Sisi Menarik Jelang Duel Barcelona vs Atletico Madrid

BabakTambahan – Penentuan juara utama La Liga sudah mulai tercium. Pada partai lanjutan Jornada ke-35, Barcelona akan menjamu Atletico Madrid di Camp Nou, Sabtu (08/05/2021).

Barcelona wajib menang pada laga itu. Sebab saat ini pasukan Ronald Koeman berada di urutan ketiga dengan mengoleksi 74 poin. Sementara Atletico tetap bertahan di puncak klasemen dengan raihan 76 poin.

Banyak sekali sisi menarik menjelang laga tersebut. Menurut beberapa laporan, keduanya tak kan membiarkan celah kosong untuk para lawan mencetak gol. Dan beberapa situasi tersebut telah digambarkan seperti beberapa uraian di bawah ini.

Barca Menang, Atletico Madrid Gagal Juara

Atletico merupakan penantang terberat Barcelona sejak beberapa musim lalu, tepatnya ketika mereka menunjuk Diego Simeone sebagai pelatih utama.

Dulunya Barca hanya memiliki 1 rival yaitu Real Madrid. Namun Los Colchoneros hadir untuk mempersengit perburuan gelar Liga domestik. Jika Barca menang pada laga nanti, otomatis Atletico tidak memiliki harapan juara.

Kalah Head to Head

Berdasarkan statistik La Liga musim ini, Barcelona kalah Head to Head atas Atletico Madrid. Pada pertandingan pertama, El Barca tertinggal 0 – 1 atas Los Colchoneros.

Apabila hingga musim berakhir kedua tim memiliki poin yang sama, maka Barca tidak layak dicap sebagai juara. Sebab mereka tertinggal jumlah gol. Dan menyikapi hal tersebut, Lionel Messi dan kolega wajib menang setidaknya dengan jumlah defisit 2 gol.

No Margin for Error

Ungkapan ini sangat tidak asing lagi dalam dunia sepakbola. Biasanya julukan “No Margin for Error” sering muncul pada babak semifinal di semua ajang kompetisi. Uniknya, laga antara Barcelona vs Atletico Madrid nanti layaknya semifinal lantaran menjadi penentu siapa yang akan menjadi juara utama.

Sejatinya mereka masih akan menyisakan 3 pertandingan, namun semuanya akan ditentukan dalam pekan ini. Kondisi Barca saat ini sedang dalam performa bagus. Sementara kubu tim tamu, mereka pun juga akan bermain dengan skuad full team.

Menurut beberapa laporan Spanyol, laga tersebut akan berjalan sengit lantaran baru saja terjadi dalam sejarah La Liga Santander.

Villarreal Gagalkan Pertemuan All English Final di Pentas Eropa

BabakTambahan – Salah satu tim terbaik La Liga, Villarreal baru saja mengubur mimpi Arsenal untuk berlaga di partai final UEFA Europa League musim 2020-2021. Sebab pasukan Unai Emery berhasil meraih hasil imbang 0 – 0 pada Jumat (07/05/2021) dini hari WIB.

Secara otomatis Villarreal berhak lolos untuk menantang Manchester United di partai final setelah mengantongi agregate 2 – 1. Mereka akan berlaga di Gdansk Arena, Polandia, Kamis (27/05/2021).

Ada sisi menarik dari kemenangan Villarreal. Dimana The Submarines sukses menggagalkan pertemuan perdana All English Final di pentas Eropa.

Telah diketahui bahwa partai final Liga Champions musim ini akan mempertemukan 2 wakil Inggris antara Manchester City vs Chelsea.

Kepuasan Pelatih dan Tim

Villarreal merupakan tim yang sudah menjadi pelanggan setia berlaga di pentas Liga Europa. Jadi tak heran ketika mereka mampu membuat Arsenal tak berdaya di depan publik sendiri.

Emery yang merupakan mantan pelatih Arsenal sangat kehabisan kata – kata pasca laga tersebut. Menurutnya, hasil itu memang layak terjadi. Karena sepak bola merupakan ladang drama bagi semua pihak.

“Menggagalkan dominasi Inggris dalam Liga Eropa merupakan hal yang sangat istimewa. Sebelumnya kami pun sempat ragu apakah Arsenal mampu mencetak gol kemenangan. Tapi nyatanya mereka gagal membuat gol balasan,” tegas Emery.

“Kami semua sangat puas dengan hasil ini. Namun keputusan itu tak kan berarti jika tidak mampu memulangkan trofi pada laga final,” sambungnya.

Arsenal Banjir Hujatan

Melihat keberhasilan Villarreal saat menggagalkan Arsenal melaju ke partai final, serbuan para netizen dan sejumlah wartawan lokal Inggris melontarkan hujatan terhadap The Gunners.

Tak sedikit dari mereka yang merasa bahwa permainan Tim Meriam sangat bapuk. Mereka sama sekali tidak membahayakan gawang lawan sejak menit – menit awal.

Di sisi lain, salah satu penyiar TV asal Inggris, Piers Morgan mengatakan bahwa masa bakti Mikel Arteta telah berakhir. Sudah waktunya mereka ganti pelatih dengan yang lebih baik.

Cibiran tersebut tengah santer hingga saat ini. Namun manajemen Arsenal masih belum melakukan tindakan lebih lanjut terkait masalah tersebut.

