1 Hari Lagi, Real Madrid Minta Putusan PSG Soal Kylian Mbappe

BabakTambahan – Sang penguasa La Liga, Real Madrid tampaknya dikejar deadline dalam perburuan Striker Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe. El Real meminta Les Parisiens untuk memberikan keputusan terakhir apakah sang pemain bakal dilepas atau bertahan.

Pekan lalu, proses negosiasi untuk mendatangkan Kylian Mbappe terlihat sangat sulit. Karena PSG merasa kehilangan nilai investasi jika harus melepas pria 22 tahun itu.

Beberapa laporan Spanyol menyebut bahwa Kylian Mbappe sangat ingin mendapatkan jam pelatihan di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Sebelumnya Madrid pun telah melayangkan tawaran final senilai 180 Juta Euro.

Akan tetapi, klub Prancis tersebut masih belum berniat untuk melegonya lantaran Mbappe diyakini bakal berjaya dengan Lionel Messi dan Neymar Jr.

Minta Jawaban Terakhir

Sempat ada kabar bagus dimana PSG menerima tawaran resmi Real Madrid. Namun sayangnya Les Parisiens masih mengendurkan keputusan soal kepindahan Kylian Mbappe.

Hal tersebut membuat manajemen Madrid terlihat geram. Sebab puncak bursa transfer musim panas ini akan berakhir Selasa (30/08/2021) malam.

Madrid sangat ngotot ingin mengeluarkan bintang tersebut dari Parc des Princes sebelum Senin. Kabarnya mereka meminta jawaban terakhir baik hal tersebut berkonotasi negatif atau sebaliknya.

Seperti diketahui, pekan ini merupakan laga yang paling krusial bagi sang pemain. Sebab dirinya harus menjalankan jeda internasional bersama Timnas Prancis.

Carlo Ancelotti Turun Tangan

Carlo Ancelotti yang merasa proses negosiasi tersebut berjalan alot, pada akhirnya Ia turun tangan sendiri. Ia meyakini kalau Kylian Mbappe merasa tertekan ketika menjanjikan pertandingan bersama salah satu pemain terbaik Eropa.

“Tak ada hal yang lebih penting lagi selain kami menuntaskan proses transfer tersebut. Sebab kami tengah membutuhkan Striker murni yang bisa meringankan beban Karim Benzema. Nantinya pun kami serahkan semuanya pada pihak klub,” ujar Ancelotti pada situs resmi klub.

“Menjadi satu tim dengan pemain top dunia bukan menjadikan seorang pemain bisa bertanding dengan mudah. Justru hal itu akan terus membebani mereka. Maka dari itu kami ingin melihatnya bahagia dan bahkan menjadi lebih unggul dari para pemain lain,” tutupnya.