Ansu Fati Is Back, Barcelona Cukur Levante 3 Gol Tanpa Balas

BabakTambahan – Klub besar La Liga, Barcelona kembali mencatatkan kemenangan saat menjamu Levante di Camp Nou, Minggu (26/09/2021). Barca menang 3 – 0 setelah ditandai masuknya pemain kunci, Ansu Fati.

Seperti diketahui, Ansu Fati merupakan sosok yang digadang – gadang sebagai penerus perjuangan Lionel Messi. Faktanya pemain 18 tahun itu telah mengenakan jersey keramat bernomor punggung 10.

Uniknya, El Blaugrana hanya mampu memetik 2 kali imbang dalam 2 laga terakhirnya. Namun sejak menurunkan Ansu Fati, mereka langsung kembali ke jalur kemenangan.

Drama 2 gol tersebut tercipta pada babak pertama melalui aksi Luuk de Jong dan Memphis Depay. Sementara Fati yang turun sebagai pemain pengganti langsung menyumbangkan gol penutup menjelang laga usai.

Bukan Sosok Misterius

Menurut catatan Bola.net, Ansu Fati bukan merupakan sosok misterius sejak membela Barcelona. Pemain asal Spanyol itu memang kerap memberikan banyak perubahan pada saat timnya berada dalam situasi paling sulit.

Akan tetapi, sejak beberapa bulan lalu Ia harus masuk ke meja operasi lantaran cedera. Kabarnya, jebolan akademi La Masia itu diyakini absen hingga awal Januari mendatang. Akan tetapi kinerja tim medis sangat optimal, sehingga Ia bisa diturunkan lebih cepat.

Di balik kemenangan tersebut, pelatih Ronald Koeman meyakini bahwa Fati memiliki gaya main yang cukup mirip dengan Messi. Ia meyakini bahwa Striker tersebut akan jauh lebih berkembang beberapa musim ke depan.

Pujian Gavi

Salah satu pemain Barcelona, Gavi pun menuturkan apresiasi terhadap Ansu Fati sesuai pertandingan. Ia meyakini bahwa Fati merupakan denyut nadi El Barca di masa depan.

“Sangat tidak masuk akal jika pemain muda seperti Fati tidak dibebankan tugas berat dalam sebuah tim. Sebab Ia memiliki kemampuan yang cukup matang untuk memberikan sejumlah kejutan dan segudang prestasi,” ujar Gavi.

“Saya melihat adanya peningkatan yang ada dalam dirinya. Tentu semua itu bergantung pada cara Ia bermain. Dan saya sangat yakin kalau Ia akan terus berkembang menjadi predator paling mematikan di pentas Eropa,” tutupnya.