3 Kesalahan Zinedine Zidane Kala Bertandang ke Markas Chelsea

BabakTambahan – Real Madrid baru saja pulang dari pentas Liga Champions setelah takluk 0 – 2 atas Chelsea, Kamis (06/05/2021) dini hari WIB. Menariknya, pasukan Zinedine Zidane tak banyak memberikan penetrasi atau ancaman yang berarti terhadap gawang tim tuan rumah.

Menurut keterangan Bola.com, Zinedine Zidane dinilai telah melakukan kesalahan fatal yang mengakibatkan timnya gagal melaju ke partai final.

Sejatinya, Los Blancos hanya butuh hasil imbang untuk lolos. Namun keinginan Zinedine Zidane tidak berjalan sesuai rencana. Pada akhirnya, mereka pulang dengan mengantongi agregat 1 – 3.

Dan berikut merupakan beberapa kesalahan yang dilakukan Zidane kala mengawal timnya bertandang ke markas Chelsea, Check it out!

Salah Susun Formasi

Zinedine Zidane telah melakukan kesalahan yang cukup fatal dalam menentukan formasi. Di pertandingan itu, Real Madrid terlihat menerapkan formasi 3-5-2 yang berfokus pada lini belakang dan tengah.

Formasi itu sangat aneh jika dibandingkan pertandingan sebelumnya. Los Colchoneros dikenal dengan formasi menyerang seperti 4-2-3-1 dan 4-4-2. Namun kedua formasi itu tidak muncul. Sehingga mereka nyaris tidak mendapatkan kesempatan memegang bola lebih lama.

Fokus Bertahan

Kesalahan yang lainnya yaitu Zinedine Zidane dilaporkan telah mengindikasikan timnya untuk fokus bertahan. Seperti diketahui, El Real hanya menurunkan Karim Benzema sebagai di posisi depan tanpa bantuan Rodrygo, Mariano Diaz dan Vinicius.

Terlihat bahwa mereka lebih sering menahan laju serangan tim tuan rumah dari pada keluar sebagai pemurka penetrasi.

Hasilnya 2 gol berkat aksi Timo Werner dan Masson Mount tersarang dengan mudah sehingga membuat laju mereka ke partai final tampak lebih cerah.

Paksakan Skuad Inti

Dan kesalahan yang terakhir ialah memaksakan skuad inti dalam Starting XI. Tercyduk bahwa Sergio Ramos dan Eden Hazard dipaksa turun pada laga itu. Padahal tim medis tidak terlalu memberikan ijin atas keduanya.

Beberapa laporan menyebut bahwa mereka baru saja pulih namun tidak dalam kondisi yang benar – benar on fire. Tapi apalah daya. Zidane telah memutuskan untuk itu, dan hasil akhir yang mereka dapatkan terbilang mengecewakan.

Dipecat Tottenham Hotspur, Jose Mourinho Resmi Latih AS Roma

BabakTambahan – Eks pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho tak butuh waktu lama untuk mengasinkan dirinya di luar lapangan. Faktanya pelatih asal Portugal itu resmi menjadi pelatih anyar AS Roma menggantikan Paulo Fonseca.

Selasa (04/05/2021) waktu setempat, AS Roma melalui situs resminya mengumumkan bahwa Jose Mourinho telah resmi sebagai arsitek lapangan dengan kontrak berdurasi 3 tahun.

I Giallorossi sangat paham bahwa jam kerja Jose Mourinho terlalu banyak membuat sejumlah tim semakin kuat dan berkualitas. Namun kebersamaannya dengan The Lilywhites musim ini masih belum terlihat stabil dan memuaskan.

Walau begitu, Tim Serigala Ibukota yakin bahwa pelatih 58 tahun itu akan memberikan dampak besar bagi klub terutama seluruh pemain.

Jadi Pelatih Termahal Italia

Menurut laporan Sky Sport Italia, Jose Mourinho akan menjadi gaji termahal Italia saat tiba di musim depan. Kabarnya eks pelatih Real Madrid itu akan mendapatkan gaji senilai 16 Juta Euro per musim bersama Roma.

Nilai tersebut tidak jauh beda dengan yang didapatkannya bersama Tottenham Hotspur. Secara tidak langsung, gaji The Spesial One mengalahkan rekor bayaran pelatih Inter Milan, Antonio Conte saat ini. Sebab pelatih asal Italia itu mengantongi 12 Juta Euro.

Hal tersebut mungkin sudah sepadan dengan jam terbang dan pengalaman yang dimilikinya. Sebab efektivitas permainan Tottenham Hotspur musim ini sangat beda dari pada musim – musim sebelumnya.

Bukan tidak mungkin Roma akan mengalami perubahan yang signifikan saat berada di bawah racikannya.

Bayar Gaji Secara Patungan

Roma tentu tidak asal bayar gaji Jose Mourinho sesuai yang ditargetkan. Laporan tersebut menyebut bahwa mereka hanya akan membayar 7 Juta Euro hingga musim 2023 berakhir. Sementara sisanya 9 Juta Euro ditutupi pihak Tottenham Hotspur.

Namun beberapa laporan lain menyebut bahwa Ia hanya akan mendapatkan 16 Juta Euro sampai musim depan. Dan di musim berikutnya akan mengantongi 7 Juta Euro plus bonus.

Angka tersebut terbilang sangat fantastis. Sebab Paulo Fonseca hanya mendapatkan gaji 2,5 Juta Euro per musim.

Anti Sergio Ramos, Thomas Tuchel Siapkan Taktik Baru

BabakTambahan – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos diyakini bakal turun pada lanjutan leg kedua semifinal Liga Champions saat melawan Chelsea di Stamford Bridge, Kamis (06/05/2021) nanti. Itu berarti pelatih Chelsea, Thomas Tuchel dan para pemainnya akan mendapatkan tantangan yang lebih berat.

