagal terealisasi lantaran Les Parisiens telah menawarkan gaji fantastis untuk sang pemain.

ESPN melaporkan Messi sangat penasaran untuk berkompetisi di luar Eropa. Karena baginya, pentas Eropa bukan lagi panggung terbaiknya.

“Saya pernah bermimpi untuk bermain di Amerika Serikat dan hidup di negara tersebut. Namun saya tidak yakin apakah hal itu bakal terwujud,” tegas Messi seperti dikutip La Sexta.

“Di sana sudah ada beberapa rekan saya. Dan tentunya berkehidupan di luar Eropa akan menjadi tantangan baru,” tandasnya.

Higuain Angkat Bicara

Higuain menuturkan kalau kepindahan Lionel Messi ke MLS bukan hal yang mudah. Karena jasa La Pulga masih dibutuhkan oleh beberapa klub terbaik Eropa, termasuk PSG.

Lebih lanjut, Higuain sempat menjadi dalang atas ketertarikan Messi untuk bermain di Liga Amerika. Akan tetapi keinginan tersebut masih terlalu jauh dan tak kan pernah terwujud.

“Leo sudah terikat kontrak 2 tahun bersama PSG. Itu artinya peluang untuk bermain satu tim dengannya sangat mustahil. Terlebih jika Ia mampu memberikan yang terbaik selama mengabdi di Parc des Princes,” ucap Higuain.

“Mimpi saya bermain dengannya pun juga bakal mustahil. Sebab kontrak saya bersama Miami akan usai musim depan,” tutupnya.

7 Pilar Barcelona Cedera, Ronald Koeman Bongkar Gudang

BabakTambahan – Berita tak sedap datang dari pentas La Liga. Dimana salah satu klub terbaik Barcelona dilanda krisis cedera. Hal itu membuat pelatih Ronald Koeman harus membongkar gudang pada pemain muda untuk mengimbangi kekosongan di berbagai lini.

Bisa dibilang bahwa pasukan Ronald Koeman musim ini telah kejatuhan tangga. Sebab Barca masih belum merampungkan urusan Financial Fair Play yang ditetapkan operator La Liga.

Di Liga domestik, Ronald Koeman sukses memperlihatkan tajinya. Pelatih asal Belanda itu mengawali musim tanpa kekalahan. Ironisnya, Ia harus kehilangan pemain terbaiknya.

Teranyar, El Barca harus menelan kekalahan pahit di markas sendiri pada Liga Champions. Mereka dipermalukan Bayern Munchen dengan torehan 3 gol tanpa balas di markas sendiri.

Kehilangan Bintang Utama

Nasib buruk di pentas Eropa tersebut memaksa Ronald Koeman harus kehilangan beberapa bintang utamanya. Beberapa bulan terakhir, Sergino Dest, Martin Braithwaite, Sergio Aguero, Ousmane Dembele dan Ansu Fati masih belum keluar dari meja operasi.

Terbaru, Jordi Alba dan Pedri juga turut mengikuti jejak mereka pasca kekalahan atas Bayern Munchen. Situasi tersebut menjadi pukulan keras pelatih 58 tahun itu. Sebab Ia tak punya pilihan lain selain memasukkan pemain muda.

Benahi Tembok Pertahanan

Mengulas dari kekalahan atas Bayern, sejatinya tembok pertahanan Barcelona terbilang sangat keropos. Sebab Ronald Koeman telah meluncurkan formasi baru 5-3-2, namun taktik tersebut mudah ditembus.

Diyakini bahwa Koeman akan menggunakan formasi utama 4-3-3 pada leg kedua kala bertandang ke markas Die Roten.

Ia masih akan menggunakan jasa Gerrard Pique dan Oscar Mingueza di lini belakang. Sementara Araujo dan Balde akan diberi kesempatan menyusul kepastian Alba.

Rombak Lini Serang

Barcelona dikenal sebagai tim yang paling agresif dalam sektor penyerangan. Namun beberapa pemain depan masih harus menepi. Koeman akan merombak lini serang sekalipun harus menurunkan pemain muda.

Memphis Depay masih tetap aman mengisi posisi depan. Sementara dua Striker sayapnya, Koeman akan berjudi untuk memainkan Yusuf Demi dan Gavi.

Sementara duet Frenkie de Jong dan Luuk de Jong tetap mengawal di sektor tengah.

Eden Hazard Mangkir Lawan Inter Milan, Carlo Ancelotti: Belum Waktunya!

