Buat Kesalahan Fatal, Danny Makkelie Minta Maaf Pada Portugal

BabakTambahan – Publik sepak bola dunia dikejutkan oleh wasit pemimpin laga antara Serbia vs Portugal yaitu Danny Makkelie. Dimana wasit asal Belanda itu telah membuat kesalahan yang terbilang sangat fatal dan merugikan kubu Portugal.

Berdasarkan catatan pertandingan, kedua kubu telah bertanding pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup A. Dimana laga tersebut berakhir dengan skor 2 – 2.

Namun seharusnya Portugal menang pada laga itu. Sebab Cristiano Ronaldo berhasil membobol gawang Serbia di menit ke-90+2. Akan tetapi Danny Makkelie menganggap bahwa bola tersebut masih belum melewati garis gawang.

Setelah laga usai, official Portugal melihat gol tersebut. Dan jelas – jelas banyak itu merupakan gol yang sah. Setelah itu, Danny Makkelie langsung menyatakan permintaan maafnya kepada Portugal, lebih – lebih sang pencetak gol.

Mengaku Bersalah

Keputusan yang telah dilakukan Danny Makkelie membuat Cristiano Ronaldo merasa emosi dan terzolimi. CR7 sempat melakukan proses kepada hakim garis pasca mencetak gol. Ironisnya, Striker asal Juventus itu malah mendapatkan kartu kuning.

Emosi Ronaldo boleh dibilang sangat tinggi. Sebab Ia langsung pergi ke luar lapangan sebelum laga usai. Sang wasit sangat mengaku bersalah lantaran Ia tidak mampu membuat keputusan yang tepat layaknya VAR.

“Saya mengaku salah atas keputusan itu. Sebab VAR tidak tersedia pada laga internasional. Dan itu membuat saya dan rekan lainnya sangat kesulitan dalam bekerja,” buka Makkelie seusai laga.

“Saya minta maaf atas kejadian ini. Karena ini bukan faktor kesengajaan, melainkan kekurangan kami sebagai wasit,” tambahnya.

Rasa Kecewa Fernando Santos

Pelatih Portugal, Fernando Santos telah melayangkan rasa kekecewaannya terhadap Danny Makkelie sesuai pertandingan. Ia sangat tidak puas dengan kinerja sang wasit.

Ia pun mengeluhkan VAR yang selama ini menjadi wasit kedua dalam setiap laga. Namun entah mengapa teknologi tersebut tidak muncul pada level Internasional.

“Sangat tidak boleh bila kompetisi resmi digelar tanpa bantuan VAR. Karena selama ini teknologi tersebut terbilang sangat Fairplay. Namun kami tidak menikmatinya hari ini,” keluh Santos.

“Saya tahu bahwa Makkelie seorang manusia biasa. Namun saya rasa bahwa mereka memiliki VAR. Jadi untuk itulah VAR ada,” tutupnya.