Pada leg pertama, The Blues hanya mampu bermain imbang 1 – 1 di Estadio Alfredo di Stefano. Menariknya, pasukan Thomas Tuchel telah membawa pulang 1 gol tandang sebagai modal penting di laga berikutnya.

Tabungan gol tersebut akan membuat Thomas Tuchel semakin merencanakan taktik barunya jika Sergio Ramos menjadi starter pada laga mendatang.

Atur Lini Serang

Chelsea sangat mendambakan trofi Si Kuping Besar sejak 2012 silam. Kesempatan untuk lolos ke partai final tentu ada di tangan Thomas Tuchel. Kabarnya pelatih 47 tahun itu akan mengatur lini serang dan mempercayakannya terhadap pemain berkualitas.

Belakangan ini nama Kami Havertz telah membuktikan kapasitasnya sebagai Striker terbaik. Terbukti bahwa pemain asal Jerman itu memimpin timnya menang 2 – 0 atas Fulham.

Nantinya Havertz akan berduet dengan Timo Werner. Namun Werner akan ditugaskan untuk mengalihkan perhatian para bek lawan agar rekan – rekannya lebih mudah menerobos jantung pertahanan El Real.

Masih Belum Pasti

Thomas Tuchel menyebut bahwa Ramos merupakan pembeda bagi Madrid. Pada laga sebelumnya, arena pertahanan Los Galacticos terlihat rapuh dan sering kali mendapatkan penetrasi.

“Ketika kami tidak menurunkan Striker murni, maka Ramos tak kan banyak bekerja. Ini merupakan solusi yang utama. Namun kami masih belum pasti apakah Werner harus masuk sebagai starter atu malah turun di waktu yang tepat,” ucap Tuchel pada lama resmi Chelsea.

“Ramos merupakan bek tangguh Eropa sejak beberapa tahun terakhir. Pastinya Ia mampu menghadang semua upaya Striker mana pun yang berencana merusak pertahanan,” tambahnya.

Kejutan Zinedine Zidane

Dan eks manajer Paris Saint-Germain itu menambahkan bahwa dirinya masih belum yakin dengan rencana Zinedine Zidane. Diyakini bahwa pelatih asal Prancis itu akan memberikan kejutan pada laga nanti.

“Saya ragu apakah Zidane tetap memainkan 3 bek atau kembali pada formasi awal. Namun tak ada yang satu sebelum laga berlangsung nantinya,” tutup Tuchel.

Kalahkan Valencia, Alfred Schreuder : Barcelona Bakal Juara La Liga

BabakTambahan – Asisten manajer Barcelona, Alfred Schreuder sangat optimis bahwa timnya masih memiliki asa untuk meraih gelar juara La Liga musim 2020-2021. Keinginannya itu telah dilontarkan setelah Ia sukses memimpin timnya meraih kemenangan tipis 3 – 2 di Mestalla Stadium, Senin (03/05/2021) dini hari WIB.

Alfred Schreuder telah menilai kapasitas pemain yang ada saat ini. Dan walaupun mereka tidak dalam komando Ronald Koeman, namun pria 48 tahun itu sangat yakin bahwa Lionel Messi dan kolega telah melakukan yang terbaik selama 90 menit.

Sempat tertinggal lebih dulu, Los Murcelagos mencuri gol pertama melalui aksi Gabriel Paulista dan menutup gol keduanya di penghujung laga berkat aksi Carlos Soler.

Sementara pasukan Alfred Schreuder mampu membalas gol tersebut melalui 2 gol Lionel Messi dan satunya lagi Antoine Griezmann.

Tak Ada yang Mustahil

Alfred Schreuder menyebut bahwa timnya merupakan kandidat terkuat sebagai calon juara Liga musim ini. Sebab pria asal Belanda itu melihat kedua rival abadinya, Real Madrid dan Atletico Madrid tengah dalam kondisi yang kurang memungkinkan.

Hingga saat ini, Barcelona tengah berada di urutan ketiga dengan mengoleksi 74 poin. Mereka hanya terpaut 2 angka dengan sang pemuncak klasemen, Atletico Madrid.

Masih Sisa 4 Laga

Alfred Schreuder tak henti – hentinya memotivasi para pemainnya agar mereka bisa mengangkat trofi tersebut di musim ini.

Berdasarkan catatan, pentas La Liga hanya menyisakan 4 laga sisa. Dalam hal ini Barcelona wajib memenangkan semua laga tersebut agar mampu mengkudeta posisi Atletico Madrid.

“Kami akan terus berjuang sebelum kompetisi berakhir. Karena gelar juara merupakan target kami sejak awal,” tegas Schreuder kepada Marca.

Kontra Atletico Madrid

Di laga mendatang, Barcelona akan bersua Atletico Madrid. Dan laga tersebut merupakan penentuan siapa yang berhak menjadi juara La Liga musim ini.

“Los Colchoneros bukan lawan yang mudah. Mereka selalu menyulitkan kami selang beberapa tahun terakhir,” kata Schreuder.

“Tapi kami akan buktikan bahwa kekuatan adalah segalanya. Kami pastikan gelar tersebut akan segera tiba di Camp Nou,” tutupnya.

Mengejutkan, Manchester United Miliki Trio Baru di Lini Serang

BabakTambahan – Raksasa EPL, Manchester United baru saja memetik kemenangan besar atas AS Roma di pentas UEFA Europa League, Jumat (30/04/2021). The Red Devils berhasil melumat I Giallorossi dengan hasil akhir 6 – 2.