BabakTambahan – Real Madrid sukses memetik kemenangan perdana atas Inter Milan di panggung Liga Champions musim 2021-2022, Kamis (16/09/2021). Dalam duel tersebut terlihat bahwa pelatih El Real, Carlo Ancelotti tidak menurunkan Eden Hazard sebagai juru gedor.

Pasukan Carlo Ancelotti berhasil mengakhiri laga itu dengan skor tipis 1 – 0. Dimana gol semata wayang itu dicetak oleh Super Sub, Rodrygo Goes di menit akhir babak kedua.

Pertandingan tersebut tidak berjalan mulus, sebab Nerazzurri acap kali menebar ancaman yang nyaris berbuntut gol. Sementara Madrid terlihat kesulitan untuk membongkar lini pertahanan tuan rumah sejak babak pertama.

Berbekal pengalaman, Carlo Ancelotti menurunkan Rodrygo untuk menggantikan Lucas Vasquez di pertengahan babak kedua. Dan hasilnya bintang asal Brazil itu sukses menciptakan drama sebelum laga usai.

Substitusi yang Sempurna

Sesuai pertandingan, Carlo Ancelotti menyebut bahwa timnya sangat tak berdaya di paruh pertama. Sebab jalan pertahanan Inter di berbagai lini tampil dominan.

Namun di babak kedua, pelatih 62 tahun itu memanfaatkan kelemahan lawan dengan menurunkan Rodrygo sebagai False Nine. Dan akhirnya substitusi tersebut berjalan sempurna, sehingga Los Galacticos pulang dengan membawa 3 angka.

“Kami layak mendapatkan kemenangan ini. Sebab para pemain mengalami tekanan yang luar biasa sejak babak pertama,” buka Ancelotti di situs resmi klub.

“Anda pasti ingin menurunkan pemain yang masih segar dalam situasi genting. Karena pemain tersebut selalu bisa merubah jalannya laga,” tambahnya.

Belum Waktunya

Beberapa media mengintimidasi mengapa Carlo Ancelotti tidak menurunkan Hazard untuk menggedor lini belakang Inter Milan. Malah sebaliknya, eks pelatih Everton itu mencadangkannya dan lebih memilih untuk memasukkan Rodrygo.

Menurutnya, Hazard bukan pemain yang bisa diandalkan sebagai Super Sub, melainkan Starter. Sebab Ia sering terlibat gol sejak turun di babak pertama.

“Saya rasa ini belum waktu yang tepat untuk menurunkan Hazard. Karena yang paling penting bagi kami adalah kemenangan dan meraih 3 angka,” tegas Ancelotti.

“Lagipula Hazard memiliki peran tersendiri di setiap laga. Dan sekali lagi, kami adalah tim. Semuanya harus berjuang untuk kepentingan tim,” tutupnya.

Young Boys Rusak Pesta Gol Debut Cristiano Ronaldo

BabakTambahan – Pemain baru Manchester United, Cristiano Ronaldo sukses mencetak gol perdananya untuk Manchester United di pentas Liga Champions musim 2021-2022. Namun sayangnya, catatan manis tersebut tercoreng lantaran The Red Devils harus pulang tanpa membawa poin.

Dalam laga perdana UCL musim ini, Young Boys sukses mengalahkan Manchester United dengan skor akhir 2 – 1 di Stade de Suisse, Rabu (15/09/2021) dini hari WIB.

Cristiano Ronaldo berhasil membuka keran gol untuk timnya di menit ke-13 setelah melakukan kerja sama apik dengan Bruno Fernandes. Sementara tuan rumah mampu membalas gol tersebut melalui aksi Moumi Ngamaleu pada menit ke-65 dan Theoson Siebatcheu di penghujung laga babak kedua.

Sejatinya Cristiano Ronaldo memiliki banyak peluang untuk menambah pundi – pundi golnya. Namun von Ballmoos sukses menggagalkan sejumlah tendangan kerasnya.

Belajar Dari Kesalahan

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer tidak menyesali kalau timnya gagal mendapatkan poin. Ia meyakini bahwa setiap pertandingan terkadang tidak menentu.

Pelatih asal Norwegia itu mengapresiasi debut manis Cristiano Ronaldo. Karena tak jarang pemain yang baru gabung bisa langsung mencetak gol pada laga perdananya.

Permainan Setan Merah mulai berubah sejak Aaron Wan-Bissaka mendapatkan kartu merah setelah melakukan tackle keras terhadap Martins Pereira di menit ke-35.

