Barcelona Krisis Finansial, Uli Hoeness: Bukan Hal Baru!

BabakTambahan – Eks Presiden Bayern Munchen, Uli Hoeness mulai memanaskan tensi tinggi jelang melawan Barcelona di laga perdana Liga Champions musim 2021-2022.

Uli Hoeness meyakini bahwa Barcelona sejatinya sudah bangkrut dan mereka seharusnya masuk ke pengadilan jika berada di Jerman. Akan tetapi, La Liga tidak seketat itu. Malahan mereka masih memberikan kelonggaran waktu untuk merampungkan masalah tersebut.

Uli Hoeness melihat adanya kejanggalan yang terjadi pada skuad utama El Barca. Dimana saat ini mereka telah kehilangan sosok pemain terbaik sekelas Lionel Messi.

Itu tandanya mereka tak cukup bertaring untuk berlaga di pentas Eropa dan Domestik. Sekalipun mereka memiliki amunisi baru, Hoeness tidak yakin kalau mereka bisa kembali berjaya.

Tampak Tak Berdaya

Pada musim lalu, kondisi finansial Barcelona telah mengalami penurunan yang sangat drastis. Mereka tampak tak berdaya sehingga harus melepas Lionel Messi secara cuma – cuma. Ironisnya lagi, mereka pun harus memangkas gaji para pemainnya dengan jumlah yang cukup besar.

Uli Hoeness tak heran melihat keadaan itu. Sebab semua tim besar sempat mengalami hal serupa sejak beberapa musim lalu.

“Saya rasa mereka sudah gulung tikar. Sebab mereka tidak mampu mengamankan jasa Messi dan harus berhutang banyak,” seru Hoeness kepada Bayern Radio.

“Akan sangat buruk bagi mereka jika berkompetisi di Bundesliga. Dengan kondisi ini, mereka tak lagi menjadi panutan kami dan klub besar lainnya,” sambungnya.

Dalang Kepindahan Alaba

Pada bursa transfer bulan lalu, Uli Hoeness telah menjadi dalang atas kepindahan David Alaba. Sebelumnya, sang pemain diisukan akan gabung Barcelona. Namun pria 69 tahun itu melarangnya. Sehingga Alaba membelot ke Real Madrid.

“Alaba sempat mendatangi saya bahwa Ia sangat ingin gabung Barcelona suatu hari nanti. Saya pun memberinya gambaran bahwa bergabung dengan klub yang saat ini bermasalah tak kan menjamin masa depan para pemain,” tegas Hoeness.

“Saya tidak ingin melihat mantan pemain Bayern membela klub yang salah. Walau itu bukan keinginannya, setidaknya mereka bisa memberikan yang terbaik sesuai proses negosiasi,” tutupnya.