Tak biasanya, Manchester United telah mengejutkan publik sepak bola pada pentas tersebut. Terbukti bahwa mereka telah memiliki trio baru di lini serang. Mereka adalah Edinson Cavani, Paul Pogba dan Bruno Fernandes.

Ketiga telah mencatatkan gol dan assist pada kemenangan tersebut. Akan tetapi, 1 gol tambahan mereka ditutup oleh Mason Greenwood yang masuk sebagai pemain pengganti.

Kemenangan Manchester United akan memuluskan langkah Ole Gunnar Solskjaer untuk berlaga di partai final. Karena pada leg kedua, mereka hanya perlu menjaga gol tandang.

Trio Cavani, Fernandes dan Pogba

Sejatinya Manchester United memiliki Marcus Rashford yang bertugas untuk mencetak gol dan merepotkan barisan belakang lawan. Namun pada laga tersebut, Striker asal Inggris itu nyaris tidak banyak berperan.

Cavani dan Fernandes sama – sama mencetak 2 gol dan 1 assist, sementara Pogba mengemas 1 gol. Ketiganya telah memberikan performa terbaik selama babak pertama.

Meskipun mereka sempat tertinggal 1 – 2 sebelum turun minum, namun mereka langsung mendominasi permainan hingga akhir laga.

Fernandes menyebut bahwa koneksinya dengan Pogba dan Cavani baru saja muncul. Dan hal itu telah menjadikannya semakin perkasa dalam melakoni sejumlah laga berikutnya.

“Menyenangkan sekali bisa bertandem dengan mereka. Kami harap masa – masa seperti ini tak kan usang di musim depan,” tegas Fernandes.

Perlu Kerja Keras

Berdasarkan skuad yang ada saat ini, Manchester United memiliki banyak pemain penting. Sebelumnya, Mason Greenwood, Anthony Martial dan Marcus Rashford bermain bagus di awal musim.

Namun belakangan ini, Fernandes, Cavani dan Pogba terlihat lebih aktif dan sedang dalam kondisi on fire.

“Diperlukan kerja keras dan semangat tinggi untuk bisa mencapai prestasi terbaik. Kami pun selalu melakukannya tanpa melihat hasil akhir,” ucap Fernandes.

“Kerja tim sangat penting bagi kami. Ketika kami memiliki kesempatan itu, maka pantang bagi kami untuk mengacaukannya,” tutupnya.

Bruno Fernandes Ungkap Rahasia Manchester United Hajar AS Roma

BabakTambahan – Gelandang serang Manchester United, Bruno Fernandes baru – baru ini membeberkan rahasia timnya menghajar habis AS Roma di partai UEFA Europa League. Dirinya mengungkapkan bahwa kesederhanaan merupakan langkah tepat untuk memetik kemenangan krusial.

Bruno Fernandes membawa The Red Devils meraih kemenangan telak 6 – 2 atas Roma pada Leg Pertama Semifinal Europa League, Jumat (30/04/2021). Pemain 26 tahun itu berkomentar bahwa timnya sedang dalam kondisi bagus pada laga tersebut.

Sempat tertinggal 1 – 2 di babak pertama, Bruno Fernandes dan kolega bangkit di babak kedua. Hingga akhirnya, pasukan Ole Gunnar Solskjaer mampu mengamankan peluang lolos ke partai final.

Cukup Tenang

Bruno Fernandes menegaskan bahwa faktor penting dalam pertandingan tersebut yaitu bermain cukup tenang. Terang sekali bila datang kepanikan saat kalah satu angka, hal itu membuat semua tim tidak mampu bermain bagus hingga akhir laga.

Pemain asal Portugal itu mengatakan, timnya memiliki semangat juang yang luar biasa sejak kembali dari kamar ganti. Arahan dari sang pelatih sangat memotivasi dirinya untuk memimpin jalannya laga babak kedua.

“Dari awal kami pun sudah yakin menang, namun hal tersebut tidak terjadi selama paruh pertama. Walau begitu kami tidak menyerah sebelum peluit panjang berbunyi,” tegas Fernandes.

“Ketenangan telah membuat kami paham akan jalannya pertandingan. Kolaborasi dengan para pemain terbaik telah kami lakukan dan hasilnya pun sangat memuaskan,” terangnya.

Kontrol Emosi

Bruno Fernandes menambahkan, kalah 1 gol tentu akan membuat setiap tim dan para pemain terlihat emosi. Namun dirinya sama sekali tidak menampilkan amarahnya pada jalannya pertandingan.

“Kami sadar bahwa emosi akan membutakan segalanya, termasuk hasil buruk yang akan terjadi. Namun kami percaya bahwa masih ada peluang menang hingga laga usai,” kata Fernandes.

“Tim kami telah tumbuh dan berkembang di pentas yang penuh drama. Hal itu telah menjadikan kami semakin kuat dan mampu melupakan masa – masa buruk selama bertanding. Untungnya kami memiliki kualitas pemain terbaik demi mengembalikan era kejayaan klub,” tutupnya.

Tak Punya Pilihan Lain, Juventus Pilih Bereuni Dengan Massimiliano Allegri

BabakTambahan – Sang juara bertahan Serie A, Juventus dilaporkan untuk segera menghubungi Massimiliano Allegri sebagai pelatih utama musim depan. Kabarnya pelatih 53 tahun itu tengah menganggur dan siap untuk berjaya kembali bersama Bianconeri.