Solskjaer terpaksa menarik keluar Jadon Sancho dan memasukkan Diogo Dalot untuk mengimbangi permainan tengah. Namun nyatanya pertahanan mereka makin rapuh.

Drama di Menit Akhir

Beberapa media memprediksi bahwa gol tunggal Cristiano Ronaldo mampu memerahkan seisi stadion. Akan tetapi drama di menit akhir menghiasi kekalahan Manchester United dalam laga awal UCL.

Moumi Ngamaleu yang berdiri bebas di depan gawang berhasil mengecoh David de Gea. Gol tersebut semakin memanaskan jalannya pertandingan.

Beberapa menit berselang, kedua tim saling melakukan pergantian pemain demi merubah tensi permainan. Namun dewi fortuna sangat berpihak pada Young Boys.

Petaka tim tamu terjadi pada menit ke-90+4, dimana Theoson Siebatcheu yang masuk sebagai pemain pengganti sukses membalikkan keadaan setelah memanfaatkan backpass horror dari Jesse Lingard.

Barcelona Krisis Finansial, Uli Hoeness: Bukan Hal Baru!

BabakTambahan – Eks Presiden Bayern Munchen, Uli Hoeness mulai memanaskan tensi tinggi jelang melawan Barcelona di laga perdana Liga Champions musim 2021-2022.

Uli Hoeness meyakini bahwa Barcelona sejatinya sudah bangkrut dan mereka seharusnya masuk ke pengadilan jika berada di Jerman. Akan tetapi, La Liga tidak seketat itu. Malahan mereka masih memberikan kelonggaran waktu untuk merampungkan masalah tersebut.

Uli Hoeness melihat adanya kejanggalan yang terjadi pada skuad utama El Barca. Dimana saat ini mereka telah kehilangan sosok pemain terbaik sekelas Lionel Messi.

Itu tandanya mereka tak cukup bertaring untuk berlaga di pentas Eropa dan Domestik. Sekalipun mereka memiliki amunisi baru, Hoeness tidak yakin kalau mereka bisa kembali berjaya.

Tampak Tak Berdaya

Pada musim lalu, kondisi finansial Barcelona telah mengalami penurunan yang sangat drastis. Mereka tampak tak berdaya sehingga harus melepas Lionel Messi secara cuma – cuma. Ironisnya lagi, mereka pun harus memangkas gaji para pemainnya dengan jumlah yang cukup besar.

Uli Hoeness tak heran melihat keadaan itu. Sebab semua tim besar sempat mengalami hal serupa sejak beberapa musim lalu.

“Saya rasa mereka sudah gulung tikar. Sebab mereka tidak mampu mengamankan jasa Messi dan harus berhutang banyak,” seru Hoeness kepada Bayern Radio.

“Akan sangat buruk bagi mereka jika berkompetisi di Bundesliga. Dengan kondisi ini, mereka tak lagi menjadi panutan kami dan klub besar lainnya,” sambungnya.

Dalang Kepindahan Alaba

Pada bursa transfer bulan lalu, Uli Hoeness telah menjadi dalang atas kepindahan David Alaba. Sebelumnya, sang pemain diisukan akan gabung Barcelona. Namun pria 69 tahun itu melarangnya. Sehingga Alaba membelot ke Real Madrid.

“Alaba sempat mendatangi saya bahwa Ia sangat ingin gabung Barcelona suatu hari nanti. Saya pun memberinya gambaran bahwa bergabung dengan klub yang saat ini bermasalah tak kan menjamin masa depan para pemain,” tegas Hoeness.

“Saya tidak ingin melihat mantan pemain Bayern membela klub yang salah. Walau itu bukan keinginannya, setidaknya mereka bisa memberikan yang terbaik sesuai proses negosiasi,” tutupnya.

Tak Jadi Dipecat, Mikel Arteta Susun Misi Penting

BabakTambahan – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta tampak bernapas lega setelah berhasil mengantarkan timnya memetik kemenangan tipis 1 – 0 atas Norwich City di pentas EPL, Sabtu (11/09/2021).

Sebelumnya Mikel Arteta telah digadang – gadang akan meninggalkan pintu keluar Emirates Stadium jika masih mencatatkan rekor buruk dalam laga ke-4. Namun kini, pelatih asal Spanyol itu membuktikan kapasitasnya bahwa The Gunners telah kembali ke jalur kemenangan.

