AC Milan Bantai Juventus di Markas Sendiri, Fabio Capello: Sangat Memalukan!

BabakTambahan – AC Milan terlalu perkasa bagi Juventus dalam laga sisa. Bukitnya, Rossoneri sukses menyarangkan 3 gol tanpa balas ke gawang Bianconeri dalam lanjutan Liga Italia Serie A pekan ke-35 di Allianz Stadium, Senin (10/05/2021) dini hari WIB.

Eks pelatih AC Milan, Fabio Capello menyebut bahwa penampilan tuan rumah pada laga tersebut sangat memalukan. Faktanya, mereka tak biasanya bermain seperti itu di markas sendiri. Terlebih harus mengalami kekalahan tanpa gol balasan.

Sesuai statistik, 3 gol kemenangan Milan dicetak oleh Fikayo Tomori, Ante Rebic dan Brahim Diaz. Sementara permainan tuan rumah sama sekali tidak menegangkan sejak awal babak pertama.

Fabio Capello menambahkan, era kejayaan Juventus mungkin telah berakhir. Sebab itu mereka harus rela jika kehilangan asa untuk berlaga di Liga Champions musim depan.

Tak Habis Pikir

Pasca pertandingan, Fabio Capello menilai hasil buruk yang dialami oleh tim besutan Andrea Pirlo. Pria 74 tahun itu tak habis pikir melihat mantan timnya dipermalukan di markas sendiri.

“Saya tidak melihat permainan mereka selama babak pertama. Mereka tidak mampu memecah kebuntuan seperti pada pertandingan terakhirnya,” ucap Capello pada Sky Sport Italia.

Kurang Ganas Lagi

Fabio Capello pun mengklaim bahwa performa Milan masih kurang ganas lagi. Meskipun menang telak, namun setidaknya mereka masih memiliki peluang untuk menambah kredit gol.

“Milan sangat bermain lepas, namun masih banyak celah yang harus mereka benahi. Secara keseluruhan, mereka telah memberikan yang terbaik agar mampu finish pada 4 besar klasemen akhir,” seru Capello.

Bukan Kandidat ESL

Fabio Capello juga menyiasati penampilan antara kedua tim yang kabarnya mereka termasuk calon tim penghuni European Super League (ESL). Secara terang – terangan pria asal Italia itu mengatakan bahwa keduanya bukan kandidat Liga super.

“Mereka telah melakukan kesalahan selama paruh pertama. Salah umpan, salah penempatan dan kesalahan lainnya. Saya pun juga heran mengapa mereka menjadi bagian dari Liga tersebut,” tandas Capello.

“Apakah mereka layak main di Liga penuh gengsi? Saya pun tak yakin akan hal itu,” tutupnya.