Telah diketahui, masa depan Andrea Pirlo pada kursi kepelatihan Juve telah menjadi buah bibir sejumlah media. Faktanya, Ia terlihat gagal mempersembahkan trofi bergengsi terhadap klub di musim ini.

Teranyar, pria 41 tahun itu juga tersingkir dari perebutan juara Liga. Sehingga Inter Milan tanpa perlawanan untuk segera keluar sebagai Scudetto musim 2020/2021.

Penunjukan Massimiliano Allegri memang sangat tepat. Sebab Ia begitu piawai dalam mengelola sistem formasi klub serta rotasi para pemain.

Tak heran jika Massimiliano Allegri akan segera merapat ke Juventus Stadium mulai Juli mendatang.

Bakal Pecat Pirlo

Masa depan Pirlo bersama Juventus sepertinya tak kan bertahan lama. Sebab sang legenda Juve tersebut tidak sanggup memberikan yang terbaik di musim perdananya.

Namun pihak manajemen masih memberinya kesempatan terakhir untuk menentukan nasibnya. Dimana Ia akan membawa timnya berlaga melawan Udinese pada akhir pekan ini.

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, posisi Pirlo mungkin tak kan aman pasca laga tersebut. Baik kalah atau menang, Si Nyonya Tua masih menunjuk Massimiliano Allegri sebagai penerusnya.

Ajukan Satu Revolusi

Kebersamaan Pirlo dengan pihak klub telah tercium sejak sepekan terakhir. Walau dirinya bisa memberikan yang terbaik di akhir laga, namun keputusan Bianconeri tak kan pernah berubah.

Kemudian Si Nyonya Tua tak mau ambil pusing menentukan siapa pengganti yang tepat atas dirinya. Nama Massimiliano Allegri telah menjadi pilihan utama di musim depan.

Meski begitu, Allegri bersedia untuk menukangi Juve jika Ia diberi kesempatan untuk melakukan revolusi yang sempat terhenti 5 tahun lalu.

Kabarnya, Ia tidak ingin ada campur tangan pihak manajemen dalam urusan pemain, tim dan masa depan staff. Sebab di bawah penanganannya, Juve sukses merengkuh sejumlah trofi bergengsi mulai dari 2 gelar Supercoppa Italiana, 4 trofi Coppa Italia dan 5 kali Scudetto.

Gantikan Hans-Dieter Flick, Bayern Munchen Resmikan Transfer Julian Nagelsmann

BabakTambahan – Masa depan pengganti manajer Bayern Munchen, Hans-Dieter Flick kini sudah beredar di sejumlah media Jerman. Secara resmi, Die Roten telah menunjuk Julian Nagelsmann sebagai ahli strategi di musim depan.

Beberapa waktu lalu, Die Roten sempat dikait – kaitkan dengan rumor kepindahan Julian Nagelsmann. Pasalnya pelatih asal Jerman itu masih belum memastikan dirinya untuk masuk ke manajemen klub.

Namun pasca pengunduran resmi Hansi Flick, Julian Nagelsmann mulai tertarik untuk menjadi juru racik The Bavarians di musim panas mendatang.

Sempat ada kabar bahwa manajer RB Leipzig itu akan menggantikan posisi Jose Mourinho di Tottenham Hotspur. Akan tetapi pria 33 tahun itu menolak keras rumor tersebut dengan beberapa alasan yang kuat, salah satunya yaitu akan mendapatkan pinangan dari klub rival.

Pengumuman Resmi Pihak Klub

Bayern Munchen telah mengumumkan posisi Julian Nagelsmann pada situs resminya, Selasa (27/04/2021) waktu setempat.

Setelah berjalan alot, namun akhirnya keduanya menemukan titik temu. Pelatih jenius itu akan diikat kontrak jangka panjang. Menurut laporan, Ia akan berada di Allianz Arena hingga akhir musim 2026.

Nagelsmann baru akan memimpin latihan perdananya bersama Bayern Munchen pada tanggal 1 Juli mendatang.

Gaji Resmi

Menurut sejumlah media Jerman, Bayern Munchen akan memberi gaji Julian Nagelsmann senilai 25 Juta Euro.

Akan tetapi, pelatih tersebut masih bisa menaikkan gajinya apabila sukses memberikan sejumlah trofi bergengsi terhadap klub.

Sebab sebelumnya, hal itu telah terjadi pada beberapa pelatih lainnya, termasuk Hansi Flick yang sukses membawa Die Roten menjuarai Liga Champions musim lalu.

Salam Perpisahan

Hansi Flick bukan tidak senang menukangi Bayern dengan jangka lama. Namun dirinya telah memutuskan untuk keluar dari pentas Bundesliga dengan beberapa alasan.

Pada awalnya, pihak manajemen melarang sang pelatih untuk pergi, namun mereka tidak mampu melakukannya. Hingga akhirnya The Bavarians menyampaikan salam perpisahan melalui situs resmi klub.

Seperti diketahui, masa kepelatihan pelatih 56 tahun itu berakhir musim 2023. Namun lantaran faktor pribadi, Ia pun memutuskan untuk keluar dari Allianz Arena.

Rio Ferdinand Jagokan Paris Saint-Germain Juara Liga Champions

BabakTambahan – Sang legenda hidup Manchester United, Rio Ferdinand baru – baru ini menuturkan dukungannya terhadap PSG agar mereka mampu meraih titel juara Liga Champions musim 2020/2021.