Walau hanya menyarangkan 1 gol, namun Mikel Arteta tak mengapresiasi para pemainnya. Karena Ia sadar bahwa kerja keras tim merupakan segalanya dari pada masa depan pribadinya.

Hasil positif itu sukses membungkam suara fans fanatik yang acap kalai menyebar luaskan slogan #ArtetaOut.

Menjawab Keraguan Publik

Manajemen Arsenal pun telah memberikan Mikel Arteta satu kesempatan lagi apabila Ia tidak mampu mengantarkan timnya meraih 3 angka pada laga ke-4. Sempat diragukan, namun pada akhirnya pelatih 39 tahun itu berhasil menjawab keraguan publik dengan memberikan hasil maksimal.

Slogan #ArtetaOut mungkin pekan ini mulai sirna. Namun tak ada jaminan bahwa sang manajer masih akan menduduki kursi kepelatihan jika pekan depan masih malah membawa kabar buruk.

“Saya menyadari apa yang telah disuarakan para fans. Karena mereka hanya ingin melihat timnya berjaya entah apa pun caranya. Saya sempat ragu, namun hasil ini muai meredakan segalanya,” tegas Arteta pada situs resmi klub.

“Mengikuti isu publik hingga berlarut – larut akan membuat saya semakin terpuruk. Bagi saya, harus ada titik terang tentang masalah itu untuk mendapatkan jalan keluar terbaik,” tambahnya.

Susun Misi Penting

Pierre Emerick-Aubameyang menjadi pemain kunci pada laga tersebut. Gol tunggalnya mampu menyelamatkan karir Mikel Arteta untuk tetap bertahan di Emirates Stadium.

Dari hasil itu, Arteta tengah menyusun rencana penting agar sang pemain tetap bertahan. Kabarnya eks asisten pelatih Manchester City itu akan mencarikan tandem yang sepadan di pertengahan bursa transfer Januari mendatang.

“Saya pun program untuk meningkatkan kualitas permainan tim. Salah satunya yaitu mendatangkan Striker baru,” ujar Arteta.

“Saat ini hal yang paling penting bagi saya adalah mendapatkan kepercayaan klub. Karena itu bisa menjadikan kinerja saya lebih optimal,” tutupnya.

Terkuak, Juventus Sesali Gagalnya Perekrutan Erling Haaland

KandangTandang – Direktur Utama Juventus, Federico Cherubini mengaku bahwa timnya tampak menyesali atas kegagalan dalam perekrutan Erling Haaland. Seperti diketahui, pemain berdarah Norwegia itu sudah masuk rencana transfer Bianconeri sejak musim 2017 silam.

Dimana saat itu Erling Haaland masih memperkuat klub pertamanya di Norwegia, Molde saat berusia 17 tahun. Namun pihak Juve mengabaikan tanda tangan sang pemain lantaran mendapatkan beberapa pilar terbaik Eropa lainnya.

Selang beberapa tahun, Erling Haaland hijrah ke Red Bull Salzburg. Singkatnya Ia hanya mengabdikan dirinya selama 2 tahun, dan kemudian diboyong Borussia Dortmund untuk menggantikan posisi Robert Lewandowski.

Namanya pun tercium beberapa klub terbaik Eropa, termasuk Juventus. Akan tetapi tak satupun tawaran yang masuk berhasil mengeluarkannya dari Signal Iduna Park.

Penyesalan Terbesar Juventus

Saat ini Erling Haaland telah berusia 21 tahun. Walau begitu, atensi permainan sang Striker sudah sejajar dengan beberapa penyerang terbaik dunia.

Menurut laporan Tuttosport, Haaland bakal jauh lebih bersinar ketimbang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Karena kedua pemain tersebut telah menginjak kepala 3 dan berada di ambang – ambang pensiun.

Cherubini tak menampik rumor kalau Juventus telah mengalami penyesalan yang begitu besar. Sebab saat ini mereka kehilangan Ronaldo yang sebelumnya sebagai mesin gol utama Si Nyonya Tua.

“Tak ada bisa menyangkal bahwa kami telah mengabaikan calon pemain terbaik dunia. Tapi semuanya sudah terjadi, dan kami hanya bisa berharap agar bisa melakukan pendekatan di musim depan,” tegas Cherubini.

Alasan Utama Kegagalan Transfer Haaland

Lebih lanjut, Cherubini menerapkan apa alasan utama mengapa Juventus tidak berhasil mendatangkan Erling Haaland. Yang paling utama yaitu manajemen tim tidak meyakini bahwa sang pemain bisa masuk Starting XI lantaran terlalu muda.