Rio Ferdinand mengaku bahwa performa PSG pada musim ini sangat terlihat. Sebab mereka sangat mudah melewati fase grup hingga babak berikutnya. Hal itu terjadi berkat dukungan penuh dari sejumlah pemain seperti Kylian Mbappe, Neymar Junior, Angel Di Maria dan Mauro Icardi.

Kekuatan mereka seakan – akan merubah kemustahilan bahwa tahun ini merupakan saksi nyata dimana Les Parisiens mampu memenangkan Liga Eropa.

Mungkin Sudah Waktunya

Rio Ferdinand menilai bahwa musim ini merupakan waktu yang paling tepat bagi PSG untuk menjadi raja Eropa. Pasalnya, permainan mereka pada pentas Liga domestik tampak mulus dan nyaris tanpa persaingan.

“Saya sangat yakin bahwa PSG akan sanggup mengangkat trofi Si Kuping Besar itu. Sebab mereka telah berkaca dari pada pengalaman sebelumnya. Dan saat ini mereka pun sangat tahu bagaimana cara berbenah dan tampil baik,” buka Ferdinand pada saluran YouTube pribadinya.

“Mereka semakin kuat lantaran memiliki pelatih yang sangat hebat seperti Mauricio Pochettino. Dia adalah sosok manajer terbaik yang pernah saya kagumi,” sambungnya.

Pelampiasan Liga Domestik

Sesuai catatan yang ada, PSG masih terseok – seok di urutan ke-2 klasemen sementara Ligue 1. Karena mereka kalah poin dengan sang pemuncak klasemen, Lille.

Rio Ferdinand menyebut, trofi Liga utama memang penting. Tapi ada yang lebih penting dari semuanya, yaitu Liga Champions. Sebab ini merupakan puncak dan tujuan akhir pesepakbola profesional.

“Saya bisa melihat bahwa PSG akan menjadikan ajang Liga sebagai pelampiasan pada pentas UCL. Karena jika pun mereka gagal di Liga domestik, maka masih ada harapan juara di Liga lainnya,” tegas Ferdinand.

Pelatih Hebat

Banyak publik yang tidak melihat bahwa PSG memiliki pelatih hebat. Rio Ferdinand pun meyakini bilamana dirinya sukses mengantarkan timnya juara Eropa, maka namanya akan dikenang layaknya Roberto Di Matteo.

“PSG merupakan klub kaya raya, mereka pasti akan melakukan fantastis yang luar biasa hanya demi suatu penghormatan,” ucap Ferdinand.

“Feeling saya berkata benar bahwa Les Parisiens akan dikenang publik fanatik di tahun ini. Karenanya akan ada maha karya patung untuk mengabadikan beberapa pemain tersebut,” tutupnya.

Percaya Diri, Timo Werner Kirim Pshy War Pada Real Madrid

BabakTambahan – Striker Chelsea, Timo Werner mulai percaya diri bahwa Ia siap mengantarkan timnya melumat permainan Real Madrid di babak semifinal Liga Champions. Sebelumnya, pemain asal Jerman itu telah mengirim sinyal Pshy War terhadap sang rival.

Di laga kemarin, Timo Werner menjadi penentu kemenangan saat timnya bertamu ke markas West Ham United. Gol semata wayangnya itu membuktikan bahwa The Blues masih perkasa di ranah Inggris.

Sepertinya Timo Werner masih bisa menggenapkan kedudukan jika Ia tidak gagal berduel dengan sang kiper. Akan tetapi, permainan pria 25 tahun itu terlihat sangat baik selama 90 menit pada laga itu.

Pelatih Thomas Tuchel diyakini akan langsung menurunkan eks pemain RB Leipzig itu saat melawan Real Madrid di Estadio Alfredo di Stefano, Rabu (28/04/2021).

Ingin Menuju Partai Final

Timo Werner merupakan pemain yang tidak kenyang pengalaman di pentas Liga Eropa. Sebab bersama klub sebelumnya, Ia hanya mampu bermain hingga babak semifinal.

Dan kali ini, sang Striker menargetkan bahwa timnya bisa melaju ke partai final hingga sukses menjadi juara.

“Sejarah mengatakan bahwa puncak tertinggi saya di Liga ini adalah semifinal. Itu terjadi pada tahu sebenarnya. Namun kini, saya akan membuktikan bahwa Chelsea akan merebut gelar Si Kuping Besar,” ucap Werner seperti dilaporkan Express Sport.

“Saya sangat lapar akan gelar, begitu pula pihak klub. Semua pecinta sepak bola sangat ingin menatap Liga Champions hingga berhasil menjadi jawara utama,” sambungnya.

Bukan Lawan Mudah

Timo Werner sangat paham bahwa Real Madrid bukan tim kuda hitam atau mungkin klub yang baru saja muncul di Liga Eropa. Akan tetapi Los Galacticos merupakan raja Eropa sejak beberapa tahun terakhir.

Werner sangat paham bagaimana kiprah Madrid di pentas UCL. Apalagi saat ini mereka memiliki pelatih top dan berkualitas seperti Zinedine Zidane. Bukan tidak mungkin mereka akan terlihat semakin kuat.

“Madrid bukan lawan mudah, mereka telah lama berdiri di partai final hingga memulangkan trofi bergengsi. Namun kami tak kan gentar pada menghadapinya,” imbuh Werner.

“Kami sangat berharap bahwa laga nanti bisa mencetak lebih banyak gol tandang. Karena hal itu menjadikan kami semakin tampil mudah kala bermain di Stamford Bridge pada Leg Kedua,” tutupnya.

Arsenal Kembali Dipermainkan VAR, Mikel Arteta: Saya Sudah Muak!

BabakTambahan – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta terlihat tidak nyaman pasca menjalani laga berat antara Arsenal vs Everton dalam lanjutan pentas EPL, Sabtu (24/04/2021) dini hari WIB.

Terbukti bahwa pasukan Mikel Arteta harus pulang dengan tangan kosong lantaran kalah tipis 0 – 1. Ironisnya, VAR yang saat itu beroperasi telah dituding untuk mempermainkan The Gunners. Hasilnya mereka tidak dapat bersaing untuk lolos ke babak Liga Champions musim depan.

Sesuai catatan, Arsenal di bawah kepelatihan Mikel Arteta sering mendapatkan ketidaknyamanan sejak kemunculan VAR. faktanya tim asal London Utara itu mengalami banyak nasib buruk dibandingkan dengan tim lain.

Pada laga itu, Arsenal sempat nyaris membuat keuntungan apabila VAR tidak menganulir posisi Nicolas Pepe yang sebelumnya berada pada posisi Offside.

Tak hanya gagal mendapatkan hadiah penalti, The Gunners pun harus kehilangan 3 angka hingga usai laga.

Sangat Mengganggu

Malam itu membuat Arsenal merasa dirugikan. Sebelumnya Pepe pernah melakukan hal yang sama, namun beberapa wasit tetap membiarkannya meneruskan rencana penyerangan.

Akan tetapi hal itu sangat berbeda pada pertandingan kali ini. Dimana VAR langsung mendeteksi bahwa posisi Pepe lebih dekat dengan posisi offside. Dan itu artinya kinerja VAR dinilai kurang bagus. Walau begitu hasil akhir dalam suatu pertandingan tidak dapat dirubah.

Mikel Arteta menyebut bahwa VAR sangat mengganggu kelangsungan permainan sepak bola. Karena sebelumnya, banyak tim lain yang dirugikan berkat adanya teknologi tersebut.

“Hari ini saya sangat kecewa dengan keputusan VAR. Karenanya kami sangat kesulitan untuk mengejar ketertinggalan para rival lainnya,” tegas Arteta.

Gagal Paham

Proses terjadinya offside tersebut dinilai sangat absurd dan mungkin akan merugikan Arsenal. Seharusnya pasukan Mikel Arteta pulang dengan memetik hasil imbang atau 3 poin. Akan tetapi keputusan wasit bergantung pada VAR.

“VAR terlihat banyak membantu proses penyerangan Everton. Namun saya tidak terlalu detail memantaunya,” ucap Arteta.

“Saya pun gagal paham dengan keputusan tersebut. Jika diputar kembali tayangan ulang tersebut, saya kanin bahwa Ia lolos dari jebakan offside,” tutupnya.

Manchester United Tunjuk Edwin van der Sar sebagai Pengganti Ed Woodward

BabakTambahan – Beberapa waktu lalu Manchester United telah dipusingkan dengan kabar kepergian Wakil CEO klub, Ed Woodward. Sebab beberapa laporan menyebut bahwa pria 49 tahun itu akan segera mundur dari jabatannya.

Di musim panas nanti, posisi Wakil CEO Manchester United tak berpenghuni. Hal tersebut menyusul lantaran Ed Woodward lebih mementingkan European Super League (ESL).

Melihat situasi tersebut, The Red Devils mulai gerak cepat untuk mencari calon pengganti Ed Woodward.

Menurut kabar Manchester Evening News, manajemen Setan Merah tengah menunjuk sang legenda hidup, Edwin van der Sar. Namun pria asal Belanda itu tidak berdiri seorang diri, melainkan ada beberapa nama lain yang kini tengah santer dibicarakan.

Tak Masuk Akal

Laporan tersebut mengklaim bahwa keputusan yang dilakukan Ed Woodward merupakan hal yang tak masuk akal. Sebab dirinya lebih mengutamakan turnamen yang jelas – jelas belum tentu terjadi.

Pada awalnya, kisruh ESL tengah memanas Minggu lalu. Terdapat 15 tim dari Liga top Eropa yang menjadi peserta utama. Akan tetapi, terhitung sejak Senin kemarin, beberapa peserta menyatakan mundur dalam gelaran kompetisi tersebut.

Kenal Luar Dalam

Van der Sar bukanlah sosok asing bagi Manchester United. Mantan kiper MU itu sangat kenal luar dalam tentang manajemen klub. Tak heran jika Ia merupakan kandidat terkuat yang mungkin akan mengisi posisi Ed Woodward.

Pria 50 tahun itu memiliki jam terbang yang sangat baik saat menjadi CEO Ajax Amsterdam. Terbukti bahwa Ia tidak pernah memberikan catatan buruk terhadap pihak klub.

Sebelumnya, Ia pun tertarik menerima tawaran tersebut. Akan tetapi Ia masih kalah pamor dengan Woodward.

Dua Nama Calon Pengganti

Manchester United pun tidak hanya mengincar van der Sar sebagai calon pengganti Woodward. Laporan tersebut mengklaim bahwa sudah ada 2 nama yang siap bersaing, yakni Direktur Keuangan MU, Cliff Baty dan Richard Arnold.

Namun sepertinya kedua kandidat tersebut bakal bertahan pada posisinya. Karena selama ini, kondisi finansial Manchester United sangat baik di tangan mereka.