Terlepas dari itu, Juve pun berniat untuk meminjamkannya pada klub lain jika Ia menjadi bagian dari tim.

“Semua proyek yang kami bangun bermula dari pemain U23. Dan nama Haaland masih terlalu jauh dari itu,” ungkap Cherubini.

“Dan kini kami pun harus merelakan sang pemain. Sebab Ia berpotensi untuk mengembangkan karirnya entah itu bersama Real Madrid Liverpool atau mungkin tim besar lainnya,” tutupnya.

Jelang Debut Perdana, Takehiro Tomiyasu Siap Berikan Segalanya

BabakTambahan – Salah satu rekrutan anyar Arsenal, Takehiro Tomiyasu bakal dipastikan turun pada debut perdananya melawan Norwich City, Sabtu (11/09/2021).

Arsenal tidak mudah untuk mendapatkan jasa Takehiro Tomiyasu dari Bologna. Sebab rival abadi mereka, Tottenham Hotspur telah mengajukan tawaran fantastis. Akan tetapi sang pemain lebih tertarik untuk berlabuh di Emirates Stadium.

Sejatinya proses kepindahan Takehiro Tomiyasu tidak berjalan alot. Namun pemain asal Jepang itu masih belum mendapatkan ijin resmi dari otoritas English Premier League. Namun belakangan ini, pihak klub telah merampungkan rentetan administrasi.

Tak lama kemudian, bek 22 tahun itu sudah resmi masuk dalam skuad utama The Gunners musim 2021-2022. Dan kabarnya Ia akan memberikan segalanya pada debut perdananya akhir pekan ini.

Penegasan Mikel Arteta

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta menegaskan bahwa pihaknya memerlukan banyak waktu untuk mengeluarkan hingga meresmikan ijin kerja Takehiro Tomiyasu.

Sebelumnya sempat ada problem bahwa pemain tersebut bakal nyangkut hingga musim depan. Namun pihak klub tak mau merugi, sehingga mereka berhasil merampungkan segala urusan klausul hingga siap merumput berdasarkan kontrak yang telah ditentukan.

“Kami sangat optimis untuk menurunkan sang pemain. Karena sebelumnya operator EPL masih disibukkan dengan rentetan penutupan transfer musim panas. Dan setelah mendapatkan lampu hijau, kami bisa bernapas lega,” tegas Arteta.

Pemain Serba Bisa

Ada alasan tersendiri mengapa Arsenal kepincut mendatangkan Takehiro Tomiyasu. Itu karena eks pemain Bologna itu merupakan pemain serba bisa. Sejatinya Ia berposisi sebagai Full Back. Namun Ia sering membantu jantung pertahanan dan pemain jangkar.

Diketahui bahwa Tomiyasu bertubuh tinggi dan sering memenangkan duel udara. Bisa jadi Arteta akan menempatkan posisinya sedikit ke dalam untuk mengantisipasi serangan bola udara.

“Kami telah memantaunya sejak lama. Saya pun melihat Tomi bisa bermain sebagai bek tengah. Lagipula kami telah terbiasa bermain dengan formasi 3 bek,” pungkas Arteta.

“Ia tak kan kesulitan saat menjalankan laga perdananya. Karena sebelumnya, Ia pun sering menjadi pilihan utama untuk mengawal barisan belakang dengan cukup tenang,” tutupnya.

Arsenal Mulai Lirik Antonio Conte, Kode Mikel Arteta Dipecat

BabakTambahan – Masa depan pelatih Arsenal, Mikel Arteta sudah mulai jelas pada beberapa pertandingan English Premier League ke depan. Dikabarkan bahwa The Gunners mulai mendekati Antonio Conte untuk menjadi juru taktik utama di musim ini.

Beberapa laporan menyebut bahwa saat ini Antonio Conte masih menganggur setelah berhasil mempersembahkan gelar Scudetto Serie A untuk Inter Milan musim 2020-2021.

Masa kepelatihan Arteta mungkin sudah tak bertahan lama. Pasalnya pria asal Spanyol itu kerap memberikan hasil buruk sejak laga awal EPL. Tak mau terlihat makin buruk, pada akhirnya Tim Meriam London menunjuk Antonio Conte sebagai pengganti Arteta.

Pelatih Berpengalaman

Diketahui bahwa Arteta hanya memiliki satu kesempatan lagi untuk menginjakkan kakinya di Emirates Stadium. Dimana kesempatan itu ditentukan pada laga melawan Norwich City, Sabtu (11/09/2021).

Harusnya manajemen klub tidak langsung merekrutnya sejak 2 musim lalu. Akan tetapi karena Areta merupakan legenda Arsenal, makanya Ia memiliki kesempatan untuk menduduki posisi pelatih.

Akan tetapi pelatih tersebut tak kunjung memberikan kontribusi terbaiknya. Sangat wajar jika klub lebih condong untuk mendatangkan Antonio Conte. Sebab pelatih asal Italia itu memiliki pengalaman yang luar biasa sejak melatih Chelsea dan Inter Milan.

Peluang Arsenal boleh jadi terbuka lebar. Sebab pelatih 58 tahun itu masih menjalankan masa – masa hiatus tak lebih dari 1 tahun.

Kemungkinan Gagal

Beberapa media Inggris mengatakan bahwa Arsenal telah melayangkan tawaran perdana terhadap Antonio Conte. Akan tetapi mereka akan menemukan kebuntuan sebelum mencapai titik final.

Sebab Conte menolak keras tawaran tersebut. Karena baginya, melatih tim yang lebih berpotensi dan masuk pada pentas Liga Champions merupakan pilihan terbaik.

Ironisnya, Arsenal hanya menjalankan 1 Liga Domestik untuk musim ini. Mereka tersingkir dari 4 besar klasemen akhir EPL musim lalu.

Diyakini bahwa untuk sementara waktu Arsenal masih akan menggunakan jasa Arteta. Namun mereka telah mewanti – wanti pelatih tersebut agar tidak mendapatkan hasil buruk pada laga mendatang. Sebab saat ini tak satupun jajaran pelatih top Eropa yang masih nganggur.

Bertandem Dengan Raphael Varane, Harry Maguire Makin Percaya Diri

BabakTambahan – Bek andalan Manchester United, Harry Maguire merasa sangat percaya diri setelah timnya berhasil mendatangkan eks pemain Real Madrid, Raphael Varane. Pemain asal Inggris itu langsung cocok untuk mengawal lini belakang The Reds.

Seperti diketahui bahwa Varane didatangkan ke Old Trafford dengan mahar kurang lebih 50 Juta Euro. Terlepas dari itu, Harry Maguire langsung tampil moncer sejak pertama kami bertandem dengan bek asal Prancis itu.

Faktanya Harry Maguire sukses membawa timnya menang tipis 1 – 0 atas Wolverhampton di partai lanjutan Liga Primer pekan lalu.

Makin Solid

Harry Maguire pun menegaskan bahwa jantung pertahanan Manchester United makin solid untuk bekal musim 2021-2022. Pemain 28 tahun itu jarang kehilangan bola sejak menit – menit awal.

Secara garis besar, bek asal Inggris itu mengaku kalau kedatangan Varane akan memberikan dampak bagus bagi Setan Merah. Ia juga meyakini lini belakang timnya tak kan mudah ditembus barisan Striker top dunia.

“Awalnya saya kurang yakin jika melihat Varane terbang ke Liga penuh drama. Namun setelah memainkan laga debutnya, saya sangat antusias untuk mempersembahkan deretan trofi,” ujar Maguire seperti dilansir Bola.net.

“Bekerja sama dengan pemain sekelas Varane tidak membuat saya minder. Malah sebaliknya, kami bisa saling melengkapi untuk kemajuan tim,” tambahnya.

Perlu Sedikit Adaptasi

Harry Maguire memang sudah lama mengenyam atmosfir pertandingan EPL. Sejak berseragam Leicester City, Ia pun berhasil mengantarkan timnya menyabet gelar juara.

Kedua pemain tersebut hanya butuh sedikit adaptasi. Karena Varane merupakan salah satu bek terbaik dunia yang berhasil memberikan trofi bergengsi baik dalam level klub dan internasional.

“Saya akui pengalaman Varane bukan sebatas kata – kata. Ia sering berjaya di pentas Eropa, Domestik hingga Timnas. Hal itu menjadikan saya lebih yakin bahwa duet dengannya merupakan pilihan yang tepat,” tegas Maguire.

“Terlihat Varane merupakan sosok yang sangat ramah dan santun. Tak heran jika Ia bisa mendekatkan diri dengan prestasi terbaik. Kami bisa saling berbagi demi meningkatkan kualitas permainan di hari mendatang,” tutupnya.