Andrea Agnelli Nyatakan Tidak Pada European Super League

BabakTambahan – Presiden Juventus, Andrea Agnelli secara terang – terangan bahwa dirinya sangat ragu akan kelangsungan European Super League. Menariknya, pria asal Italia itu merupakan Wakil Presiden ESL.

Sejak pertama kali booming, ESL telah mendapatkan banyak kecaman dan ancaman dari berbagai pihak, salah satunya UEFA. Andrea Agnelli pun menyadari bahwa proyek tersebut cukup menjanjikan bagi semua peserta. Namun sepertinya rencana itu hanya akan membawa kabar buruk di kemudian hari.

Beberapa legenda sepak bola dunia pun turut mengomentari kompetisi ilegal tersebut. Bagi mereka, UCL dan UEL sangat penting dan lebih dari sekedar pertandingan biasa.

Beberapa hari lalu, secara serentak semua klub asal Inggris keluar dari peserta ESL. Karena mereka tidak ingin mengambil resiko setelah penetapan sanksi dari UEFA.

Melihat situasi tersebut, Andrea Agnelli pun memastikan bahwa turnamen ESL tidak dapat dilanjutkan. Karena sejumlah klub inisiator lebih mengutamakan kebijakan UEFA.

Bawa Dampak Besar

Andrea Agnelli menyebut, keputusan semua klub asal Inggris tersebut membawa dampak yang cukup besar terhadap turnamen ESL. Pria 45 tahun itu mengakui bahwa kompetisi penuh materi tersebut mungkin tak kan terjadi tahun ini.

“Mereka yang mundur telah melakukan keputusan yang tepat. Karena saya melihat bahwa UEFA bisa melakukan apa saja jika terdapat klub yang tidak sejalan dengannya,” tegas Agnelli.

“Mungkin belum waktunya bagi ESL untuk mengudara. Menghentikan proyek ini memang perlu dilakukan saat ini,” sambungnya.

Bakal Luncurkan Pernyataan Resmi

Beberapa laporan merumorkan bahwa beberapa klub yang masih bertahan pada turnamen ESL akan segera meluncurkan pernyataan resmi atas kemundurannya.

Seperti yang dikabarkan Goal International, mereka mungkin akan meniru jejak klub Inggris untuk mencari jalan keluar paling aman. Sebab ancaman UEFA tidak dapat disangkal dan ditolerir lagi.

Andrea Agnelli pun akan mengadakan pertemuan terhadap semua direksi pencetus ESL untuk mengumumkan pernyataan resmi.

“Sesegera mungkin kami akan mengonfirmasi hasil meeting terkait kelangsungan ESL. Jika pun harus ditutup untuk sementara waktu, mungkin itu merupakan pilihan terbaik,” kata Agnelli.

Cari Aman, Bayern Munchen Tolak Rayuan European Super League

BabakTambahan – Sang juara bertahan Liga Bundesliga, Bayern Munchen telah menyatakan secara resmi bahwa mereka sama sekali tidak tertarik dengan rayuan European Super League (ESL). Die Roten sangat mengecam penyelenggaraan Liga tersebut.

Beberapa waktu lalu sempat ada kabar panas tentang rencana berlangsungnya ESL. Banyak pihak yang menilai bahwa kompetisi tersebut lebih mengutamakan uang dari pada filosofi sepakbola yang sebelumnya. Bayern Munchen merupakan salah satu tim yang tidak tertarik untuk menjadi peserta kompetisi tersebut.

ESL telah disepakati oleh 12 klub terbaik Eropa. Sepertinya mereka masih mencari 3 peserta tambahan untuk mewujudkan kompetisi resmi. Bayern Munchen digadang – gadang sebagai tim inisiator, namun mereka menolak mentah – mentah usulan tersebut.

UCL Lebih Penting

Beberapa publik menilai bahwa kucuran dana pada pentas ESL lebih besar dibanding Liga Domestik dan Liga Champions. Namun Presiden Bayern Munchen, Herbert Hainer menegaskan bahwa timnya tak kan pernah menjadi salah satu bagian di dalamnya.

Hainer menyebut, UCL lebih penting dari pada ESL. Ia pun menilai bahwa keberadaan pentas ESL sangat tidak berguna bagi semua klub. Terlebih lagi semua tim dan para pemain yang masuk di dalamnya tak kan lagi terjun untuk memperkuat Timnas di pentas World Cup dan tersingkir dari Liga Domestik.

“UEFA telah memberikan segalanya bagi para klub sejak beberapa tahun terakhir. Dan seharusnya kompetisi ESL tidak boleh terjadi,” tegas Hainer.

“Kami melihat bahwa Liga Champions merupakan kiblat sepakbola Eropa sejak lama. Sudah semestinya beberapa tim ESL tidak mengambil keputusan yang singkat,” sambungnya.

UCL Tetap yang Terbaik

Di satu sisi, CEO Bayern Munchen Karl Heinz-Rummenigge juga angkat bicara soal kompetisi ESL. Ia mengatakan bahwa UCL tetap yang terbaik dan tak kan pernah ada tandingannya.

“Uang merupakan tujuan utama seluruh klub dan pemain dalam dunia sepakbola. Namun ketika Anda membelot ke arah yang salah, maka Anda akan mengalami hal yang sangat buruk ke depannya,” ucap Rummenigge.

“Kami selalu setia pada UCL. Terlebih lagi kami telah banyak mendapatkan kenangan manis pada kompetisi tersebut. Jadi uang tak kan mampu menyulap kami untuk berlaga pada pentas ilegal,” tutupnya.